Biang Kebakaran Hebat di Patmaraga Kotabaru Mulai Terungkap Nasib Terkini 505 Warga Korban Kebakaran di Patramarga Kotabaru Hari Ini, 30 Warga Balangan Dominasi Kasus Positif Covid-19 di Kalsel [FOTO] Penampakan Ratusan Rumah yang Terbakar di Patmaraga Kotabaru Kena PHP, Buruh Tebar Ancaman ke Wakil Rakyat Kalsel di Senayan

Banjarmasin Targetkan 14 Oktober Tidak Ada Kelurahan Zona Merah Covid-19

- Apahabar.com Senin, 12 Oktober 2020 - 18:24 WIB

Banjarmasin Targetkan 14 Oktober Tidak Ada Kelurahan Zona Merah Covid-19

Ilustrasi kota Banjarmasin. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin menargetkan pada 14 Oktober 2020 tidak ada lagi kelurahan berstatus zona merah Covid-19.

“Tanggal 14 Oktober ini sudah selesai penilaian. Kami memiliki target paling lambat dan berharap pertengahan Oktober kita bisa menghijaukan Banjarmasin,” ujar Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Banjarmasin, Machli Riyadi, seperti dikutip dari Antara, Senin (12/10).

Dari 52 kelurahan di Banjarmasin, tinggal satu kelurahan yang berstatus zona merah. Beberapa kelurahan lainnya masuk kategori zona kuning.

“Yang masih kita anggap zona merah itu adalah Kelurahan Seberang Mesjid,” ungkapnya,

Dipaparkan Machli, di Kelurahan Seberang Mesjid tersisa satu orang yang positif. Saat ini pasien itu dalam masa penyembuhan.

“Di Seberang Mesjid tak ada penambahan kasus. Hanya menyembuhkan yang ada. Hanya tinggal satu orang saja lagi,” jelasnya yang juga menjabat sebagai Kapala Dinas Kesehatan Banjarmasin tersebut.

Target menghijaukan Banjarmasin ini tentu tak lepas dari peran serta dari seluruh pihak untuk tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

“Mudah-mudahan saja tak ada penambahan kasus. Ini yang dikhawatirkan, sehingga harus kita edukasi masyarakat agar displin pakai masker dan jaga jarak, juga tetap rajin cuci tangan pakai sabun,” bebernya.

Machli menilai upaya semakin cepatnya penghijauan kelurahan ini juga tak lepas dari sudah beroperasionalnya RT-PCR (alat pemeriksa sempel swab) di RSUD Sultan Suriansyah.

Sebelum memiliki alat pemeriksa sendiri, pihaknya sempat kesulitan menangani ketika ditemukan kasus Covid-19, sebab mereka harus menunggu hasil tes usap yang dikeluarkan terlalu lama.

“Dengan difungsikannya RT-PCR miliki RS Sultan Suriansyah, kita lebih cepat dalam penegakan diagnosa. Sehingga penanganan juga cepat. 7 upaya mitigasi juga lebih cepat,” jelasnya.

Lebih lanjut, ungkap dia, hingga saat ini RT-PCR itu sudah bekerja menangani sampel Swab mencapai seribu spesimen.

“Sudah hampir seribu sampel yang diperiksa, lancar dan lebih cepat. Real-time, paling lambat satu hari sudah bisa didapatkan hasil,” kata dia.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Nikah di New Normal, 3 Personel Polres HSU Jalani Sidang BP4R

Kalsel

Dihadiri Jenderal Bintang 2, Paripurna Perdana Pascalebaran DPRD Kalsel Banyak Kursi Kosong
apahabar.com

Kalsel

Defisit Rp 2 Triliun, DPRD Jatim Tiru Serapan PAD Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Keroyok Covid-19, Ini Wakil Rakyat Kalsel yang Rela Tak Terima Gaji
apahabar.com

Kalsel

Relokasi Masih Terkendala Lahan
apahabar.com

Kalsel

Didorong Kaum Muda Maju Pilkada, Guru Fadhlan: Lihat Saja Nanti
apahabar.com

Kalsel

Banjir Sampanahan Kotabaru: Air Surut, Gagal Panen Mengancam
apahabar.com

Kalsel

Hari Ini Tak Berpotensi Hujan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com