Terungkap, Bendahara HKN Banjarmasin Sempat Tarik Duit Ratusan Juta 5 Rumah Hangus di Tunas Baru Banjarmasin, Diduga Dibakar Sengaja Tewaskan Bocah, Polisi Ungkap Biang Kebakaran di Beruntung Banjar Sosialisasi Perpol Kelar, Polri Uji Kompetensi Novel Baswedan dkk Tiga Tips Atasi Kecemasan Munculnya Varian Omicron

Arab Saudi Turut Kecam Kartun yang Menghina Nabi Muhammad

- Apahabar.com     Selasa, 27 Oktober 2020 - 22:54 WITA

Arab Saudi Turut Kecam Kartun yang Menghina Nabi Muhammad

ilustrasi Sumber: net

apahabar.com, DUBAI – Arab Saudi mengecam kartun yang menghina Nabi Muhammad dan segala upaya untuk mengaitkan Islam dengan terorisme, Selasa (27/10).

Kendati demikian, seperti dilansir Antara, mereka tidak mengajak negara muslim lainnya untuk mengambil tindakan terkait kartun Nabi yang dipajang di Prancis.

Pejabat Kementerian Luar Negeri melalui pernyataan juga mengatakan bahwa negara Teluk itu mengecam semua aksi terorisme.

Pernyataan itu secara gamblang merujuk pada kasus pemenggalan guru di Prancis oleh seorang ekstremis, yang ingin membalas penggunaan kartun Nabi Muhammad sebagai bahan diskusi soal kebebasan berpendapat pada Oktober belum lama ini.

“Kebebasan berekspresi dan kebudayaan harus menjadi mercusuar dari sikap menghormati, toleransi dan perdamaian, yang menolak praktik dan tindakan yang menimbulkan kebencian, kekerasan dan ekstremisme dan bertentangan dengan koeksistensi,” bunyi pernyataan yang disiarkan media pemerintah.

Gambar Nabi Muhammad menuai kemarahan di dunia Muslim, dengan Presiden Turki menyerukan pemboikotan produk Prancis dan parlemen Pakistan mengesahkan resolusi yang mendesak pemerintah untuk menarik utusannya dari Paris.

Di Arab Saudi, seruan untuk memboikot jaringan supermarket Prancis Carrefour menjadi tren di media sosial, meski dua gerai utama di Riyadh, yang dikunjungi oleh Reuters pada Senin (26/10) tampak ramai seperti biasa.

Perwakilan perusahaan tersebut di Prancis mengaku pihaknya belum merasakan dampak apa pun.

Majid Al Futtaim yang berpusat di Uni Emirat Arab, pemilik sekaligus operator supermarket Carrefour di seluruh Timur Tengah, mengatakan jaringan tersebut membantu perekonomian kawasan, dengan mengambil sebagian besar produk dari pemasok lokal dan mempekerjakan ribuan orang.

“Kami memahami ada keprihatinan di kalangan konsumen di seluruh kawasan pada saat ini dan kami sedang memantau situasinya secara saksama,” katanya melalui pernyataan kepada Reuters, Senin.

Sementara itu, di negara tetangga Saudi, Kuwait, sejumlah pasar swalayan telah menarik produk-produk Prancis berdasarkan arahan serikat koperasi.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Dimenangi Joe Biden, Gedung Putih Pastikan Menerima Hasil Pilpres AS
apahabar.com

Internasional

Ledakan Guncang Pemakaman Al Balad Arab Saudi, KJRI Jeddah: Tak Ada Korban WNI
apahabar.com

Internasional

Terjebak, Belasan Penambang Batubara Tewas Hirup Gas Beracun
Dubes RI

Internasional

Dubes RI Sebut Pemberian Nama Jalan di Jakarta Praktik Diplomasi dengan Turki

Internasional

Polisi Israel Tembak Mati Wanita Palestina yang Bawa Pisau
London

Internasional

Kakek 90 Tahun, Orang Pertama Divaksin Covid-19 di London
apahabar.com

Internasional

Prancis dan Italia Diterjang Badai Mematikan: Ribuan Rumah Rusak, 2 Tewas, 30 Hilang
Varian Omicron

Internasional

Varian Omicron Terdeteksi di Arab Saudi, Warga RI Masih Bisa Umrah?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com