Geger Pria di Kelumpang Kotabaru Tewas Diduga Disengat Ratusan Lebah Membeludak, Warga Barabai Terobos Kantor Disprindagkop Demi BLT UU Cipta Kerja, Ketum Hipmi Yakin Indonesia Lolos dari Midlle Income Trap Live Streaming Man City vs Porto, Link Siaran Langsung Liga Champions di SCTV-Vidio.com Malam Ini Jembatan Terpanjang Kedua Indonesia di Kaltim Sudah 90 Persen Beres

Anak-anak Ikut Demo UU Cipta Kerja, Komisi Nasional PA: Memprihatinkan!

- Apahabar.com Kamis, 15 Oktober 2020 - 08:15 WIB

Anak-anak Ikut Demo UU Cipta Kerja, Komisi Nasional PA: Memprihatinkan!

Ketua Komisi nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Ribuan anak diketahui ikut dalam aksi demonstrasi menolak UU Cipta Kerja . Di DKI Jakarta, aparat mengamankan ratusan demonstran berstatus pelajar.

“Memprihatinkan. Anak-anak berstatus pelajar tersebut disinyalir didatangkan dari berbagai daerah untuk saling lempar dengan aparat keamanan dalam aksi demonstrasi untuk menciptakan situasi memanas dan gaduh,” ujar Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait, seperti dikutip dari Okezone, Kamis (15/10).

Komisi Nasional Perlindungan Anak pun meminta agar anak-anak tidak dilibatkan dalam aksi menolak Undang-Undang Cipta Kerja yang baru disahkan DPR RI.

Melibatkan anak dalam demonstrasi, kata Arist, merupakan tindakan eksploitasi.

Hal yang sama ternyata juga terjadi di Medan, Makassar, Bandung, Pontianak, Pematangsiantar, Jawa Timur, dan Batam. Para siswa terlibat dalam demonstrasi untuk berbuat kericuhan.

Banyak anak yang diamankan aparat kepolisian sebelum sampai pada arena domonstrasi mengaku bahwa mereka dikerahkan melalui sistem pesan berantai menggunakan media sosial. Mereka juga tidak tahu apa yang diperjuangkan.

“Kami hanya diperintahkan berkumpul di satu tempat lalu disediakan kendaraan dan ada juga yang harus berjuang menumpang truk secara berantai,” jelasnya.

Dari fakta-fakta tersebut sangat jelas bahwa anak secara sistemik sengaja diorganisasi secara terukur dilibatkan atau dieksploitasi secara politik untuk kepentingan dan tujuan kelompok tertentu.

“Sudah tidak terbantahkan lagi bahwa anak-anak sengaja dihadirkan dalam aksi demonstrasi untuk menolak UU Cipta Kerja untuk tujuan dan kepentingan kelompok tertentu,” tuturnya.

Arist meminta semua pihak tidak melibatkan anak dalam kegiatan-kegiatan politik, demonstrasi untuk kepentingan kelompok tertentu. Sebab menggerakkan anak dalam kegiatan politik yang tidak ada hubungannya dengan kepentingan mereka adalah bentuk kekerasan dan eksploitasi politik serta kejahatan terhadap kemanusiaan.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Relawan Amerika BerSATU Tanggapi Positif Hasil Rekapitulasi KPU
apahabar.com

Nasional

Jokowi Kunjungan Kerja ke Kalimantan Timur
apahabar.com

Nasional

Bertindak Anarkis saat Ramadan Hukumnya Haram
apahabar.com

Nasional

Jika Kaltim Dipilih, Tiga Kawasan Diprediksi Jadi Ibu Kota
apahabar.com

Nasional

Hujan Diprediksi Kembali Guyur Jakarta
apahabar.com

Nasional

Dispen TNI AD Sebut 98 Prajurit di Secapa AD Negatif Covid-19
apahabar.com

Nasional

Tragedi Limpasu HST Masuk Radar Kementerian!
apahabar.com

Nasional

Mayat Mr X Ditemukan di Sungai Tabuk, Korban Pembunuhan?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com