Perhatian! PT KPP Rantau Ngutang Pajak Alat Berat Rp 1,8 M Warung Jablay di HSS Meresahkan, MUI Ngadu ke DPRD Jelang Pencoblosan, Warga Kalsel Diimbau Jangan Telan Mentah-Mentah Berita Medsos Disbudpar Banjarmasin Rilis Dua Wisata Baru, Cek Lokasinya Otsus Jilid Dua, Semangat Baru Pembangunan Papua

Ada Subsidi Bunga KPR dan Kredit Kendaraan, Catat Syaratnya

- Apahabar.com Minggu, 4 Oktober 2020 - 14:48 WIB

Ada Subsidi Bunga KPR dan Kredit Kendaraan, Catat Syaratnya

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan resmi menerbitkan aturan yang memberikan subsidi bunga terhadap debitur kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit kendaraan. Foto-BTN

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan resmi menerbitkan aturan yang memberikan subsidi bunga terhadap debitur kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit kendaraan.

Aturan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 138/2020 tentang Tata Cara Pemberian Subsidi Bunga/Subsidi Margin, yang merevisi PMK sebelumnya yaitu PMK Nomor 85/2020.

Adapun, aturan ini ditetapkan tanggal 25 September 2020 oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan diundangkan tiga hari selanjutnya atau tanggal 28 September 2020.

Dalam beleid baru ini, debitur KPR yang bisa mendapatkan insentif subsidi bunga sampai dengan tipe 70. Sedangkan untuk debitur kredit kendaraan untuk usaha produktif, termasuk yang digunakan untuk ojek dan/atau usaha informal.

“Pemberian subsidi bunga/subsidi Margin bertujuan untuk melindungi, mempertahankan, dan meningkatkan ekonomi debitur dalam menjalankan usahanya sebagai bagian dari upaya mendukung program PEN,” bunyi Pasal 2 yang dikutip, Sabtu (3/10/2020).

Subsidi bunga ini berlaku hanya selama enam bulan terhitung sejak tanggal 1 Mei 2020 dan paling lama sampai dengan 31 Desember 2020. Adapun, subsidi bunga/subsidi margin program PEN diberikan kepada debitur perbankan, perusahaan pembiayaan, dan Lembaga Penyalur Program Kredit Pemerintah yang memenuhi persyaratan.

Persyaratan untuk debitur perbankan dan perusahaan pembiayaan sebagai berikut:

a. Merupakan Usaha Mikro, Usaha Kecil, Usaha Menengah, Koperasi, dan/ atau debitur lainnya dengan plafon Kredit/Pembiayaan paling tinggi Rp 10 miliar;
b. Memiliki Baki Debet Kredit/Pembiayaan sampai dengan 29 Februari 2020;
c. Tidak termasuk dalam Daftar Hitam Nasional untuk plafon Kredit/Pembiayaan di atas Rp 50 juta;
d. Memiliki kategori performing loan lancar atau kolektibilitas 1 atau 2 dihitung per 29 Februari 2020; dan
e. Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak atau mendaftar untuk mendapatkan Nomor Pokok Wajib Pajak.

 

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Korban Meninggal Akibat Virus Corona Bertambah Lagi
apahabar.com

Nasional

Bupati Tanah Laut Bantah Masuk Pengurus Golkar
apahabar.com

Nasional

Herman Terduga Pembunuh Levi di Mata Ibunda: Dia Tak Suka Bikin Onar
apahabar.com

Nasional

Prabowo: Indonesia Tak Perlu Ragu Belajar dari China
apahabar.com

Nasional

Adelia ‘Spiderman’ Cilik Asal Pekalongan Mulai Latihan Panjat Tebing
apahabar.com

Nasional

Jokowi Bubarkan Gugus Tugas Covid-19, Ini Penggantinya
apahabar.com

Nasional

NU Rekomendasikan Bisnis MLM Haram
apahabar.com

Nasional

Jakarta Banjir, Lebih dari 159 Sekolah Diliburkan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com