BREAKING! KPK Geledah Rumah Bupati HSU, Spanduk Panjang Membentang Digeledah KPK, Rumah Bupati HSU Abdul Wahid Jadi Tontonan Warga Terungkap, Keberadaan Bupati HSU Abdul Wahid Saat Penggeledahan KPK Kronologi Lengkap Penggeledahan KPK di Rumah Bupati HSU Abdul Wahid Rumahnya Digeledah KPK, Bupati HSU Abdul Wahid Menghilang

AMAN HSS Pertanyakan Jabatan Plt Damang Dayak Meratus Kalsel

- Apahabar.com     Selasa, 20 Oktober 2020 - 09:53 WITA

AMAN HSS Pertanyakan Jabatan Plt Damang Dayak Meratus Kalsel

Pengurus Bidang OKK PD AMAN HSS, Dimas, yang juga seorang tokoh masyarakat adat dari Dusun Mawak, Desa Ulang, Kecamatan Loksado, Kabupaten HSS. Foto-dok.apahabar.com

apahabar.com, KANDANGAN – Pengurus Daerah (PD) Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Hulu Sungai Selatan (HSS) mempertanyakan adanya seseorang yang mengaku sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Damang Adat Kalsel.

“Sepengetahuan para tokoh adat se-Kalsel, tidak pernah ada penunjukan Plt. Karena menunjuk Plt pun harus dilakukan musyawarah se-Kalsel,” ucap Dimas, Pengurus Bidang Organisasi Kaderisasi Kemasyarakatan (OKK) PD AMAN HSS, Senin (19/10) malam.

Dimas menyayangkan jika benar ada penunjukan Plt Damang, maka itu dilakukan secara sepihak. Menurutnya, tanpa dihadiri seluruh tokoh se-Kalsel, penunjukkan Plt Damang tidak memenuhi syarat dan tidak sah.

“Masa, semisal cuma dihadiri beberapa tokoh, lalu bapandiran (berbincang, red) di ruangan dan ditetapkan Plt,” ucap warga Dusun Mawak, Desa Ulang, Kecamatan Loksado itu, kepada apahabar.com.

Dimas menegaskan sepeninggal wafatnya Damang Ayal Kusal, jabatan Damang Kalsel masih kosong. Belum ada musyawarah resmi dalam penetapan pengganti maupun pengganti sementara.

Sebenarnya, kata dia, ada jabatan Wakil Damang di dalam organisasi tersebut. Namun, posisi itu juga sedang kosong.

“Selebihnya, tidak ada jabatan lain selain jabatan Damang Kabupaten,” jelasnya.

Dimas khawatir nama adat bahkan nama Kademangan dijual oleh oknum tertentu. Terlebih, untuk memanfaatkan keuntungan pribadi, dan menjual nama adat ke perusahaan.

Sebelumnya, terjadi pertemuan tokoh adat di Banjarmasin yang menghasilkan pernyataan sikap terkait adanya putusan sebuah organisasi kemasyarakatan (Ormas) dari luar Kalimantan Timur.

Ormas dari Kaltim itu menggelar sidang di Kabupaten Tanah Bumbu untuk menyikapi tuduhan adanya perusahaan pertambangan yang dinilai melanggar hak adat dan hak ulayat masyarakat.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Bioskop XXI Duta Mall Kembali Beroperasi, Jubir Covid-19: Pacu Imunitas Warga
apahabar.com

Kalsel

BPS: Orang Miskin di Kalsel Berkurang Ribuan Jiwa
PPKM Mikro

Banjarbaru

PPKM Mikro Diperpanjang, Banyak Kafe di Banjarbaru yang Nakal
apahabar.com

Kalsel

Tiga Wilayah Kalsel Berpotensi Hujan
apahabar.com

Kalsel

Tata Reklame, Pemkot Banjarmasin Bentuk Tim Terpadu

Kalsel

Amankan Pilgub Kalsel 2020, Polres Tapin Siapkan 258 Personel
apahabar.com

Kalsel

Gerakan Nasional Revolusi Mental di Kalsel, Ratusan Petugas Bersihkan Sungai Besok
apahabar.com

Kalsel

BMKG Prakirakan 5 Daerah di Kalsel Hujan Disertai Petir
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com