Mahasiswanya Positif Covid-19, Kampus FISIP ULM Banjarmasin Lockdown Selama Sepekan Larang Anggota Fraksi ke Luar Daerah, Golkar Targetkan Kemenangan BirinMu 70 Persen Sembuh dari Covid-19, Sugianto Hadir di Kampanye Penutup Jelang Pencoblosan, Ratusan Anggota Fraksi Golkar Se-Kalsel Siap Awasi Money Politics Aduuuuuuuuuh ai, Viral Bocah di Tapin Ngamuk-Buang Motor Saat Ditilang Polisi

Berantas Hoaks di Indonesia, Google Hibahkan Rp 11,7 Miliar

- Apahabar.com Selasa, 27 Oktober 2020 - 00:16 WIB

Berantas Hoaks di Indonesia, Google Hibahkan Rp 11,7 Miliar

Ilustrasi Google. Foto-Reuters via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Google mengumumkan hibah 800.000 dolar AS atau sekitar Rp 11,7 miliar untuk mendukung beragam program literasi media dan juga pelatihan digital dalam upaya memberantas hoaks dan misinformasi masyarakat Indonesia.

Hibah tersebut dieksekusi oleh Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) dan lembaga nirlaba MAARIF Institute, bersama agensi perubahan sosial Love Frenkie, lewat program Tular Nalar.

“Tahun ini dengan bangga kami mengumumkan hibah keempat MAFINDO dan MAARIF Institute sebesar 800.000 USD untuk memberikan solusi dan membantu lebih dari 26.700 dosen dan guru serta mahasiswa untuk memiliki ketahanan terhadap misinformasi dan disinformasi melalui edukasi literasi media dan digital,” kata Head of Public Affairs Southeast Asia Google APAC, Ryan Rahardjo, dalam diskusi virtual seperti dilansir Antara, Senin (26/10).

Ryan mengatakan memerangi kesalahan informasi, ujaran kebencian, intoleransi, informasi yang direkayasa dan hoaks terus menjadi tantangan penting untuk ditangani terutama mendekati pemilihan kepala daerah atau Pilkada yang akan diselenggarakan secara serentak pada Desember.

Program Tular Nalar yang dibentuk oleh Google.org dan juga dieksekusi oleh MAARIF Institute, Mafindo, dan Love Frenkie, Ryan menjelaskan, berfokus kepada materi pembelajaran untuk mengasah cara berfikir secara kritis.

“Ini juga dibentuk untuk para dosen, guru dan mahasiswa dalam menghadapi tantangan yang mereka hadapi di lingkungan pembelajaran,” ujar Ryan.

Google juga membentuk sebuah situs Tular Nalar, lanjut Ryan, yang akan bisa diakses pada Januari 2021 mendatang, terutama untuk para masyarakat yang tidak dapat berpartisipasi dalam pelatihan virtual.

“Kami harap melalui program ini para pengajar mendapatkan materi ajar tambahan dan juga dukungan yang mereka butuhkan untuk terus menularkan hal hal positif kepada para pelajar di Indonesia,” ujar Ryan.

“Dalam hal ini cara mengatasi misinformasi dan disinforamsi agar seluruh pelajar dan masyarakat Indonesia pada umumnya dapat menjadi warga digital yang bertanggung jawab,” dia menambahkan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy, mengatakan memerangi kesalahan informasi, ujaran kebencian, intoleransi, informasi yang direkayasa dan juga hoaks terus menjadi tantangan penting untuk ditangani, terutama ketika kita semakin mendekati masa pemilihan kepala daerah yang akan diselenggarakan serentak pada Desember 2020.

Pemerintah Indonesia menyambut baik hibah keempat yang diberikan Google.org tersebut untuk mendukung berbagai informasi lokal, baik itu pemeriksa fakta, komunitas literasi digital dan lembaga sosial masyarakat yang memiliki visi yang sama, yaitu untuk memerangi misinformasi melalui program bernama Tular Nalar.

“Saya harap program ini akan memberikan solusi dan membantu para dosen, guru dan mahasiswa untuk memiliki ketahanan terhadap misinformasi dan disinformasi melalui program literasi media dan juga digital,” katanya

Program yang dikelola oleh MAARIF Institute, Mafindo dan Love Frankie, akan bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Kementerian Komunikasi dan Informatika, pimpinan pusat Muhammadiyah dan ASPIKOM.

“Dengan semakin cepat penyebaran informasi di era digital ini, marilah kita kerjasama untuk memberantas hoaks dengan menciptakan warga negara yang lebih kritis, dan berpengetahuan di Indonesia,” ujar Menteri Muhadijir.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Ini Harga Asli Mini Cooper yang Dibeli Dedi Rp12 Ribu di Bukalapak
apahabar.com

Ekbis

Ingat! Terhitung Hari Ini Bagasi Lion Tak Lagi Gratis
apahabar.com

Ekbis

Harga Ayam Potong Mahal Masuk Bulan Maulid, Warga Khawatir di Momen Natal dan Tahun Baru
apahabar.com

Ekbis

Melonjak Lagi, Harga Emas Antam Tembus Rekor Baru
apahabar.com

Ekbis

Covid-19 Mewabah, Apindo Kalsel Usul Penghapusan Pajak Penghasilan

Ekbis

Meski Hari Ini Rupiah Melemah, Tapi Masih Bikin Untung
apahabar.com

Ekbis

VW Kodok Bertenaga Listrik Pertama di Indonesia
apahabar.com

Ekbis

Pemerintah Kantongi Rp23 T Dari Lelang Surat Utang Negara
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com