Banjir Kalsel Berbuntut Panjang, Lawyer Banua Ancam Gugat Paman Birin Jokowi Nyatakan Indonesia Bisa Kendalikan 2 Krisis BREAKING NEWS: Belasan Warga Tanah Bumbu Diduga Terjebak Longsor di Tambang Batu Bara Jokowi Sebut Potensi Wakaf Uang Bisa Tembus Rp 188 Triliun Naik 1.000 per Gram, Segini Harga Emas Antam Hari Ini

13 Pendemo Anti-Omnibus Law di Bandung Reaktif, Waspada Klaster Baru Covid-19

- Apahabar.com Kamis, 8 Oktober 2020 - 17:09 WIB

13 Pendemo Anti-Omnibus Law di Bandung Reaktif, Waspada Klaster Baru Covid-19

Polisi mengidentifikasi demonstran saat unjuk rasa di Bandung, Jawa Barat. Foto-Antara

apahabar.com, BANDUNG – Aksi anti-Omnibus Law di Bandung menjadi 13 pendemo reaktif hasil rapid test. Tak salah jika mewaspadai klaster baru Covid-19.

Wakapolrestabes Bandung, AKBP Yade Setiawan Ujung menjelaskan adanya kasus reaktif Covid-19 merupakan kekhawatiran yang terjadi. Seperti diketahui, Kota Bandung ditetapkan sebagai zona merah sebaran virus Covid-19 oleh Gugus Tugas Jawa Barat.

“Ini yang kita khawatirkan. Setiap surat pemberitahuan pelaksanaan unjuk rasa atau berkumpul kita sampaikan agar dihindari semaksimal mungkin karena kita khawatir penularan Covid-19,” ujar Yade dilansir apahabar.com dari Viva.co.id, Kamis (8/10).

Menurutnya, temuan 13 orang dari massa aksi demonstrasi reaktif Covid-19 dan dikhawatirkan menjadi klaster penularan baru. “Bayangkan kalau yang 13 reaktif ini betul-betul positif kemarin, mereka ketemu sama beberapa orang, itu semacam multilevel marketing akan menular,” katanya.

“Sejak awal kita sampaikan, kita tidak pernah mengeluarkan surat izin keramaian untuk melaksanakan unjuk rasa, karena yang kita khawatirkan itu, penularan Covid-19,” tuturnya.

Sebelumnya juga diberitakan, sebanyak 14 buruh yang ikut serta dalam aksi demo menolak pengesahan Undang Undang Cipta Kerja di Kabupaten Tangerang, Banten, dinyatakan reaktif virus Corona. Hasil itu diperoleh dari mereka yang ikut demo sebelumnya.

Hal tersebut terungkap setelah adanya pengecekan virus melalui rapid test secara acak terhadap 120 buruh yang pada Selasa, 6 Oktober 2020 turut serta dalam aksi demo.

Pemerintah tak bosan mengimbau di tengah angka pasien COVID-19 yang masih tinggi, maka jangan lupakan 3M: memakai masker, menjaga jarak dan hindari kerumunan, serta mencuci tangan.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

2 Petani di Poso Diduga Disandera MIT, 1 Ditemukan Tewas
apahabar.com

Nasional

Batas Indonesia-Malaysia di Sebatik Diukur Ulang
apahabar.com

Nasional

Berkunjung ke Jateng, Jokowi Tinjau Posko Penanganan Covid-19
apahabar.com

Nasional

Update WNI Covid-19 di LN: 558 Positif, 142 Sembuh, 29 Meninggal
apahabar.com

Nasional

Jumlah Pasien Sembuh di Indonesia Meningkat, Simak Rinciannya
Awal Ramadhan, NU Masih Menunggu Hasil Pengamatan Hilal

Nasional

Awal Ramadhan, NU Masih Menunggu Hasil Pengamatan Hilal
apahabar.com

Nasional

Pejuang Demokrasi Meninggal Bertambah Jadi 438 Orang
apahabar.com

Nasional

Isu Reshuffle, Mardani H Maming Direkomendasi Masuk Kabinet Jokowi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com