Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen Waspada Penularan Covid-19 di Libur Panjang, Disdik Banjarmasin Imbau Pelajari Patuhi Prokes Bikin Haru, Simak Curahan Mama Lita MasterChef Indonesia Pasca-ditinggal Suami BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah

5 Masalah Jika Tidur Kurang dari 7 Jam

- Apahabar.com Kamis, 22 Oktober 2020 - 08:03 WIB

5 Masalah Jika Tidur Kurang dari 7 Jam

Waspadai dampak buruk jika tidur Anda kurang dari 7 jam. Foto-Ilustrasi/Pixabay

apahabar.com, JAKARTA – Waspadai dampak buruk jika tidur Anda kurang dari 7 jam.
Diketahui, tidur merupakan kebutuhan bagi semua orang. Tidur menjadi salah satu kunci utama kesehatan, baik fisik maupun psikis.

Orang dewasa disarankan untuk tidur selama 7-9 jam setiap malam. Kurang dari itu, beberapa dampak buruk bisa mengintai Anda.

Sayang, di tengah dunia yang semakin sibuk, banyak orang di zaman kiwari tak mendapatkan tidur yang cukup. Padahal, kondisi itu berisiko pada sejumlah masalah kesehatan.

“Rata-rata orang yang melaporkan tidur kurang dari tujuh jam secara rutin berisiko terhadap banyak penyakit,” ujar Direktur National Center of Sleep, Michael Twery, mengutip Livestrong.

Apa saja yang akan terjadi saat seseorang tidur kurang dari tujuh jam per hari?

1. Obesitas

Kurang tidur berhubungan dengan kelebihan berat badan atau obesitas. Tinjauan pada Oktober 2018 di BMJ Open Sport & Exercise Medicine menemukan, orang yang memiliki kebiasaan tidur kurang dari tujuh jam saat malam cenderung memiliki indeks massa tubuh lebih tinggi dan mengalami obesitas.

“Saat Anda kurang tidur, tubuh mengurangi pelepasan leptin, hormon yang membantu menekan nafsu makan dan mendorong tubuh menggunakan energi,” kata spesialis tidur, Michael Breus.

Sementara leptin ditekan, hormon ghrelin yang menstimulasi nafsu akan meningkat. Bayang-bayang obesitas kian dekat, ditambah kurang tidur membuat Anda malas bergerak seharian.

2. Diabetes

Penyakit tidak menular satu ini siap menyerang siapa saja yang memiliki gaya hidup buruk termasuk kurang tidur. Studi yang diterbitkan di Oman Medical Journal menemukan hubungan antara kurang tidur dan diabetes tipe 2.

“Orang paruh baya dan orang tua yang kurang tidur dua kali lebih mungkin mengalami diabetes tipe 2 daripada orang yang cukup istirahat. Tidur membantu mengatur glukosa dan metabolisme. Kurang tidur juga mengakibatkan lonjakan kortisol yang bisa membuat sel lebih resisten terhadap insulin,” jelas Breus.

3. Penyakit jantung

Kurang tidur juga membahayakan jantung, terutama berkontribusi pada aterosklerosis. Berdasarkan studi yang diterbitkan di Journal of the American College of Cardiology menyebut, kurang tidur mengakibatkan penumpukan plak pada arteri atau aterosklerosis.

Sementara itu, studi pada Juli 2020 yang diterbitkan di Psychosomatic Medicine menemukan, orang yang menghabiskan tidur dalam waktu minim memiliki tekanan darah lebih tinggi.

4. Sistem imun menurun

Tidur cukup juga jadi bentuk upaya menjaga sistem imun tubuh. Dalam penelitian pada September 2015, orang yang tidur enam jam semalam atau kurang empat kali lebih mungkin mengalami flu.

Breus mengatakan, tidur yang buruk mengurangi produksi dan pelepasan sitokin, sebagai protein serbaguna yang membantu sistem kekebalan merespons ancaman. “Ketika Anda kurang tidur, tubuh Anda tidak dapat bertindak secepat itu,” imbuh dia.

5. Menurunkan fungsi kognitif

Dalam jangka pendek, kurang tidur mengakibatkan kurang fokus, sulit mencerna informasi, dan sulit menciptakan ide-ide baru. Menurut Division of Sleep Medicine di Harvard Medical School, kurang tidur juga cenderung membuat Anda lebih banyak melakukan kesalahan.

“Saat Anda tidur kurang dari enam jam, reaksi Anda jadi 30 persen lebih lambat dan lebih buruk saat jam tidur makin sedikit,” ujar Breus.

Selain itu, suasana hati juga jadi berantakan. Anda jadi lebih sensitif dan cepat merasa cemas. Twery mengatakan, saat kurang tidur, tubuh akan kesulitan mengatur hormon stres dan kortisol yang bisa memengaruhi emosional Anda.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Remdesivir vs Obat Generik Murah Cegah Kematian Covid-19, Ini Kata Pakar
apahabar.com

Gaya

Cegah Covid-19 ke Anak, Khasiat Kayumanis dan Lemon Bisa Jadi Antiseptik Alami
apahabar.com

Kesehatan

Covid-19 Mengalami Perubahan Genetik, Terdapat 7 Strain

Kesehatan

Tubuh Keluarkan Keringat Berlebih di Malam Hari, Ketahui Sebabnya
apahabar.com

Kesehatan

Kenali Glaukoma pada Anak, Apa Penyebab dan Gejalanya?
apahabar.com

Kesehatan

Ibu Positif Covid-19 Bolehkan Beri ASI?
apahabar.com

Kesehatan

Uang Kertas Menyebarkan Covid-19, Benarkah?

Kesehatan

Cara Unik Deteksi Penyakit Melalui Suara, dari Depresi Hingga Jantung
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com