ga('send', 'pageview');
Klaster Perkantoran Pertama di Tabalong, Belasan Pegawai KPP Pratama Tanjung Terpapar Covid-19 Penetapan Paslon Pilwali Banjarmasin 2020: Didahului Khairul Saleh, Diakhiri Ibnu Sina Dugaan Penyiksaan Bocah Sungai Bilu yang Dikira Diculik Makhlus Halus Rumah di Mantuil Banjarmasin Amblas ke Sungai, Pemilik Luka-Luka Pasien Sembuh Covid-19 Kalsel Meningkat Lagi, Simak Imbauan Paman Birin

Waspada Usus Buntu Berbahaya, Ini Gejalanya

- Apahabar.com Kamis, 10 September 2020 - 08:00 WIB

Waspada Usus Buntu Berbahaya, Ini Gejalanya

Ilustrasi usus buntu. Foto-Shutterstock/PopTika

apahabar.com, JAKARTA – Usus buntu atau apendisitis merupakan kondisi saat apendiks atau kantung yang menjadi bagian dari usus besar mengalami peradangan. Mari kenali beberapa gejala darurat usus buntu.

Peradangan terjadi saat ada penyumbatan pada usus buntu. Penyumbatan umumnya membuat bakteri berkembang biak dengan cepat dan membuat usus menjadi iritasi dan bengkak.

Jika tidak ditangani dengan cepat, peradangan pada usus buntu bisa pecah dan melepaskan berbagai bakteri berbahaya ke sejumlah organ yang ada di dalam perut.

Pecahnya usus buntu adalah situasi yang bisa mengancam jiwa. Umumnya, kondisi pecahnya usus buntu ditandai oleh beberapa gejala yang bisa menjadi peringatan awal bagi Anda.

Apendisitis sendiri menyebabkan beberapa gejala, seperti berikut:
– sakit perut
– demam ringan
– mual
– muntah
– kehilangan selera makan
– sembelit
– diare

Tak semua orang mengalami gejala yang sama. Namun, penting bagi Anda untuk memeriksakan diri ke dokter secepat mungkin saat mengalami gejala. Mengutip Healthline, usus buntu bisa pecah setelah 48-72 jam dari munculnya gejala.

Anda disarankan untuk segera mendatangi rumah sakit jika mengalami salah satu dari gejala berikut.

1. Sakit perut
Apendisitis biasanya mengakibatkan rasa nyeri dan kram di seluruh bagian perut.
Usus buntu yang membengkak dan meradang akan mengiritasi lapisan dinding perut yang dikenal sebagai peritoneum. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa nyeri yang tajam, yang umumnya terjadi di bagian kanan bawah perut.

Namun, beberapa orang memiliki usus buntu yang terletak di belakang usus besar. Mereka umumnya akan merasakan nyeri di bagian punggung bawah atau panggul saat mengalami penyakit usus buntu.

2. Demam ringan
Apendisitis biasanya menyebabkan demam antara 37,2-38 derajat Celcius.
Pecahnya usus buntu akan menyebabkan infeksi yang dapat meningkatkan suhu tubuh. Demam lebih dari 38,3 derajat Celcius yang disertai peningkatan detak jantung bisa menandakan pecahnya usus buntu.

3. Gangguan pencernaan
Apendisitis bisa menimbulkan mual dan muntah. Anda juga mungkin kehilangan nafsu makan, sembelit, atau diare parah.
Jika Anda kesulitan buang air besar, hal ini juga menjadi salah satu tanda gangguan sebagian atau keseluruhan dari usus. (CNN)

Editor: Syarif

Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Mengintip Kisah Si Cantik asal Rantau Doyan Kendarai Vespa Piaggio
apahabar.com

Gaya

Lebih Tahan Gores, Samsung Akan Pakai Gorilla Glass Victus Terbaru
apahabar.com

Gaya

Operasi Ganti Kelamin Ratu Transgender Gagal, Begini Akibatnya
apahabar.com

Gaya

Tanah Gambut Dapat Mempercantik Kulit
apahabar.com

Gaya

AIMI: Perhatikan Kondisi Ibu dan Bayinya Ketika Berpuasa
apahabar.com

Gaya

Fase Normal Baru Buat Menginap di Hotel Tak Lagi Sama
apahabar.com

Gaya

Menahan Pipis saat Terjebak Macet Mudik Berbahaya
apahabar.com

Gaya

Sejumlah Penyakit yang Kerap Muncul Saat Berpuasa
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com