Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri Hasil Liga Champions, Tanpa Ronaldo Juventus Ditekuk Barcelona, Messi Cetak Gol, Skor Akhir 2-0

Aksi Tolak UU Cipta Kerja di Palangka Raya Kalteng Sempat Ricuh

- Apahabar.com Kamis, 8 Oktober 2020 - 20:23 WIB

Aksi Tolak UU Cipta Kerja di Palangka Raya Kalteng Sempat Ricuh

Polisi saat mengamankan salah satu pendemo. Foto-apahabar.com/Tiva

apahabar.com, PALANGKA RAYA — Aksi ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Palangka Raya, menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja di depan Gedung DPRD Kalteng, Kamis (8/10) sempat ricuh.

Sebab ratusan mahasiswa mencoba memaksa masuk ke halaman kantor wakil rakyat ini, dengan menerobos barikade polisi.

Saling dorong pun tak terelakkan antara mahasiswa dan polisi, karena mereka ngotot mencoba masuk ke dalam, ingin bertemu langsung wakil rakyat.

Padahal Kapolresta Palangka Raya, Kombes Dwi Tunggal Jaladri berkali-kali mengatakan, bahwa tidak ada satupun anggota dewan berada di tempat, karena sedang kunjungan kerja.

apahabar.com

Aksi ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Palangka Raya, menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja di depan Gedung DPRD Kalteng, Kamis (8/10). Foto-apahabar.com/Tiva

Begitupun ketika salah satu staf sekretariat DPRD Kalteng menemui para demonstran, juga mengatakan hal yang sama. Tetapi mereka seolah tidak percaya.

Akibatnya aksi memanas, karena keinginan mereka untuk bisa bertemu langsung wakil rakyat tidak terpenuhi.

Ada yang membakar ban di tengah aksi dan ada yang melempar botol air mineral ke arah polisi. Bahkan ada yang melempar batu, yang mengenai dada salah satu anggota polisi.

Polisi pun langsung beraksi dan gerbang masuk diblokade dengan mobil water canon untuk berjaga-jaga, jika aksi semakin memanas.

Kendati sempat terjadi aksi saling dorong, namun para mahasiswa tidak berhasil mendobrak barikade polisi.

Akibatnya sejumlah mahasiswa yang diduga merupakan provakator, sempat diamankan saat aksi.

Bahkan Rektor Universitas Palangka Raya, Andre Elia Embang, datang ke lokasi, untuk menenangkan mahasiswanya.

Setelah melalui negosiasi cukup lama, akhirnya mahasiswa bersedia membubarkan diri dan sepakat menyerahkan pernyataan sikap ke perwakilan staf DPRD Kalteng.

Tetapi mereka memberikan waktu 2 x 24 jam bisa mendapatkan kepastian atas tuntutan mereka.

Tiga tuntutan aksi mereka adalah meminta anggota DPR-RI dapil Kalteng dan anggota DPRD Kalteng menolak UU Cipta Kerja.

Kemudian meminta memberikan pernyataan sikap menolak. Terakhir memberikan bukti penolakan berupa video.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Asosiasi Pengusaha Walet di Kapuas Tak Kunjung Terbentuk, Diduga Ini Penyebabnya
apahabar.com

Kalteng

Polisi Tangkap Seorang Terduga Pembakar Lahan di Buntok
apahabar.com

Kalteng

Setelah Mantap ‘Cerai’ Sugianto Sabran di Pilkada Kalteng Mendatang, Habib Ismail Wait and See
apahabar.com

Kalteng

Alasan Kesehatan, Plt Kadinsos Mundur dari Jabatan
apahabar.com

Kalteng

Stafsus Milenial Kepresidenan Optimistime Kerajinan Getah Nyahu Kalteng Tembus Pasar Ekspor
apahabar.com

Kalteng

Tukang Pijat Cabul di Kapuas, Ternyata Pernah Jadi Korban Sodomi
apahabar.com

Kalteng

Tiga Remaja Diamankan Satpol PP di Taman Askari Kapuas
apahabar.com

Kalteng

Masih Dikaji PDIP, Riban-Rudi Tetap Optimistis Dapat Rekomendasi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com