Biang Kebakaran Hebat di Patmaraga Kotabaru Mulai Terungkap Nasib Terkini 505 Warga Korban Kebakaran di Patramarga Kotabaru Hari Ini, 30 Warga Balangan Dominasi Kasus Positif Covid-19 di Kalsel [FOTO] Penampakan Ratusan Rumah yang Terbakar di Patmaraga Kotabaru Kena PHP, Buruh Tebar Ancaman ke Wakil Rakyat Kalsel di Senayan

Baru 2 Lembaga Kursus Bersertifikasi, Kadisdik Tabalong Dorong LKP Kembangkan Diri

- Apahabar.com Sabtu, 17 Oktober 2020 - 11:32 WIB

Baru 2 Lembaga Kursus Bersertifikasi, Kadisdik Tabalong Dorong LKP Kembangkan Diri

Kadisdik Tabalong H Mahdi Noor, memberikan arahan kepada peserta Pelatihan Kecakapan Kerja yang dilaksanakan LKP Intensive English Cource. Foto-apahabar.com/Amin

apahabar.com, TANJUNG – Di Kabupaten Tabalong ada 16 Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) yang terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kemendikbud RI.

Dari jumlah itu ternyata baru 2 LKP yang memiliki sertifikasi, yaitu LKP Istikom Sapta Komputer di Kecamatan Murung Pudak dan LKP Sinar Arafah di Kecamatan Jaro.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabalong, H Mahdi Noor mengatakan, meski belum semuanya bersertifikasi, namun semuanya sudah terdaftar di Dapodik secara nasional. Mereka pun menjalin kerjasama dengan Direktorat Jenderal Vokasi Kemendikbud RI.

Sehingga mereka diberi kegiatan oleh pemerintah pusat untuk menyelenggarakan pendidikan masyarakat.

“Meski masuk Dapodik dan sudah diberi kegiatan oleh pemerintah pusat, saya mendorong agar LKP bisa terus mengembangkan diri dan bersertifikasi,” kata Mahdi saat membuka Pelatihan Kecakapan Kerja (PKK), yang dilaksanakan LKP Intensive English Cource, Jumat (16/10).

Ditambahkan, keberadaan LKP di Tabalong juga tidak merata di seluruh kecamatan yang ada.

Di wilayah selatan Tabalong dari 4 kecamatan hanya 1 LKP, yaitu Kelua Mandiri. Sementara di utara meliputi 5 kecamatan hanya ada 2 LKP.

“Sisanya berada di tiga kecamatan di wilayah tengah, terbanyak di Kecamatan Murung Pudak, tapi ini sesuai dengan jumlah penduduk,” jelas Mahdi.

Terpisah, Ketua LKP Intensive English Cource (IEC),A Fauzi Nor, mengungkapkan kesulitan melakukan akreditasi lembaga ini.

Hal yang paling sulit adalah melengkapi 8 standar pendidikan, khususnya bekerjasama dengan dunia usaha dan dunia industri.

“Akreditasi ini tidak bisa asal-asalan, kami harus banyak mengumpulkan Portofolio dahulu, tidak saja mempunyai kurikulum dan instruktur yang bagus, tapi LKP itu harus mempunyai mitra dunia usaha dan dunia industri,” jelas Fauzi.

Ditambahkan, mempunyai mitra dunia usaha dan industri menjadi tantangan bagi LKP, tidak semua dunia usaha itu mempercayakan kepada LKP sehingga mengenalkan diri dahulu.

“Saat ini kami sudah bekerjasama dengan PT AJM dan Hotel Aston dan adanya bantuan menyelenggarakan PKK dari pemerintah, memberi keyakinan pada saatnya kami ke depan akan terakreditasi,” jelasnya.

Ujar Fauzi lagi, selain sudah memiliki mitra usaha, bekal lainnya untuk mengajukan akreditasi dengan adanya bantuan menyelenggarakan PKK dari pemerintah.

“Paling lambat tahun depan lembaga kami sudah terakreditasi,” pungkasnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kebakaran Diduga Akibat Korsleting
apahabar.com

Kalsel

Polsek Anjir Muara Sambut Kedatangan Tim Supervisi Polda Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Sangkala, Pembunuh Rekan Saat Pesta Tuak di Kotabaru Ditangkap!
apahabar.com

Kalsel

Hari Guru Nasional, Kesejahteraan Belum Merata Honorer di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Empat Kelurahan Masuk ‘Zona Hitam’, Ibnu Sina: Covid-19 Itu Nyata
apahabar.com

Kalsel

Camat Kumpulkan Belasan Kades Perbatasan di Kotabaru, Ada Apa?
apahabar.com

Kalsel

Akhiri Perdebatan, Pelindo III Banjarmasin Siap Kucurkan Rp 3 M
apahabar.com

Kalsel

Hindari Kerumunan, Kapolres Batola Keliling Bagi Daging Kurban
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com