3 Kali Diskor, Sidang Perdana Netralitas ASN Camat Aluh Aluh Berlangsung hingga Malam Sisa 85 Hari Jadi Bupati, Sudian Noor Doyan Bikin Kebijakan Kontroversial Diam-Diam, Adaro Kepincut Proyek Coal to Methanol di Kotabaru, Apa Kata Dewan? Kubah Datu Kelampaian Kembali Ditutup, Simak Penjelasan Zuriyat Gelapkan Penjualan Motor, Supervisor Marketing PT NSS Tabalong Diamankan Polisi

Waspada! Rokok Elektronik Rentan Disusupi Narkoba

- Apahabar.com Jumat, 25 September 2020 - 22:35 WIB

Waspada! Rokok Elektronik Rentan Disusupi Narkoba

Rokok elektronik rentan disusupi narkoba. Foto-Ilustrasi-Liputan6.com

apahabar.com, JAKARTA – Rokok elektronik rentan disusupi narkoba. Maka waspada lah.

Ketua Yayasan Lentera Anak Lisda Sundari, Badan Narkotika Nasional (BNN) dan polisi banyak menjaring kasus, di mana rokok elektronik disusupi narkoba.

Ia menambahkan, rokok elektronik sudah masuk ke Indonesia sejak 2010, namun dipromosikan sebagai produk yang lebih aman dari rokok karena tidak mengandung tar. Tapi pada kenyataannya, banyak kasus di Indonesia bahwa rokok elektronik dicampur dengan narkoba.

Polres Jakarta Selatan pada 2018 berhasil menyita liquid atau cairan rokok elektronik yang mengandung ganja. Bareskrim Polri dan Bea Cukai 2017 juga menemukan cairan rokok elektronik dan tembakau yang mengandung synthetic cannabinoid.

“Orangtua harus aware dengan rokok elektronik karena bentuknya sama seperti alat elektronik. Beberapa kasus yang disampaikan kepada kami, orangtua dan guru tidak mengetahui anak-anaknya membawa rokok elektronik karena bentuknya tidak seperti rokok biasa. Padahal keduanya mengandung nikotin,” ujar Lisda.

Menurut laporan yang diterimanya, orangtua acap kali tertipu dengan bentuk rokok elektronik yang menyerupai flashdisk atau power bank.
Sama-Sama Berbahaya

Promosi rokok elektronik sebagai pengganti rokok biasa dan tidak berbahaya ternyata tidak sejalan dengan dampak yang diberikan.

Kedua jenis rokok ini sama-sama berbahaya. Menurut Lisda, rokok elektronik adalah alat yang berfungsi mengubah zat-zat kimia menjadi bentuk uap dan mengalirkannya ke paru dengan menggunakan tenaga listrik.

Ada dua jenis rokok elektronik yaitu nikotin cair sintetis dan tembakau yang dipanaskan.

Nikotin yang terkandung dalam rokok elektronik sama-sama memberikan efek candu. Bisa juga memicu depresi, napas pendek, kerusakan paru permanen, kanker paru, penyempitan pembuluh darah, dan kematian.

Rokok elektronik juga mengandung propilen glikol yang dapat mengiritasi paru-paru dan mata serta gangguan saluran pernapasan. Kandungan lainnya yaitu diasetil yang dapat memicu penyakit paru obstruktif kronis.

“Orangtua silakan aware jika anak-anak kita menggunakan rokok elektronik. Anak-anak kita termasuk yang didekati dan termakan oleh promosi bahwa rokok elektronik itu lebih aman dari rokok biasa. Rokok dan narkoba akan bertemu di rokok elektronik nah itu kita harus waspada,” pungkasnya. (Lip6)

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Golongan Darah A Pengaruhi Keparahan Infeksi Covid-19, Cek Faktanya
apahabar.com

Nasional

Berkaca dari Kasus Kendari, Prajurit Wajib Kendalikan Jari
apahabar.com

Nasional

Lima Kapal Perang Indonesia Amankan Perairan Natuna

Nasional

Dua ABK Negatif Corona di Kotabaru 3 Kali Singgah di China
apahabar.com

Nasional

Di Sidang Umum PBB, Presiden Jokowi Kembali Tegaskan Mendukung Kemerdekaan Palestina
apahabar.com

Nasional

Sejumlah Desa di Pekalongan Belum Teraliri Listrik
apahabar.com

Nasional

Mentok di MK, Mungkinkah Tim Hukum Prabowo-Sandi Bawa ke MI?
apahabar.com

Nasional

Sabar! Kemendikbud Belum Umumkan Kegiatan Belajar Mengajar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com