Malu-maluin! Pemuda di Kotabaru Jambret demi Komix Terungkap, Korban Tewas Kecelakaan di Tapin Warga Wildan Banjarmasin INALILAHI Hujan Lebat, Pengendara Vario di Tapin Tewas 7 POPULER KALSEL: Ibu Bunuh Anak di Benawa HST hingga Ketua Nasdem Tala Buron Banjir Masih Merendam Rumah Warga, Dinsos Tabalong Bagikan Sembako

Begini Kronologi Layangan Menyangkut di Roda Citilink Rute Yogya

- Apahabar.com Sabtu, 24 Oktober 2020 - 17:32 WIB

Begini Kronologi Layangan Menyangkut di Roda Citilink Rute Yogya

Ilustrasi Citilink. Foto-CNN Indonesia

apahabar.com, JAKARTA – Pesawat Citilink, nomor penerbangan QG 1107 rute Jakarta-Yogyakarta menabrak layang-layang ketika melakukan pendaratan di Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta, Jumat (23/10).

Pesawat yang berangkat dari Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta mendarat di Yogyakarta sekitar 16.46 WIB. Tiga menit berselang, ditemukan ada layang-layang di roda pesawat saat proses pengecekan setelah pesawat berhenti dan terparkir.

“Saat pengecekan pesawat itu dilakukan, tim operasional menemukan layang-layang yang tersangkut pada bagian atas roda kanan pesawat,” tutur General Manager Bandara Internasional Adisutjipto, Agus Pandu Purnama dalam keterangannya, Sabtu (24/10).

Setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut, kata Agus, tidak ditemukan kerusakan apapun pada pesawat Citilink tersebut.
“Pesawat dalam kondisi aman dan siap untuk melanjutkan penerbangan,” ujarnya.

Terkait kejadian ini, Agus mengimbau kepada masyarakat untuk tidak bermain layang-layang di sekitar area bandara. Sebab, hal itu sangat berbahaya.

“Jika layangan tersangkut di baling-baling pesawat maka resiko kecelakaan pesawat dan munculnya korban jiwa menjadi sangat tinggi,” ucap Agus.

Larangan tersebut, kata Agus, telah diatur dalam Pasal 210 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.
Aturan itu mengatur larangan bagi setiap orang berada di daerah tertentu di bandar udara, membuat halangan (obstacle), dan/atau melakukan kegiatan lain di kawasan keselamatan operasi penerbangan yang dapat membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan, kecuali memperoleh izin dari otoritas bandar udara.

Sesuai aturan, bagi para pelanggar dapat dikenakan sanksi pidana penjara selama tiga tahun atau denda maksimal sebanyak Rp1 miliar.

“Akan kami tindak secara tegas bagi siapapun yang melanggar aturan tersebut,” kata Agus.

Sementara itu, VP Corporate Secretary & CSR PT Citilink Indonesia, Resty Kusandarina menyampaikan pilot pesawat telah berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak menara setempat untuk menyampaikan peristiwa yang dialami.
Tim teknik Citilink, lanjut Resty, juga telah melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap pesawat dan dipastikan tak ada kerusakan. Serta dipastikan layak untuk kembali terbang.

“Adapun saat ini seluruh kru dan penumpang telah mendarat dengan selamat,” ujar Resty, dikutip dari CNN Indonesia.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Puncak Haul Guru Sekumpul, Jumlah Jemaah Hilang Meningkat
apahabar.com

Nasional

Jelang Pengumuman Kabinet, Mahfud MD Dipanggil ke Istana Presiden
apahabar.com

Nasional

Hormati Nyepi, Muslim Bali Tak Kumandangkan Azan Jelang Salat
apahabar.com

Nasional

Dibuka Siang Ini, Begini Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 5
apahabar.com

Nasional

Jokowi Minta Pendampingan Aspek Bisnis Perhutanan Sosial Harus Terintegrasi
apahabar.com

Nasional

Dukung Program Ketahanan Pangan di Kalteng, Jokowi Tugaskan 3 Menteri
apahabar.com

Nasional

Komentar Tak Layak Soal Wiranto, Dosen Untidar Diperiksa Universitas
apahabar.com

Nasional

Sambut Kunjungan PP JMSI, Gita Wirjawan: Kualitas Informasi Faktor Penentu Perjalanan Sebuah Bangsa
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com