Satu Truk Ambles, Waspada Jalan Lingkar Timur Balangan Berlumpur dan Berlubang ‘Kado’ Harjad Ke-495 Banjarmasin, Lonjakan Covid-19 hingga PPKM Berjilid-Jilid Fakta Terbaru Rombongan Moge di Jembatan Sungai Alalak, Ternyata Diduga Dikawal Polisi Dear Presiden Jokowi, Jembatan Alalak Kalsel Harus Dibuka Hindari Macet Sudah Dilimpahkan, Nih Jerat Hukuman Sejoli Pembuang Bayi di Stagen Kotabaru

Begini Kronologi Layangan Menyangkut di Roda Citilink Rute Yogya

- Apahabar.com     Sabtu, 24 Oktober 2020 - 17:32 WITA

Begini Kronologi Layangan Menyangkut di Roda Citilink Rute Yogya

Ilustrasi Citilink. Foto-CNN Indonesia

apahabar.com, JAKARTA – Pesawat Citilink, nomor penerbangan QG 1107 rute Jakarta-Yogyakarta menabrak layang-layang ketika melakukan pendaratan di Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta, Jumat (23/10).

Pesawat yang berangkat dari Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta mendarat di Yogyakarta sekitar 16.46 WIB. Tiga menit berselang, ditemukan ada layang-layang di roda pesawat saat proses pengecekan setelah pesawat berhenti dan terparkir.

“Saat pengecekan pesawat itu dilakukan, tim operasional menemukan layang-layang yang tersangkut pada bagian atas roda kanan pesawat,” tutur General Manager Bandara Internasional Adisutjipto, Agus Pandu Purnama dalam keterangannya, Sabtu (24/10).

Setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut, kata Agus, tidak ditemukan kerusakan apapun pada pesawat Citilink tersebut.
“Pesawat dalam kondisi aman dan siap untuk melanjutkan penerbangan,” ujarnya.

Terkait kejadian ini, Agus mengimbau kepada masyarakat untuk tidak bermain layang-layang di sekitar area bandara. Sebab, hal itu sangat berbahaya.

“Jika layangan tersangkut di baling-baling pesawat maka resiko kecelakaan pesawat dan munculnya korban jiwa menjadi sangat tinggi,” ucap Agus.

Larangan tersebut, kata Agus, telah diatur dalam Pasal 210 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.
Aturan itu mengatur larangan bagi setiap orang berada di daerah tertentu di bandar udara, membuat halangan (obstacle), dan/atau melakukan kegiatan lain di kawasan keselamatan operasi penerbangan yang dapat membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan, kecuali memperoleh izin dari otoritas bandar udara.

Sesuai aturan, bagi para pelanggar dapat dikenakan sanksi pidana penjara selama tiga tahun atau denda maksimal sebanyak Rp1 miliar.

“Akan kami tindak secara tegas bagi siapapun yang melanggar aturan tersebut,” kata Agus.

Sementara itu, VP Corporate Secretary & CSR PT Citilink Indonesia, Resty Kusandarina menyampaikan pilot pesawat telah berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak menara setempat untuk menyampaikan peristiwa yang dialami.
Tim teknik Citilink, lanjut Resty, juga telah melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap pesawat dan dipastikan tak ada kerusakan. Serta dipastikan layak untuk kembali terbang.

“Adapun saat ini seluruh kru dan penumpang telah mendarat dengan selamat,” ujar Resty, dikutip dari CNN Indonesia.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Mahasiswa

Nasional

Soal PPN Sembako, Tagar ‘Mahasiswa Mati Suri’ Bergema
apahabar.com

Nasional

Pesan Megawati untuk Calon Kepala Daerah: Mau Pintar, Baca Buku Soekarno
Vaksin

Nasional

Cara Daftar Vaksin Gotong Royong Individu di Kimia Farma
apahabar.com

Nasional

Paket Kebijakan Ekonomi ke-16 Diprotes Partai Pendukung Pemerintah
Kapolri

Nasional

Listyo Sigit Prabowo, Dari Ajudan Jokowi Menjadi Calon Kapolri
apahabar.com

Nasional

Unjuk Rasa di Papua, Kota Jayapura Lumpuh dan Mencekam
Bansos

Nasional

Cek, Daftar Bansos yang Cair di September 2021
apahabar.com

Nasional

Pemerintah Lagi Siapkan Subsidi Pulsa, Siapa Sasarannya?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com