Netizen Gagal Paham Soal Bingkisan SHM-MAR, Bawaslu: Sarung Boleh LIBUR PANJANG, Bandara Syamsudin Noor Mulai Bersiap BNNP Kalsel Sukses Gagalkan Transaksi 1 Kilogram Sabu di Komplek Citra Garden Kabupaten Banjar Pejabat Terpapar Covid-19, Pjs Wali Kota Banjarbaru Minta ASN Pedomani Prokes BREAKING NEWS! Kepala Bappeda Tanbu Meninggal Dunia

59 Mumi Berusia Ribuan Tahun Ditemukan di Mesir

- Apahabar.com Minggu, 4 Oktober 2020 - 13:46 WIB

59 Mumi Berusia Ribuan Tahun Ditemukan di Mesir

Sarkofagus berisi mumi berusia 2.500 tahun ditemukan di Mesir. Foto-AFP

apahabar.com, JAKARTA – 59 peti mati kayu kuno atau sarkofagus ditemukan Arkeolog di Mesir. Peti mati tersebut berisi mumi berusia 2.500 tahun.

Peti-peti ini digali dan ditemukan dalam beberapa pekan terakhir dan baru diumumkan pada Sabtu (3/10) kemarin.

Ketika salah satu sarkofagus dibuka, tampak tubuh mumi yang dibungkus kain pemakaman yang bertuliskan hieroglif dalam warna-warna cerah. Sarkofagus kuno itu sendiri dipenuhi hiasan.

Penemuan dramatis itu digali di selatan Kairo di kuburan Saqqara yang luas, pekuburan ibu kota Mesir kuno Memphis, sebuah situs Warisan Dunia UNESCO.

“Kami sangat senang dengan penemuan ini,” kata Mostafa Waziri, sekretaris jenderal Dewan Purbakala Tertinggi seperti dikutip AFP.

Sebelumnya tiga pekan lalu, tim sudah mengumumkan temuan 13 peti mati kuno. Mereka lantas menemukan lebih banyak lagi peti setelah menggali lebih dalam di kedalaman hingga 12 meter (40 kaki).

Diperkirakan sejumlah peti mati tambahan yang belum diketahui masih terkubur di sana. Menteri Pariwisata dan Barang Antik Mesir, Khaled al-Anani, mengatakan di situs temuan sarkofagus itu, dekat dengan piramida Djoser yang berusia 4.700 tahun.

“Jadi hari ini bukan akhir dari penemuan, saya anggap itu awal dari penemuan besar,” ujarnya.

Peti mati, yang disegel lebih dari 2.500 tahun yang lalu, berasal dari periode akhir Mesir kuno, dari sekitar abad keenam atau ketujuh SM, tambah menteri itu.

Penggalian di Saqqara dalam beberapa tahun terakhir telah menemukan banyak artefak, mumi ular, burung, kumbang scarab, dan hewan lainnya.

Penemuan peti mati itu adalah pengumuman besar pertama sejak wabah Covid-19 di Mesir. Pandemi ini telah menyebabkan penutupan museum dan situs arkeologi selama sekitar tiga bulan mulai akhir Maret.

Anani mengatakan, semua peti mati itu akan dibawa ke Museum Besar Mesir (GEM) yang akan segera dibuka di dataran tinggi Giza.

Mesir berharap kesibukan penemuan arkeologi dalam beberapa tahun terakhir dan GEM akan meningkatkan sektor pariwisata vital negara itu. Pasalnya, Mesir telah mengalami banyak guncangan sejak pemberontakan Musim Semi Arab 2011 hingga pandemi Covid-19.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Tiga Hari Berturut, di Brasil Catat 1000 Kasus Kematian Covid-19
apahabar.com

Internasional

Korea Selatan Wajibkan Tes Covid-19 Bagi Tentara AS
apahabar.com

Internasional

Tengok Faskes Militer, Trump Pertama Kali Pakai Masker
apahabar.com

Internasional

Kampanye Capres AS, Biden Serang Penanganan Covid-19, Trump Janji Pandemi Segera Berakhir
apahabar.com

Internasional

Bank Sentral Dunia Bahas Mata Uang Digital
apahabar.com

Internasional

Google dan Apple Hilangkan Palestina dari Peta, Cek Faktanya
apahabar.com

Internasional

57 Warganya Tewas, Kanada Peringatkan Iran
apahabar.com

Internasional

Penembakan di Masjid Selandia Baru, Tiga WNI Selamat, Tiga Lainnya Belum Ada Kabar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com