Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin: Waktu Belajar Dipangkas, Sehari Hanya 5 Jam Sehari Jelang Penutupan, Pendaftar BLT UMKM di Batola Capai 5.000 Orang Pencuri Hp Rosehan Diciduk Polisi, Ini Dalih Tersangka Kronologi Pria Kelumpang Tengah Tewas Disengat Ribuan Lebah Geger Pria di Kelumpang Kotabaru Tewas Diduga Disengat Ratusan Lebah

Belum Tentu Ramai, PKL Relokasi Handil Bakti Minta Keringanan Retribusi

- Apahabar.com Sabtu, 10 Oktober 2020 - 16:18 WIB

Belum Tentu Ramai, PKL Relokasi Handil Bakti Minta Keringanan Retribusi

Seorang pedagang mengambil kertas bertuliskan nomor los dan blok dalam pengundian posisi relokasi di Pasar Handil Bakti. Foto: apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Sekalipun sudah memiliki tempat, sejumlah PKL di jalur hijau Handil Bakti hanya bisa pasrah dengan prospek usaha di Pasar Handil Bakti.

Total 138 PKL yang direlokasi, sudah mendapatkan los masing-masing melalui proses pengundian, Sabtu (11/10). Mereka disebar ke empat blok yang berisi 40 los berukuran 2×3 meter.

Penempatan pedagang tersebut diambil berdasarkan jenis barang dagangan. Pedagang buah, sepatu sandal dan sembako, ditempatkan di blok A.

Kemudian blok B diisi pedagang makanan, bengkel dan makanan hewan. Selanjutnya blok c dikhususkan pedagang makanan dan minuman. Sementara blok D ditempati pedagang ponsel dan aksesoris.

Pengundian los berlangsung cukup lancar, karena telah dilakukan tiga kali sosialisasi. Dua pertemuan dilakukan 16 Agustus dan 16 Desember 2019, serta 8 Oktober 2020.

“Kami menyadari relokasi ini memang harus dilakukan, seiring pelebaran jalan Trans Kalimantan. Kami berterimakasih kepada Pemkab Barito Kuala yang sudah menyediakan tempat,” papar Sugiannor, koordinator PKL Handil Bakti.

“Namun demikian, kami juga meminta keringanan retribusi, setidaknya digratiskan saja selama 6 bulan kedepan. Kalau dagangan sudah ramai, kami tak masalah dipungut retribusi,” imbuhnya.

Memang bukan rahasia kalau pinggir jalan merupakan lokasi berniaga paling strategis, terutama makanan dan buah-buahan. Pengalaman itu pun sudah dirasakan PKL Handil Bakti selama sekitar satu dekade terakhir.

“Untuk sementara kami menempati dulu los yang disediakan. Kalau soal omset, mungkin jauh menurun, lantaran Pasar Handil Bakti sudah lama sunyi,” timpal PKL lain bernama Gazali Rahman.

“Tetapi kami tetap berharap yang terbaik, karena belum dicoba berjualan di dalam pasar,” tambah pedagang pempek yang sudah berjualan di kawasan Handil Bakti sejak 2012 ini.

Direncakan semua PKL menempati los pasar dalam dua pekan mendatang, atau setelah Terminal Handil Bakti mulai dibongkar.

“Jadwal pemindahan diserahkan kepada pedagang, termasuk penambahan kelengkapan los dengan tanpa mengubah bentuk bangunan,” sahut Purkan, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Batola.

“Terkait retribusi yang minta digratiskan, mungkin saja dipenuhi dengan pertimbangan pedagang baru memulai usaha. Namun sebenarnya soal retribusi ini belum difinalisasi pimpinan daerah,” tandasnya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Batola

Good Job! Lebih Separuh Pasien Covid-19 di Batola Sembuh
apahabar.com

Batola

Satu Kasus Baru, Kecamatan Belawang di Barito Kuala Kembali Zona Merah
apahabar.com

Batola

Digandeng Uniska, Desa Danda Jaya Punya ‘Janda Ayu’
apahabar.com

Batola

Dipengaruhi Kemarau Basah, Kebakaran Lahan di Barito Kuala Jauh Menurun
apahabar.com

Batola

Tangani Masalah Perdata, Pemkab Batola dan Kejari Jalin Kerja Sama

Batola

Tiga Perwira di Polres Barito Kuala Bergeser
apahabar.com

Batola

Kasus Aktif Covid-19 Menurun, Batola Tutup Karantina Mess KTM
apahabar.com

Batola

Setelah Pensiun, Begini Kondisi Anggota Polres Batola Penyedia Bubur Gratis
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com