Tensi Politik Memanas, Bawaslu RI Turun Gunung ke Kalimantan Selatan Buntut Video Guru Wildan, Bawaslu Klarifikasi PWNU Kalsel Resmi! PPKM Mikro di Banjarbaru Kembali Diperpanjang hingga 19 April Hore! Tanah Laut Segera Miliki Stadion Berkapasitas 10.000 Penonton Perhatian! Bandara Syamsudin Noor Tetap Beroperasi Selama Larangan Mudik

Banjarmasin Targetkan 14 Oktober Tidak Ada Kelurahan Zona Merah Covid-19

- Apahabar.com Senin, 12 Oktober 2020 - 18:24 WIB

Banjarmasin Targetkan 14 Oktober Tidak Ada Kelurahan Zona Merah Covid-19

Ilustrasi kota Banjarmasin. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin menargetkan pada 14 Oktober 2020 tidak ada lagi kelurahan berstatus zona merah Covid-19.

“Tanggal 14 Oktober ini sudah selesai penilaian. Kami memiliki target paling lambat dan berharap pertengahan Oktober kita bisa menghijaukan Banjarmasin,” ujar Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Banjarmasin, Machli Riyadi, seperti dikutip dari Antara, Senin (12/10).

Dari 52 kelurahan di Banjarmasin, tinggal satu kelurahan yang berstatus zona merah. Beberapa kelurahan lainnya masuk kategori zona kuning.

“Yang masih kita anggap zona merah itu adalah Kelurahan Seberang Mesjid,” ungkapnya,

Dipaparkan Machli, di Kelurahan Seberang Mesjid tersisa satu orang yang positif. Saat ini pasien itu dalam masa penyembuhan.

“Di Seberang Mesjid tak ada penambahan kasus. Hanya menyembuhkan yang ada. Hanya tinggal satu orang saja lagi,” jelasnya yang juga menjabat sebagai Kapala Dinas Kesehatan Banjarmasin tersebut.

Target menghijaukan Banjarmasin ini tentu tak lepas dari peran serta dari seluruh pihak untuk tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

“Mudah-mudahan saja tak ada penambahan kasus. Ini yang dikhawatirkan, sehingga harus kita edukasi masyarakat agar displin pakai masker dan jaga jarak, juga tetap rajin cuci tangan pakai sabun,” bebernya.

Machli menilai upaya semakin cepatnya penghijauan kelurahan ini juga tak lepas dari sudah beroperasionalnya RT-PCR (alat pemeriksa sempel swab) di RSUD Sultan Suriansyah.

Sebelum memiliki alat pemeriksa sendiri, pihaknya sempat kesulitan menangani ketika ditemukan kasus Covid-19, sebab mereka harus menunggu hasil tes usap yang dikeluarkan terlalu lama.

“Dengan difungsikannya RT-PCR miliki RS Sultan Suriansyah, kita lebih cepat dalam penegakan diagnosa. Sehingga penanganan juga cepat. 7 upaya mitigasi juga lebih cepat,” jelasnya.

Lebih lanjut, ungkap dia, hingga saat ini RT-PCR itu sudah bekerja menangani sampel Swab mencapai seribu spesimen.

“Sudah hampir seribu sampel yang diperiksa, lancar dan lebih cepat. Real-time, paling lambat satu hari sudah bisa didapatkan hasil,” kata dia.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Antisipasi Luapan Susulan, Polisi Pantau Debit Air Sungai Kusambi
apahabar.com

Kalsel

Tekan Angka Penderita DBD di 2020, Dinkes Banjarbaru Upayakan Antisipasi Sejak Dini
Polda Kalsel

Kalsel

Bantu Penyembuhan Pasien Covid-19, Polda Kalsel Gelar Donor Plasma Konvalesen
apahabar.com

Kalsel

Pensiun dari BUMD, Ahmad Wisnadi Buka Usaha Kuliner di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Cuaca Bersahabat, Warga Kalsel Bisa Bebas Liburan

Kalsel

Miliki Toleransi Tinggi, BPIP RI Tunjuk Kalsel Jadi Tuan Rumah Lokakarya
apahabar.com

Kalsel

Rumah Wityo Kini Layak Huni, Tugas Satgas TMMD ke-109 Kodim 1022 Tanah Bumbu Rampung
apahabar.com

Kalsel

Petakan Daerah Rawan Karhutla, BPBD Catat 52,445 Hektar Lahan di Kalsel
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com