Kronologi Lengkap 2 Bocah asal Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi Belum Tentu Dibekap Sang Ibu, Biang Kematian 2 Bocah Benawa HST Jadi Misteri 16 Hari Anti-Kekerasan, Aktivis Perempuan Kampanyekan Kesetaraan Gender di Banjarmasin Suhu Tubuh Tinggi, Wali Kota Samarinda Positif Covid-19 Inalillahi, 2 Bocah di Batu Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi

Waspada Usus Buntu Berbahaya, Ini Gejalanya

- Apahabar.com Kamis, 10 September 2020 - 08:00 WIB

Waspada Usus Buntu Berbahaya, Ini Gejalanya

Ilustrasi usus buntu. Foto-Shutterstock/PopTika

apahabar.com, JAKARTA – Usus buntu atau apendisitis merupakan kondisi saat apendiks atau kantung yang menjadi bagian dari usus besar mengalami peradangan. Mari kenali beberapa gejala darurat usus buntu.

Peradangan terjadi saat ada penyumbatan pada usus buntu. Penyumbatan umumnya membuat bakteri berkembang biak dengan cepat dan membuat usus menjadi iritasi dan bengkak.

Jika tidak ditangani dengan cepat, peradangan pada usus buntu bisa pecah dan melepaskan berbagai bakteri berbahaya ke sejumlah organ yang ada di dalam perut.

Pecahnya usus buntu adalah situasi yang bisa mengancam jiwa. Umumnya, kondisi pecahnya usus buntu ditandai oleh beberapa gejala yang bisa menjadi peringatan awal bagi Anda.

Apendisitis sendiri menyebabkan beberapa gejala, seperti berikut:
– sakit perut
– demam ringan
– mual
– muntah
– kehilangan selera makan
– sembelit
– diare

Tak semua orang mengalami gejala yang sama. Namun, penting bagi Anda untuk memeriksakan diri ke dokter secepat mungkin saat mengalami gejala. Mengutip Healthline, usus buntu bisa pecah setelah 48-72 jam dari munculnya gejala.

Anda disarankan untuk segera mendatangi rumah sakit jika mengalami salah satu dari gejala berikut.

1. Sakit perut
Apendisitis biasanya mengakibatkan rasa nyeri dan kram di seluruh bagian perut.
Usus buntu yang membengkak dan meradang akan mengiritasi lapisan dinding perut yang dikenal sebagai peritoneum. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa nyeri yang tajam, yang umumnya terjadi di bagian kanan bawah perut.

Namun, beberapa orang memiliki usus buntu yang terletak di belakang usus besar. Mereka umumnya akan merasakan nyeri di bagian punggung bawah atau panggul saat mengalami penyakit usus buntu.

2. Demam ringan
Apendisitis biasanya menyebabkan demam antara 37,2-38 derajat Celcius.
Pecahnya usus buntu akan menyebabkan infeksi yang dapat meningkatkan suhu tubuh. Demam lebih dari 38,3 derajat Celcius yang disertai peningkatan detak jantung bisa menandakan pecahnya usus buntu.

3. Gangguan pencernaan
Apendisitis bisa menimbulkan mual dan muntah. Anda juga mungkin kehilangan nafsu makan, sembelit, atau diare parah.
Jika Anda kesulitan buang air besar, hal ini juga menjadi salah satu tanda gangguan sebagian atau keseluruhan dari usus. (CNN)

Editor: Syarif

Editor: Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Mukena Model Shireen Sungkar Favorit Pembeli di Tanah Abang
apahabar.com

Gaya

Resep Nugget Tahu Lembut yang Ekonomis 
apahabar.com

Gaya

Jaga Imun Tubuh dengan Konsumsi Jahe Merah
apahabar.com

Gaya

Berlibur ke Penang, Jangan Lewatkan 4 Destinasi Ini
apahabar.com

Gaya

Viral, Nama Anak Unik Panjang Capai 50 Huruf
apahabar.com

Gaya

Gaya Hidup Milenial Rentan Hipertensi, Simak Penyebab dan Cara Mencegahnya
apahabar.com

Gaya

Bukalapak Bantah Diretas dan Data Pengguna Bocor
apahabar.com

Gaya

Kembali Normal, Kontrol Asupan Makanan Berlemak
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com