Usai Kios Pasar Kuripan Dibongkar, Pemkot Banjarmasin Incar Ruko dan TPS Veteran BMW M1 milik mendiang Paul Walker “Fast and Furious” Dilelang Rumdin Kepala Kemenag HSU Ambruk ke Air, Begini Nasib Penghuninya 2 Segmen Rampung, Jembatan Bailey Pabahanan Tala Sudah Bisa Dilewati Kenakan Sarung, Mayat Gegerkan Warga Ratu Zaleha Banjarmasin

18 Hoaks UU Cipta Kerja Temuan Kemenkominfo, Beredar di Twitter, Facebook dan Instagram

- Apahabar.com Sabtu, 10 Oktober 2020 - 22:01 WIB

18 Hoaks UU Cipta Kerja Temuan Kemenkominfo, Beredar di Twitter, Facebook dan Instagram

Hoaks UU Cipta Kerja beredar di media sosial. Foto-CNN Indonesia

apahabar.com, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyebut ada 18 isu hoaks terkait UU Cipta Kerja yang beredar di Twitter, Facebook, dan Instagram.

Isu hoaks pertama adalah yang beredar di media sosial Twitter yang menyebutkan Undang-UU Ciptaker atau Omnibus Law menghapus hak cuti haid, hamil, dan melahirkan. Kominfo mengklaim bahwa cuti haid, hamil dan melahirkan di UU Ciptaker tidak dihapus.

Pekerja atau buruh wanita diklaim tetap bisa memanfaatkan cuti tersebut di waktu yang dibutuhkan. Pasalnya ketentuan itu masih sesuai dengan yang diatur dalam UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Dilansir apahabar.com dari CNN Indonesia, isu kedua adalah UU Ciptaker menghapus ketentuan tentang pesangon bagi pekerja atau buruh yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Kominfo mengatakan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah menyampaikan UU Ciptaker tetap mengatur terkait pesangon.

Selanjutnya hoaks yang menyebutkan seorang mahasiswa di Lampung meninggal dunia saat terjadi kericuhan pada aksi massa menolak UU Ciptaker di halaman kantor DPRD Lampung. Kominfo mengklaim hanya ada korban luka dan tengah dirawat di rumah sakit, bukan meninggal dunia.

Hoak lain adalah terkait dengan foto menteri dan anggota DPR yang tidak memakai masker saat UU Ciptaker disahkan oleh DPR. Kominfo menyatakan foto tersebut merupakan foto yang diambil pada 12 Februari 2020, sebelum adanya kasus pertama positif covid-19 di Indonesia.

Hoaks lain yang diklaim Kominfo beredar adalah outsourcing diganti dengan kontrak seumur hidup; UMK, UMP, UMPS Dihapus dalam UU Ciptaker; perusahaan dapat bebas melakukan PHK karyawan; upah buruh dihitung per jam; menghapus libur hari raya dan jam salat Jumat hanya satu jam. Hoaks lain yang diklaim Kominfo beredar adalah ahli waris dari pekerja yang meninggal tidak mendapat pesangon; hilangnya jaminan sosial dan kesejahteraan; penghapusan status karyawan tetap dan diganti menjadi karyawan kontrak yang bisa diputus sepihak; UU Ciptaker disahkan agar tenaga kerja asing dapat bebas masuk ke Indonesia.

Kemudian, Kominfo juga mengklaim menemukan hoaks UU Ciptaker disusun secara diam-diam oleh DPR; video aksi demonstrasi di depan Gedung DPR dan DPRD Jawa Barat; gambar infografis di media sosial yang menunjukkan poin-poin RUU Ciptaker yang disorot buruh dan telah disahkan pada 5 Oktober 2020.

Terkahir, Kominfo menyebut selebaran bertuliskan ‘STM Bergerak’ di facebook adalah hoaks.

Tak hanya hoaks UU Ciptaker, Kominfo menyampaikan 104 hoaks tentang Covid-19 yang terjadi sepanjang 30 Januari hingga 7 Oktober telah masuk tahap penyidikan. Kepolisian disebut telah menetapkan 104 tersangka atas hoaks tersebut.

Kemudian, Kominfo mengatakan platform digital telah malakukan take down terhadap 1.738 hoaks terkait Covid-19. Saat ini 266 sedang ditindaklanjuti. Hoaks terbanyak terjadi di Facebook, kemudian disusul Twitter, YouTube, dan Instagram.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Ada Peserta Demo Positif Covid-19, Satgas: Sayangi Keluarga
apahabar.com

Nasional

Muhammadiyah Tegur Habib Rizieq Terkait Kerumunan massa
apahabar,com

Nasional

Ketua GP Al Washliyah Sorot Video Mesum Mahasiswi Banjarmasin
apahabar.com

Nasional

Ini Alasan Tito Karnavian Ganti Kapolda NTB dengan Brigjen Pol Nana Sujana
apahabar.com

Gaya

Simpel, Muat 4 Orang Berkapasitas 266cc Seharga Motor!
apahabar.com

Nasional

90 Petugas KPPS Meninggal, KPU: Akan Diusulkan Dapat Santunan
Sutarti

Kalsel

Suami Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Dikenal Penanambaan
apahabar.com

Nasional

Peneliti Sebut Tiga Varian Virus Corona Menyebar ke Seluruh Dunia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com