Muatan Politis dalam Pencopotan Sekda Tanah Bumbu Kantongi 3 Barang Bukti, Bawaslu Dalami Dugaan Pelanggaran BirinMU BW, Eks Pimpinan KPK Buka-bukaan Alasan Turun Gunung Bantu H2D Gandeng BW, Tim H2D Laporkan Dugaan Pelanggaran Petahana Kalsel ke Bawaslu Duel Juventus vs Barcelona Liga Champions Malam Ini Tanpa Ronaldo vs Lionel Messi, Link Live Streaming SCTV!

Antisipasi Stok Pangan Akhir Tahun, Peneliti Ingin Pemerintah Buat Kebijakan Strategis

- Apahabar.com Kamis, 1 Oktober 2020 - 15:46 WIB

Antisipasi Stok Pangan Akhir Tahun, Peneliti Ingin Pemerintah Buat Kebijakan Strategis

Ilustrasi. Foto-redaksiindonesia.com

apahabar.com, JAKARTA – Kepala Pusat Penelitian Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Felippa Ann Amanta menginginkan kebijakan dalam upaya mengantisipasi stok dan harga pangan menjelang akhir 2020 dapat segera dirumuskan.

“Walaupun harga beras cenderung stabil, antisipasi stok dan harga perlu dilakukan hingga akhir tahun. Belum lagi karena musim tanam kemarau biasanya hanya menghasilkan lebih sedikit,” kata Felippa Ann Amanta dalam keterangan tertulis, seperti dikutip dari Antara, Kamis (1/10).

Menurut Felippa, kebijakan antisipatif itu juga perlu mengingat adanya perayaan Natal dan Tahun Baru yang akan datang, sehingga diprediksi permintaan beras akan terus meningkat.

Ia berpendapat bahwa pergerakan harga sebagai parameter ketersediaan komoditas pangan di pasar perlu terus dipantau untuk menjaga daya beli masyarakat.

Untuk solusi jangka panjang, lanjutnya, koordinasi antarpihak terkait harus dilangsungkan agar fenomena kenaikan ini tidaklah menjadi kejadian yang akan selalu berulang dari tahun ke tahun.

“Kembali lagi ini harus dijadikan pembelajaran bagi pemerintah untuk menghasilkan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat secara langsung tanpa proses yang panjang dan berbelit-belit,” ucap Felippa.

Selain itu, ujar dia, untuk tetap menjaga daya beli masyarakat pada komoditas pangan, ketersediaannya di pasar harus tetap dipastikan supaya harganya tetap stabil.

Sebelumnya, anggota Komisi VI DPR RI, Amin Ak mengutarakan harapannya agar peta jalan bagi BUMN di klaster pangan bisa segera diselesaikan dalam rangka membenahi serta meningkatkan kinerja perusahaan dari berbagai BUMN sektor pangan.

“Hal ini menjadi penting agar PMN (Penyertaan Modal Negara) yang dikucurkan benar-benar digunakan sebagaimana mestinya dan tepat sasaran,” kata Amin.

Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera itu, berdasarkan pengalaman sebelumnya, kucuran PMN ke sejumlah BUMN Pangan tidak memberikan dampak signifikan terhadap perbaikan kinerja perusahaan.

Selain itu, ujar Amin, pembentukan holding BUMN Pangan harus ada keterlibatan rakyat dan petani, guna menjamin kesejahteraan petani sekaligus ketersediaan pangan dengan harga terjangkau.(ant)

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

WNI Sembuh dari Covid-19 di Singapura Terus Bertambah
apahabar.com

Nasional

Bantuan Masyarakat Terdampak Covid-19 Harus Tepat, Ini Saran HMR
apahabar.com

Nasional

Sopir Mabuk, Truk Pasir Terguling
apahabar.com

Nasional

Sektor Ekonomi Indonesia Diprediksi Membaik Tahun Depan
apahabar.com

Nasional

Diduga Ada Penumpang Positif Covid-19, KM Kelud Akan Dikarantina
apahabar.com

Nasional

Mentok di MK, Mungkinkah Tim Hukum Prabowo-Sandi Bawa ke MI?
apahabar.com

Nasional

Lucinta Luna Ditangkap Polisi Atas Dugaan Kepemilikan Ekstasi
apahabar.com

Nasional

Kapolri Turut Sumbang Sapi Limosin untuk Acara Haul Guru Sekumpul ke-14
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com