Usai Kios Pasar Kuripan Dibongkar, Pemkot Banjarmasin Incar Ruko dan TPS Veteran BMW M1 milik mendiang Paul Walker “Fast and Furious” Dilelang Rumdin Kepala Kemenag HSU Ambruk ke Air, Begini Nasib Penghuninya 2 Segmen Rampung, Jembatan Bailey Pabahanan Tala Sudah Bisa Dilewati Kenakan Sarung, Mayat Gegerkan Warga Ratu Zaleha Banjarmasin

Anak-anak Ikut Demo UU Cipta Kerja, Komisi Nasional PA: Memprihatinkan!

- Apahabar.com Kamis, 15 Oktober 2020 - 08:15 WIB

Anak-anak Ikut Demo UU Cipta Kerja, Komisi Nasional PA: Memprihatinkan!

Ketua Komisi nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Ribuan anak diketahui ikut dalam aksi demonstrasi menolak UU Cipta Kerja . Di DKI Jakarta, aparat mengamankan ratusan demonstran berstatus pelajar.

“Memprihatinkan. Anak-anak berstatus pelajar tersebut disinyalir didatangkan dari berbagai daerah untuk saling lempar dengan aparat keamanan dalam aksi demonstrasi untuk menciptakan situasi memanas dan gaduh,” ujar Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait, seperti dikutip dari Okezone, Kamis (15/10).

Komisi Nasional Perlindungan Anak pun meminta agar anak-anak tidak dilibatkan dalam aksi menolak Undang-Undang Cipta Kerja yang baru disahkan DPR RI.

Melibatkan anak dalam demonstrasi, kata Arist, merupakan tindakan eksploitasi.

Hal yang sama ternyata juga terjadi di Medan, Makassar, Bandung, Pontianak, Pematangsiantar, Jawa Timur, dan Batam. Para siswa terlibat dalam demonstrasi untuk berbuat kericuhan.

Banyak anak yang diamankan aparat kepolisian sebelum sampai pada arena domonstrasi mengaku bahwa mereka dikerahkan melalui sistem pesan berantai menggunakan media sosial. Mereka juga tidak tahu apa yang diperjuangkan.

“Kami hanya diperintahkan berkumpul di satu tempat lalu disediakan kendaraan dan ada juga yang harus berjuang menumpang truk secara berantai,” jelasnya.

Dari fakta-fakta tersebut sangat jelas bahwa anak secara sistemik sengaja diorganisasi secara terukur dilibatkan atau dieksploitasi secara politik untuk kepentingan dan tujuan kelompok tertentu.

“Sudah tidak terbantahkan lagi bahwa anak-anak sengaja dihadirkan dalam aksi demonstrasi untuk menolak UU Cipta Kerja untuk tujuan dan kepentingan kelompok tertentu,” tuturnya.

Arist meminta semua pihak tidak melibatkan anak dalam kegiatan-kegiatan politik, demonstrasi untuk kepentingan kelompok tertentu. Sebab menggerakkan anak dalam kegiatan politik yang tidak ada hubungannya dengan kepentingan mereka adalah bentuk kekerasan dan eksploitasi politik serta kejahatan terhadap kemanusiaan.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: 3.293 Positif, 252 Sembuh, 280 Meninggal
apahabar.com

Nasional

Kagumi Ketokohan MHM, Founder Muda Penggerak Kemajuan: Beliau Riil dan Keren
apahabar.com

Nasional

BMKG Pastikan Erupsi Tangkuban Parahu Tak Akan Picu Aktivitas Sesar Lembang
apahabar.com

Nasional

Pemberian Grasi Langkah Mundur Kemerdekan Pers
apahabar.com

Nasional

Pertama di Eropa, Slovenia: Good Bye Corona!

Nasional

Menggigil hingga Sakit Kepala, Mungkin Gejala Baru Covid-19
apahabar.com

Nasional

Keanggotaan BPJS Kesehatan Diusulkan Jadi Syarat Pelunasan Biaya Haji
apahabar.com

Nasional

4 Polisi Terluka Diserang Terduga Teroris
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com