Begal Sadis Mengintai Sopir Travel, Simak Imbauan Tim Macan KalselĀ  Vonis Mati Pembawa Sabu Ratusan Kilo di Tabalong, Terdakwa Langsung Banding Dihantam Covid-19, Pajak Hiburan Kota Banjarmasin 0 Persen! Pembantaian Sekeluarga di Sigi Sulteng, TNI Terjunkan Pasukan Khusus Berjuang untuk Keluarga, Legimin Tetap Semangat Jualan Kerupuk di Tengah Pandemi

Akibat Pandemi Covid-19, Ratusan Pengidap HIV di Banjarbaru Gagal Terdeteksi

- Apahabar.com Kamis, 8 Oktober 2020 - 15:19 WIB

Akibat Pandemi Covid-19, Ratusan Pengidap HIV di Banjarbaru Gagal Terdeteksi

Ilustrasi. Foto-net

apahabar.com, BANJARBARU – Pandemi Covid-19 mengakibatkan Dinas Kesehatan Banjarbaru sulit mendeteksi pengidap HIV di wilayah berjuluk Kota Idaman itu.

Tadinya, target temuan Dinas Kesehatan Banjarbaru berjumlah 1.000 pengidap HIV. Namun hingga hari ini, baru 400 orang terdeteksi HIV.

Dengan demikian, 600 pengidap HVI belum terdeteksi, sesuai dengan target temuan yang dicanangkan Dinas Kesehatan Banjarbaru.

apahabar.com

Koordinator Surveilen Covid-19 Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Edi Sampana. Foto-apahabar.com/Nurul Mufidah

“Sejak April 2020 selama pandemi maka tempat-tempat yang ada resiko, tutup atau tidak ada kegiatan. Kami tidak bisa ke lembaga pemasyarakatan, tidak bisa ke karaoke, tempat billiard, hotel-hotel karena kebanyakan tutup,” ujar Koordinator Surveilen Covid-19 Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Edi Sampana kepada apahabar.com, Kamis (8/10/2020).

Karena itu kata Edi Sampana temuan kasus HIV di Banjarbaru seakan akan menurun. Padahal diyakini Edi Sampana tidak.

Meski demikian, Edi Sampana mengatakan Dinas Kesehatan Banjarbaru masih berupaya menemukan ratusan pengidap HIV/Aids dengan cara sosialisasi.

Hal ini sesuai dengan komitmen Pemerintah Kota Banjarbaru sendiri, yakni ingin penanganan HIV/Aids sedini mungkin.

Sehingga banyak masyarakat terselamatkan, sebab faktanya HIV tidak membawa kematian jika ditangani lebih awal.

“Karena itu kita berusaha menemukan 600 tadi yang belum terdeteksi dengan proaktif dengan actif action. Kita tidak menunggu orang itu sakit baru kita obati,” terang Edi Sampana.

“Sebaliknya ketika orang itu sehat kita obati agar tetap sehat. Karena HIV tidak membawa kematian kalau disiplin meminum obat yang disediakan pemerintah,” lanjut Edi Sampana.

Adapun mereka yang beresiko tinggi terkena HIV/Aids adalah pria tidak setia, wanita tuna susila (WTS), waria, pengguna narkoba suntik dan lelaki seks lelaki.

Editor: Zainal Muttaqin - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Semarak MTQ Ke-51, Ratusan Kafilah Ikuti Pawai Taaruf
apahabar.com

Kalsel

Sederet Bacalon Kepala Daerah Banjarmasin Absen Deklarasi Prokes, Ke Mana Mereka?
apahabar.com

Kalsel

Besi Tua JPO Antasari Bakal Dilelang
apahabar.com

Kalsel

Mudik Saat Pandemi, Warga Banjarmasin Wajib Kantongi Syarat Tertentu
apahabar.com

Kalsel

Polisi: Kasus Pelecehan Anak di Banjarmasin Berpotensi Meningkat
apahabar.com

Kalsel

10 ASN Banjarmasin Positif Covid-19, Wali Kota Bantah Kluster Perkantoran
apahabar.com

Kalsel

Kemenkumham Kalsel Gelar Sosialisasi Layanan Jaminan Fidusia
apahabar.com

Kalsel

BPBD: Delapan Unit Rumah di Gambut Rusak Diterjang Puting Beliung
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com