Hasil Visum: 2 Anak yang Diduga Dibunuh Ibu di Benawa HST Mati Lemas! Orbawati Buron, Nasdem Tanah Laut Fokus Menangkan BirinMu Detik-Detik Akhir Kampanye, Bawaslu RI Turun ke Banjarmasin Bisnis Terselubung, Polisi Kotabaru Tangkap 2 Pelaku TV Kabel Terpapar Covid-19, Kemenag Tutup Satu Ponpes di Palangka Raya

Aliansi Dokter Dunia Sebut Covid-19 Tak Ada, Satgas: Misinformasi!

- Apahabar.com Selasa, 27 Oktober 2020 - 10:45 WIB

Aliansi Dokter Dunia Sebut Covid-19 Tak Ada, Satgas: Misinformasi!

Video viral Aliansi Dokter Dunia. Foto-detikHealth

apahabar.com, JAKARTA – Sekelompok orang mengatasnamakan Aliansi Dokter Dunia mengklaim Covid-19 sebenarnya tidak ada. Mereka menyamakan Covid-19 dengan flu biasa dan menganggap tes PCR tidak akurat.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menegaskan klaim yang disampaikan dalam video viral tersebut adalah misinformasi.

“Konten informasi dalam video ini dapat diidentifikasikan sebagai misinformasi yang muncul dengan menyamakan Covid-19 dengan influenza,” kata Prof Wiku, dikutip dari detikcom.
“Kita tahu penyebab, dinamika transimisi dan akibat dari keduanya pun berbeda,” tegas Prof Wiku.

Dokter jantung yang juga relawan Covid-19, dr Vito A Damay, SpJP(K) juga mempertanyakan klaim aliansi itu bahwa tes PCR (polymerase chain reaction) tidak akurat. Terlepas dari akurasi tes, penyakit ini menurut dr Vito telah memicu berbagai komplikasi pada pasien.

“Pertanyaannya tugas mereka selama ini di mana sebagai dokter. Masa sih nggak tahu kalau virus ini bikin pneumonia,” kata dr Vito.

“Bagaimana menjelaskan timbulnya penyakit pneumonia dengan gambaran GGO (ground glass opacity) pada pasien pasien yang terkonfirmasi COVID-19? Kalau belum bisa dijelaskan, artinya ya kita tetap harus waspada,” tegas dr Vito.

Maraknya hoaks dan misinformasi seperti disampaikan Aliansi Dokter Dunia dikhawatirkan berpengaruh pada respons individu dalam menyikapi pandemi. Di antaranya jadi tidak patuh lagi pada protokol pencegahan, serta tidak percaya pada vaksin maupun guideline pengobatan medis yang berlaku.

“Masyarakat harus didorong untuk mengevaluasi kredibilitas informasi serta merujuk informasi tentang Covid-19 kepada lembaga yang dapat dipercaya seperti WHO, PBB, CDC,” pesan Prof Wiku.

“Di Indonesia tentunya sumber terpercaya diperoleh dari Kemenkes dan Satgas Covid-19,” tegasnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Berkunjung ke Jateng, Jokowi Tinjau Posko Penanganan Covid-19
apahabar.com

Nasional

Aklamasi, Teguh Santosa Pimpin JMSI Pusat
apahabar.com

Nasional

Asyik! RUU Cipta Kerja Bolehkan Karyawan Nikahi Teman Sekantor
apahabar.com

Nasional

Baru 19 Persen, Jokowi: Serapan Stimulus Penanganan Covid-19 Belum Optimal
apahabar.com

Nasional

Aliansi Dokter Dunia Sebut Covid-19 Serupa Flu Biasa, Ini Alasannya
apahabar.com

Nasional

Sah! Dibayar Lunas, Indonesia Resmi ‘Miliki’ Freeport
apahabar.com

Nasional

Besok, Warga Rusia Dievakuasi dari Bali
apahabar.com

Nasional

Tangani Covid-19, Jokowi Minta Pimpinan Daerah Harus Bisa Atur Gas Rem
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com