Manajemen Pama Ungkap Dua Kemungkinan Terburuk Karyawan Bantah Ijazah Rahmad Masud Palsu, Rektor Untri Siap Lapor Balik Satu Warga Kalsel Tertular Corona B117, Pj Safrizal Imbau Perketat Prokes Varian Baru Corona B117 Sudah Masuk Kalsel, Banjarmasin Belum Ada Temuan Resmi, Kejari Tanbu Tetapkan Tersangka Kasus Pengadaan Kursi

Bersamaan Pengumuman Hasil Rapat Bank Sentral, IHSG Diperkirakan Melemah

- Apahabar.com Selasa, 13 Oktober 2020 - 11:35 WIB

Bersamaan Pengumuman Hasil Rapat Bank Sentral, IHSG Diperkirakan Melemah

Pekerja melintas di dekat layar digital pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (9/10/2020). Foto-Antara/Akbar Nugroho Gumay/wsj

apahabar.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan melemah, Selasa (13/10).

Pelemahan IHSG diperkirakan bersamaan dengan pengumuman hasil rapat bank sentral pada siang nanti.

IHSG dibuka menguat 0,32 poin atau 0,01 persen ke posisi 5.093,42. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 stagnan di posisi 777,31.

“Mempertimbangkan sentimen global dan domestik, IHSG berpotensi menglami profit taking pada perdagangan hari ini. Minimnya arahan yang solid diserta penguatan sepanjang enam hari berturut-turut berpotensi memicu aksi profit taking,” tulis Tim Riset Phintraco Sekuritas dalam laporan yang dikutip Antara di Jakarta, Selasa.

Semalam bursa AS ditutup menguat seiring dengan harapan tercapainya kesepakatan terkait stimulus lanjutan di Negeri Paman Sam.

Dari dalam negeri, pelaku pasar akan menantikan rilis hasil Rapat Dewan Gubenur Bank Indonesia (RDG BI) pada siang hari ini.

Terkait RDG BI, pelaku pasar memperkirakan bahwa BI tidak akan mengubah suku bunga acuan pada RDG kali ini (13/10).

Selain itu, pelaku pasar juga mengantisipasi pandangan BI mengenai outlook ekonomi Indonesia, terutama di kuartal IV 2020 dan tahun 2021.

Seiring sentimen d iatas, pelaku pasar sebaiknya waspada terhadap potensi aksi ambil untung terutama pada saham-saham konstruksi yang menguat signifikan seperti Waskita WSKT (Waskita Karya) dan PTPP (PT Pembangunan Perumahan).

Investor perlu mewaspadai juga potensi pelemahan saham-saham komoditas terutama yang berhubungan dengan batubara. Pelemahan harga kontrak (future) batubara diperkirakan memberikan sentimen negatif bagi saham-saham tersebut.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei melemah 15,57 poin atau 0,07 persen ke 23.543,12, indeks Shanghai turun 15,05 poin atau 0,45 persen ke 3.343,42 poin, dan indeks Straits Times menguat 0,22 atau 0,01 ke 2.552,64 poin.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Didukung Kabar Kemajuan Stimulus AS, Rupiah Akhir Pekan Ditutup Menguat
apahabar.com

Ekbis

Sore Ini, IHSG Ditutup di Level 5.176
apahabar.com

Ekbis

Makin Menggairahkan, Nilai Tukar Petani di Kaltim Naik
apahabar.com

Ekbis

Biar Tak Boros, Mau Tau Caranya?
apahabar.com

Ekbis

‘Indonesia Maju’ Ancam Ekspor Batu Bara dan CPO Kalsel!
apahabar.com

Ekbis

Resmi, OJK Tunjuk KB Kookmin Pegang Saham Pengendali Bukopin

Ekbis

Mengelola Modal Usaha yang Berasal dari Utang
apahabar.com

Ekbis

Eks Bos Bank Dunia Siap Investasi Bidang Infrastruktur di Indonesia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com