Ibadah Ramadan di Banjarbaru Diperbolehkan dengan Prokes, Petasan Jangan! Bawaslu Kalsel Tanggapi Santai Aduan Denny Indrayana ke Pusat Kronologi Lengkap Penemuan Jasad Tak Utuh di Gang Jemaah II Banjarmasin Mudik Dilarang, Terminal Pal 6 Banjarmasin Tutup Rute Antarkabupaten-kota Mudik Ramadan Dilarang, Pertamina Kalimantan Tambah 3 Persen Pasokan Gas

Bank Sentral Dunia Bahas Mata Uang Digital

- Apahabar.com Senin, 12 Oktober 2020 - 12:13 WIB

Bank Sentral Dunia Bahas Mata Uang Digital

Uang digital. Foto-Ilustrasi/Getty Images

apahabar.com, JAKARTA – Bank sentral di seluruh dunia terus berdiskusi mengenai rencananya untuk membuat mata uang digital mereka sendiri.

Bank sentral telah menemukan bagaimana mata uang digital mereka bekerja. Bank for International Settlements dan tujuh bank sentral dunia, termasuk Federal Reserve, European Central Bank dan Bank of England telah menerbitkan laporan persyaratan utama untuk mata uang digital bank sentral.

Laporan itu menuliskan bahwa mata uang digital tidak dibuat untuk menggantikan uang tunai dan bentuk uang lainnya yang legal. Bahkan uang tidak akan merusak stabilitas moneter dan keuangan. Laporan itu juga menuliskan uang digital harus aman dan dibuat semurah mungkin.

Kink bank sentral di seluruh dunia tengah mempertimbangkan mata uang digital masing-masing negara. Blockchain, teknologi yang mendukung cryptocurrency seperti bitcoin disebut-sebut sebagai solusi potensial. Namun, mata uang cryptocurrency menjadi pusat pengawasan sebab banyak ditemukannya masalah ilegal terutama pencucian uang.

Meski banyak masalah Bank Central mengapresiasi uang digital yang telah ada bertahun-tahun di China yang tersedia di Alipay dan WeChat Pay. Sementara itu, Bank Central Swedia bekerjasama dengan perusahaan konsultan Accenture untuk menguji coba mata uang e-krona yang diusulkan.

“Desain uang digital harus menghadirkan fitur-fitur yang dapat mendorong pembayaran yang lebih tangguh, efisien, inklusif, dan inovatif,” kata mantan pejabat Bank Sentral EropaBenoit Coeure dilansir apahabar.com dari Detikcom.

Perlu ditekankan Bank Central belum mengambil keputusan apakah mereka dan institusi lain harus menerbitkan mata uang digital. Mereka masih mencari tahu apakah mata uang digital layak atau tidak.

Para pendukung mata uang digital mengatakan bahwa mata uang digital dapat meningkatkan inklusi keuangan dengan mengajak orang-orang tanpa akses ke rekening bank. Tetapi ada kekhawatiran bahwa hal itu dapat membuat bank komersial terlupakan.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Kasus Positif Covid-19 Melonjak, Taiwan Tolak Sementara Pekerja Migran dari Indonesia
apahabar.com

Internasional

TikTok dan WeChat Dilarang di AS, China Siapkan Serangan Balasan
apahabar.com

Internasional

Rekor Global, WHO Catat 230.370 Kasus Covid-19 dalam 24 Jam
apahabar.com

Internasional

Jelang Peluncuran Vaksin Covid-19, Unicef Amankan Ratusan Juta Jarum Suntik
apahabar.com

Internasional

Sampah Elektronik Global Terus Naik dalam 5 Tahun
apahabar.com

Internasional

Ledakan Guncang Pemakaman Al Balad Arab Saudi, KJRI Jeddah: Tak Ada Korban WNI
apahabar.com

Internasional

Tak Terima Dituding Negara Sponsor Terorisme, Iran Sebut Raja Salman Pembunuh Rakyat Yaman
apahabar.com

Internasional

AS Catat Rekor Dunia, Lebih dari 100 Ribu Kasus Covid-19 dalam Sehari
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com