Ribuan Buruh Kepung DPRD Kalsel, Supian HK Janjikan Pertemuan dengan DPD-DPR RI Hasil Liga Champions, Real Madrid Dipermalukan Shakhtar Donetsk, Skor Akhir 3-2 Geger Pria di Kelumpang Kotabaru Tewas Diduga Disengat Ratusan Lebah Membeludak, Warga Barabai Terobos Kantor Disprindagkop Demi BLT UU Cipta Kerja, Ketum Hipmi Yakin Indonesia Lolos dari Midlle Income Trap

Belajar dari Sayidina Umar bin Khattab, di Mata Hukum Semua Setara

- Apahabar.com Sabtu, 10 Oktober 2020 - 11:12 WIB

Belajar dari Sayidina Umar bin Khattab, di Mata Hukum Semua Setara

Ilustrasi. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Sayidina Umar bin Khaththab RA tak ingin diperlukan spesial ketika dirinya bersengketa di persidangan.

Dikutip dari Cahaya Abadi Muhammad SAW Kebanggaan Umat Manusia karya Muhammad Fethullah Gulen, ketika menjabat sebagai khalifah, Umar bin Khaththab adalah sosok yang sangat dihormati dan disegani. Dengan kekuasaannya yang mencakup wilayah amat luas dari Yaman hingga sungai Amu Darya di dekat kota Bukhara, Umar pantas dianggap sebagai khlaifah besar dalam sejarah.

Pada suatu ketika, Umar bin Khaththab bersengketa dengan Ubay bin Kaab. Pada saat itu Umar mengajak Ubay agar mencari orang yang dapat menengahi sengketa mereka.

Beberapa saat kemudian, keduanya pun bersepakat memilih Zaid bin Tsabit untuk ditunjuk sebagai penengah. Mereka pun mendatangi Zaid. Umar bin Khaththab menyampaikan maksudnya yakni agar Zaid berkenan menjadi penengah persengketaannya dengan Ubay bin Kaab. Memang rumah Zaid bin Tsabit biasa dilangsungkan sidang.

Setelah Zaid menyetujui permintaan Umar, Zaid pun meminta Umar bin Khaththab dan Ubay bin Kaab masuk ke rumahnya. Tetapi ketika sidang dimulai, Zaid sengaja bergeser dari tempat duduknya untuk mempersilakan Umar duduk di kursinya. Hal itu dilakukan Zaid karena Umar adalah seorang khalifah.

“Duduklah di sini wahai Amirul Mukminin,”

Tetapi Umar bin Khathtab menolaknya. Umar lebih memilih duduk pada posisi sama dengan Ubay bin Kab.

“Inilah awal kekeliruanmu dalam memutuskan perkara. Aku memilih duduk bersama seteruku ini saja,” ujar Umar.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Religi

Khawarij Berencana Bunuh 3 Sahabat Nabi, Hanya Ali yang Terpenuhi
apahabar.com

Ceramah

Ikhlas dan Kasih Sayang, Spirit Revolusi Mental Ala Rasulullah
apahabar.com

Religi

Haul KH Anang Sya’rani Arif ke 51, Muhaddist yang Meninggal Tepat di Azan Subuh
apahabar.com

Hikmah

Prof Din Syamsuddin: Indonesia Butuh Kerukunan Sejati dan Kebersamaan Hakiki
apahabar.com

Hikmah

Penghuni Surga Kelak Akan Saling Jenguk dan Tanya Kabar
apahabar.com

Hikmah

Sejarah Bertaburan Muslimah Cerdik Pandai, Fatimah Contohnya
apahabar.com

Ceramah

Daging Kurban Bisa Jadi Haram Karena 3 Hal Ini
apahabar.com

Habar

Besok, Cek Arah Kiblat Salat Saat Matahari di Atas Kakbah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com