Kecewa, Pengembang Pelaihari City Mall Ngadu ke Menkopolhukam Jalan Berlubang Km 88 Tapin Renggut Nyawa Pemuda HST Ortu Oke, Belajar Tatap Muka di SMP Banjarmasin Dimulai November Menhub Datang, Pengembangan Runaway Bandara Teweh Dibahas Kronologi Lengkap Petaka Lubang Maut di Tapin yang Tewaskan Pemuda HST

Begini Adab Sebelum Salat Jumat

- Apahabar.com Jumat, 2 Oktober 2020 - 07:30 WIB

Begini Adab Sebelum Salat Jumat

Foto-Ilustrasi/AP Photo

apahabar.com, JAKARTA – Salat Jumat sangat istimewa. Ini adalah satu-satunya salat sunah yang diwajibkan untuk kaum pria.

Salat Jumat dilakukan bukan sendiri, tapi berjamaah di masjid atau tempat yang dikenal masyarakat setempat. Seperti kita salat lima waktu, inilah kedudukan salat sunah Jumat.

Kenapa dipilih waktu Dzuhur, adalah juga keistimewaan tersendiri, bahkan mereka yang bekerja pada shift malam pun bisa menghadiri.

Salat Jumat diawali dengan khutbah yang disampaikan oleh khatib, yang diwajibkan untuk mengingatkan jamaah tentang hari kiamat dan untuk mengatasi beberapa masalah yang sangat penting bagi masyarakat saat ini.

Islam menekankan pentingnya kebersihan dan kemurnian, baik fisik dan rohani. Hal ini ni terangkum dalam hadis berikut, di mana Salman Al-Farisi mengutip Nabi SAW yang mengatakan, “Barangsiapa mandi pada hari Jumat, dan kemudian memakai, kemudian pergi keluar untuk salat, memastikan bahwa dia tidak memisahkan dua orang, berdoa, kemudian mendengarkan ketika khatib berbicara, maka semua dosanya diampuni antara hari itu dan Jumat berikutnya.” (HR Al-Bukhari).

Penekanan pada kebersihan dan presentasi yang baik adalah jelas. Mandi jelas untuk membersihkan diri. Memakai wewangian, bermakna bahwa Islam menyukai kerapian: rambut disisir rapi, pakaian rapi, dan penampilannya secara keseluruhan enak dipandang.

Menghadap atasan, atau menghadiri apel di kantor, Anda akan tampil sebaik-baiknya, bukan? Apalagi menghadap Allah pada tiap Jumat.

Ketika pergi menuju masjid, kita juga dianjurkan berjalan normal, tanpa terburu-buru atau berlari. Juga dianjurkan untuk tidak terlibat dalam perdebatan sengit atau menggunakan bahasa vulgar dalam perjalanan menuju masjid. Ketika tiba di masjid, ia tidak harus duduk di antara orang yang duduk berdekatan satu sama lain.

Nabi menyatakan ini sebagai ‘memisahkan dua orang’. Kita semua tahu bahwa beberapa orang datang terlambat dan mencoba naik ke tengah atau shaf depan, mengganggu beberapa orang ketika mereka berjalan melalui mereka. Sebaiknya, duduklah di tempat yang longgar.

Dilansir apahabar.com dari Republika, Ketika imam menyampaikan pidatonya, setiap orang harus mendengarkan penuh perhatian, mencoba untuk mendapatkan manfaat maksimal dari khotbah. Tidak bicara saat khatib sedang berbicara, adalah juga adab yang bagus yang harus diterapkan juga di luar masjid. Belajarlah mendengar, jangan hanya didengar, itu intinya.

Inilah barangkali esensi dari hadis di atas: akan diampuni dosanya sampai Jumat berikutnya. Jika kita berusaha menjaga perilaku sesuai tuntunan Jumat pada hari-hari selain Jumat, bukankah akan lebih gampang bagi diri kita untuk jauh dari dosa, bukan?

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hikmah

Jalan Panjang Mike Tyson Temukan Islam Hingga Bangga Jadi Muslim
apahabar.com

Hikmah

Ramuan dari Nabi Muhammad Bagi Penderita Penyakit Jantung
apahabar.com

Hikmah

Mengetuk Pintu Baitullah dari Rumah, Cerita Haji Mabrur Tukang Sol Sepatu
apahabar.com

Hikmah

Dua Kalimat Zikir yang Berat Timbangan Amalnya
Syekh Al Kandahlawi Sebut Tiga Amalan Masuk Surga Tanpa Dihisab

Hikmah

Syekh Al Kandahlawi Sebut Tiga Amalan Masuk Surga Tanpa Dihisab
apahabar.com

Hikmah

Agar Dicintai Allah
apahabar.com

Hikmah

Benarkan Berhubungan Intim dengan Istri Masa Menyusui Itu Haram?
apahabar.com

Hikmah

Hikmah Wafatnya Putra Rasulullah SAW di Usia Muda
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com