Tolak Omnibus Law, Ketua DPRD Kalsel Digelari Juara Stand Up Komedi Hari Ini Kuota Internet Belajar Siswa dan Guru Dikirim Langsung ke Nomor Peserta, Berikut Besar Sibsidinya Ribuan Buruh Kepung DPRD Kalsel, Supian HK Janjikan Pertemuan dengan DPD-DPR RI Hasil Liga Champions, Real Madrid Dipermalukan Shakhtar Donetsk, Skor Akhir 3-2 Geger Pria di Kelumpang Kotabaru Tewas Diduga Disengat Ratusan Lebah

Bandel Prokes, 1.934 Warga di Palangka Raya Terjaring Ops Yustisi

- Apahabar.com Sabtu, 17 Oktober 2020 - 18:46 WIB

Bandel Prokes, 1.934 Warga di Palangka Raya Terjaring Ops Yustisi

Dari 1.934 kasus pelanggaran penerapan protokol kesehatan, sebanyak 1.237 warga di Palangka Raya memilih sanksi kerja sosial. Foto: Dok.apahabar.com

apahabar.com, PALANGKA RAYA – Secara akumulatif, sudah sebanyak 1.934 warga di Palangka Raya terjaring operasi protokol kesehatan alias prokes.

“Sejak 14 September hingga sekarang sudah ada 1.934 warga yang terjaring operasi yustisi penerapan protokol kesehatan Covid-19,” kata Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Palangka Raya, Emi Abriyani di Palangka Raya, Sabtu (17/10), dilansir Antara.

Dari 1.934 kasus pelanggaran penerapan protokol kesehatan, sebanyak 1.237 warga atau 63,96 persen memilih sanksi kerja sosial.

Sementara 571 warga lainnya atau 29,52 persen memilih sanksi denda administratif. Denda administratif senilai Rp100.000 untuk setiap pelanggar. Seluruh denda itu disetor ke kas daerah.

Untuk sanksi lain seperti pencabutan izin atau rekomendasi pencabutan izin usaha belum ada kejadian. Sementara untuk sanksi penutupan atau pembubaran kegiatan karena pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 tercatat satu kejadian.

Sanksi lain yang diberikan Satgas Penanganan Covid-19 di Kota Palangka Raya, yakni teguran lisan.

Serta tidak menggunakan masker sebanyak 49 kejadian atau 2,53 persen dan teguran tertulis tempat usaha sebanyak 20 kejadian atau 1,03 persen. Kemudian teguran tertulis tidak menggunakan masker sebanyak 56 kejadian atau 2,90 persen.

Rata-rata pelanggaran yang dilakukan warga di wilayah Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah ini dilakukan oleh perseorangan dan kelompok.

Para pelanggar itu tidak menggunakan masker dan berkerumun serta tidak menjaga jarak fisik saat operasi yustisi dilakukan satgas secara acak di sejumlah wilayah di kota setempat.

Ketentuan kewajiban menerapkan protokol kesehatan Covid-19 ini juga telah diatur dalam Peraturan Wali Kota Palangka Raya Nomor 26/2020 itu tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Rangka Percepatan Penangan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi.

Berbagai bentuk sanksi yang diberikan tersebut sebagai bentuk ketegasan pemerintah serta upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang saat ini belum berakhir.

Masyarakat di Kota Cantik pun diajak selalu menerapkan protokol kesehatan seperti dengan menggunakan masker saat di luar rumah, menghindari kerumunan, menjaga jarak fisik dan selalu rajin mencuci tangan dengan sabun.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Jasad Tamu dari Jakarta di Kapuas Langsung Dimakamkan
apahabar.com

Kalteng

IDI Kalteng Apresiasi Wali Kota Palangka Raya Akui ODP Covid-19
apahabar.com

Kalteng

2 Pelaku Pembakaran Lahan di Kobar Diamankan Polisi
apahabar.com

Kalteng

Kunjungi Kalteng, Stafsus Kepresidenan Ingin Promosikan Obat Tradisional Lokal
apahabar.com

Kalteng

Lapas Kelas II B Muara Teweh Deklarasikan Zona Bersih Narkoba, Pungli dan Handphone
apahabar.com

Kalteng

Update Covid-19 Barito Utara, Warga Terkonfirmasi Capai 314 Kasus
apahabar.com

Kalteng

Bank Kalteng Sumbang Seekor Sapi Kurban ke Pemkab Barut
apahabar.com

Kalteng

Polisi Ciduk Dua Pemuda Penjual Sabu di Kobar, Denda Rp10 Miliar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com