Kobaran Api Kembali Gegerkan Warga Patmaraga Kotabaru Cara Cek Pengumuman CPNS 2019 Hari Ini, Login sscn.bkn.go.id, Berikut Website & Panduan Lengkapnya 150 Rumah Hangus Terbakar, Simak Kronologi Lengkap Kebakaran di Kotabaru Alasan Mengapa Api di Patmaraga Kotabaru 5 Jam Baru Padam Si Jago Merah Mengamuk di Kotabaru: Berkobar Berjam-jam, Ratusan Rumah Ludes Terbakar!

Alasan Pembakal Isah Tutup Jalan Sungai Puting Tapin

- Apahabar.com Selasa, 6 Oktober 2020 - 00:06 WIB

Alasan Pembakal Isah Tutup Jalan Sungai Puting Tapin

Baliho rencana penutupan Jalan Sungai Puting terpampang. Foto-Istimewa

apahabar.com, RANTAU – Jalan lintas nasional di Sungai Puting, Kecamatan Candi Laras Utara, Kabupaten Tapin terancam ditutup paksa pada 14 Oktober.

Tanah dengan panjang 200 miter persegi dan lebar 25 miter persegi itu diklaim milik tokoh masyarakat Tapin, H Syahrani akrab disapa Pambakal Isah Tamberangan.

Dikatakan tim kuasa hukum H Syahrani bahwa keputusan untuk melakukan upaya hukum dan menduduki fisik lahan itu karena perampasan hak terhadap kliennya dan tanpa izin.

“Perampasan hak dan tanpa izin. Apalagi tidak melakukan ganti rugi dengan alasan tanah sudah dihibahkan, tanpa bisa menunjukkan surat hibah. Sedangkan dari Pemerintah Desa, Kecamatan dan Kabupaten Tapin telah tegas menyatakan tidak pernah ada ganti rugi,” ujar pengacaranya Badrul Ain Sanusi Al Afif kepada apahabar.com, Senin, (5/10) melalui whatsppnya.

9 Juli 2020, lalu di PUPR Kalsel semua instansi dan yang bersangkutan hadir dalam rapat perihal Tindaklanjut dan Penyelesaian Sengketa Lahan Ruas Jalan Marabahan-Margasari.

apahabar.com

Badrul Ain Sanusi Al Afif (Dasi Merah) pengacara H Syahrani alias Pembakal Isah

“PUPR Kalsel, hianati hasil rapat dengan beberapa instansi terkait. Kita sudah sepakat selesai dengan damai melalui musyawarah yang libatkan instansi dan aparat terkait. Pasca-rapat PUPR menghianati kita, artinya plintat plintut, mempermainkan dan pelecehan terhadap kita dan pihak yang hadir,” ujarnya kesal.

PUPR Kalsel, dikatakan Badrul, tidak memenuhi janji untuk melakukan mediasi di pengadilan negeri.

“Alasan yang tidak logis. Nunggu BPN dan Kehutanan masalah status tanah yang saat rapat tidak dibicarakan, selanjutnya minta gugat normal tanpa kesepakatan mediasi,” ujarnya.

Dikatakan Badrul, pihak mereka sudah melakukan niatan baik, namun sekarang pilihannya ganti atau pindahkan ruas jalan jangan di atas tanah milik kliennya.

“Kita sangat kecewa, seorang tokoh masyarakat dan orang tua yang sudah sangat baik dan bijak, dilecehkan PUPR bersama koloninya,” ujarnya.

Kata Badrul, andai pada awalnya meminta tanah itu untuk dihibahkan secara baik, H Syahrani dengan ikhlas memberikan. Apabila diganti rugi pun akan disumbangkan ke tempat ibadah.

“Akibat sikap pemerintah provinsi (PUPR Kalsel) yang lecehkan dan semena-mena tersebut, maka kami wajib melawan agar tidak ada masyarakat yang mengalami hal serupa dengan alibi untuk kepentingan umum,” ujarnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Foto dan Video Keseruan “Banua Bersholawat” bersama Habib Syech
apahabar.com

Kalsel

Antisipasi Kerumunan Massa di Pilkada 2020, Bawaslu Banjarbaru Godok Pokja Gabungan
apahabar.com

Kalsel

Dewan Evaluasi Anggaran Pilkada Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Duh, Sebagian Warga Desa Binawara Tanbu Masih BAB di Sungai
apahabar.com

Kalsel

Pokir Belum Banyak Terakomodir, DPRD Tabalong Belajar ke HSS
apahabar.com

Kalsel

ULM Alokasikan Dana Hibah Rp4,8 M untuk Beasiswa Mahasiswa dan Disertasi Dosen
apahabar.com

Kalsel

Satgas Covid-19 Visitasi Bioskop XXI Duta Mall Banjarmasin, Mau Buka Lagi?
apahabar.com

Kalsel

Mobil Satlantas Polres Tala Terlibat Kecelakaan Beruntun di Nusa Indah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com