Lewat Udara, Paman Birin Salurkan Bantuan Korban Banjir dari Jokowi Pekan Ini, Rupiah Berpeluang Tembus Rp 14.000 Dini Hari, Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Sejauh 1,8 Km Kanada Bakal Cabut Larangan Terbang Boeing 737 Max Peduli Banjir Kalsel, Yayasan H Maming Kirim Bantuan ke Tanah Laut

158 Tahun Wafatnya Pangeran Antasari, ‘Haram Manyarah Waja Sampai Ka Puting’

- Apahabar.com Minggu, 11 Oktober 2020 - 11:59 WIB

158 Tahun Wafatnya Pangeran Antasari, ‘Haram Manyarah Waja Sampai Ka Puting’

Rombongan Pemprov Kalsel melakukan ziarah memperingati wafatnya Pangeran Antasari ke-158. Foto- Humas Pemprov Kalsel

apahabar.com, BANJARMASIN – Sudah 158 tahun Pangeran Antasari wafat, namun spirit Haram Manyarah Waja Sampai Ka Puting pejuang nasional Kalimantan Selatan itu, tak pernah padam hingga kini.

Pangeran Antasari lahir di Martapura 1809 dan wafat 11 Oktober 1862 di Bayan Begok, Kalimantan Tengah.

Pada 23 Maret 1968 berdasarkan SK No.06/TK/1968 oleh pemerintah RI ditetapkan sebagai pahlawan nasional dan kemerdekaan.

Hari ini tepat 158 tahun wafatnya Pangeran Antasari. Peringatan tetap digelar meski di tengah pandemi Covid-19.

Upacara Peringatan wafatnya Pangeran Antasari digelar di lokasi makam pahlawan Kalsel itu di Jalan Malkon Temon Banjarmasin, Minggu (11/10). Uparaca pagi digelar singkat namun berlangsung khidmat.

Upacara dipimpin langsung oleh Plt Gubernur Kalsel, H Rudy Resnawan. Selanjutnya rombongan melakukan ziarah dan tabur bunga di pusara Pangeran Atasari.

“Makna yang kita inginkan adalah bagaimana mengisi perjuangan Pangeran Antasari. Seperti semboyannya ‘Haram Manyarah Waja Sampai Ka Puting’,” ungkap Plt Gubernur Kalsel, Rudy Resnawan ditemui apahabar.com di lokasi kunjungan ziarah.

Haram Manyarah Waja Sampai Ka Puting merupakan bahasa Banjar. Dapat diartikan pantang menyerah, kuat sampai akhir. Digelorakan Pangeran Antasari dalam berperang mengusir penjajah.

Sebagai generasi penerus, masyarakat Kalsel hendaknya termotivasi dari perjuangan yang telah dilakukan oleh salah satu pahlawan nasional tersebut.

Rudy Resnawan berharap, peringatan wafatnya Pangeran Antasari dapat menjadi momen refleksi dan contoh bagi generasi milenial.

“Semboyannya yaitu semangat pantang menyerah memberikan motivasi kepada kita generasi muda, bahwa tidak akan berhenti berjuang sebelum mencapai apa yang kita inginkan,” pesannya.

Rombongan memulai ziarah dengan melakukan apel singkat sebagai bentuk refleksi dan penghormatan atas wafatnya almarhum Pangeran Antasari.

Usai penaburan bunga juga ada pemberian bingkisan kepada para keluarga veteran yang turut hadir.

“Kepada seluruh warga Banua, saya mengingatkan semangat almarhum Pangeran Antasari tidak boleh terputus pada saat beliau meninggal. Kita ambil maknanya bahwa perjuangan tidak pernah selesai,” ucap Danrem 101/Antasari, Brigjen TNI Firmansyah.

Semangat Pangeran Antasari, ujarnya, dapat menjadi landasan dalam bekerja dan bekerja. Terlebih, dalam situasi pandemi Covid-19 dapat diimplikasikan dengan mematuhi protokol kesehatan.

“Tentunya perjuangan pada masa beliau berbeda dengan kita sekarang yang lebih kompleks. Tetapi semangat beliau tidak pantang menyerah,” pungkas Brigjen TNI Firmansyah.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahaabr.com

Kalsel

Cerita Warga Tentang ABK Trans Power yang Tenggelam
apahabar.com

Kalsel

Turut Berduka, Kepala BPBD Kalsel Kirim Karangan Bunga untuk Almarhum Sutopo
apahabar.com

Kalsel

Hari Air Sedunia, Mapala Imbau Masyarakat Tak Membuang Sampah ke Sungai
apahabar.com

Kalsel

Gunakan Hak Pilih di Pemilu 2019, BPJS Tutup di Hari Itu
apahabar.com

Kalsel

Resmikan Terminal Baru Syamsudin Noor, Jokowi Puji Keseriusan Paman Birin
apahabar.com

Kalsel

Update Siang Ini, 5 Warga Tanah Bumbu Sembuh dari Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Kasasi Dikabulkan, Wabup HST Tetap Ingatkan Stakeholder Lindungi Meratus

Kalsel

Mengejutkan! Kotabaru Tambah 13 Orang Positif Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com