Usai Beasiswa 1000 Doktor, SHM Bakal Cetak Ribuan Sarjana Baru di Tanah Bumbu Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri

Atasi Stunting, Tapin dan Tabalong Jadi Sasaran Program KRPL/P2L

- Apahabar.com Kamis, 8 Oktober 2020 - 16:34 WIB

Atasi Stunting, Tapin dan Tabalong Jadi Sasaran Program KRPL/P2L

Kepala Seksi Konsumsi dan Pengembangan Pangan Lokal Dinas Ketahanan dan Pangan Kalsel, Riza Rosadi. Foto-apahabar.com/Musnita Sari

apahabar.com, BANJARBARU – Pasca disorot Presiden Joko Widodo, pemerintah Kalimantan Selatan (Kalsel) terus berupaya menekan kasus stunting pada anak.

Salah satunya melalui program KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari) atau P2L (Pekarangan Pangan Lestari).

“Dinas Ketahanan Pangan termasuk bagian dari program untuk menekan angka stunting. Tahun ini diprioritaskan Tapin dan Tabalong,” ungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kalsel, Suparno melalui Kepala Seksi Konsumsi dan Pengembangan Pangan Lokal, Riza Rosadi kepada apahabar.com, Kamis (8/10).

Dua kabupaten tersebut ditunjuk dari hasil pemetaan daerah-daerah yang menjadi prioritas penanggulangan stunting.

Dinas Ketahanan dan Pangan sebagai fasilitator melakukan pembinaan kepada ribuan Kelompok Wanita Petani (KWT) yang tersebar di seluruh Kalsel.

“Pada prinsipnya setiap desa wajib ada kegiatan KRPL atau P2L supaya bisa mengurangi dan melakukan pengentasan stunting,” kata Riza Rosadi.

Tahun ini, disalurkan bantuan bagi 40 unit KWT yang masuk dalam program secara nasional yaitu anggaran Rp60 juta untuk tahap pertumbuhan.

Dana tersebut akan digunakan sebagai rencana belanja dalam program KRPL/P2L.

“Pada tahap pengembangan, tahun ini dapat tambahan sebesar Rp 15 juta. Untuk tahap pertumbuhan ada komponen yang harus dikelola yaitu kebun bibit, demplot dan pemanfaatan pekarangan,” ungkap Riza Rosadi.

Pada pengelolaannya, KWT harus menyuplai sekitar 10 ribu bibit dalam setahun untuk selanjutnya didistribusikan kepada anggota lain. “Kemudian pasca panen, kelompok bisa memasarkan hasilnya untuk dijual,” bebernya

KRPL/P2L juga menjadi program unggulan yang diusulkan dalam percontohan hubungan jaringan inovasi pelayanan publik (Hub-JIPP).

“Pada prinsipnya inovasi terus berjalan. Kita memfasilitasi apa yang menjadi keinginan masyarakat,” pungkas Riza Rosadi.

Editor: Zainal - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Banjarmasin Di-PSBB, TNI-Polri Perketat Perbatasan
apahabar.com

Kalsel

Api Lalap Rumah di Handil Bakti
apahabar.com

Kalsel

Tabrakan, Mobil dan Motor Meluncur ke Jurang
apahabar.com

Kalsel

Berkas Lengkap, Tiga Tersangka Kasus Penyiraman Air Keras Ditahan di Teluk Dalam!
apahabar.com

Kalsel

Kebun Terendam, Petani Karet Damit Hulu Gagal Panen
apahabar.com

Kalsel

Harapan PT BSU Saat Buka Bersama Karyawan
apahabar.com

Kalsel

Saat Rapat Paripurna, Hormansyah Minta Ketegasan Pemprov Atasi Banjir HSU
apahabar.com

Kalsel

Berawal Cekcok Mulut dengan Suami, Istri di Hampang Kotabaru Nekat Gantung Diri
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com