Resmi, Kejari Tanbu Tetapkan Tersangka Kasus Pengadaan Kursi Peserta KLB Demokrat Dijanjikan Rp 100 Juta, Ternyata Hanya Terima Rp 5 Juta Polisi Bakal Tindak Parkir Sembarangan di Kawasan Taman Kota-Masjid Raya Kotabaru Kemenkes Sebut 4 Pasien yang Terserang Corona B117 Tak Bergejala Berat Menkes Ungkap Tambahan Kasus Mutasi Corona Baru, 1 dari Kalsel

BMKG: Pengaruh Gelombang MJO Fase Awal La Nina, Sejumlah Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Lebat

- Apahabar.com Minggu, 18 Oktober 2020 - 10:46 WIB

BMKG: Pengaruh Gelombang MJO Fase Awal La Nina, Sejumlah Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Lebat

Ilustrasi cuaca ekstrem. Foto-Antara/Umarul Faruq

apahabar.com, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan akibat pengaruh gelombang MJO (Madden Julian Oscillation) pada fase awal La Nina membuat sejumlah wilayah Indonesia berpotensi terjadi hujan lebat.

“Aktivitas La Nina dan MJO pada saat yang bersamaan ini dapat berkontribusi signifikan terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia,” kata Deputi Bidang Meteorologi Guswanto dalam keterangan yang diterima di Jakarta seperti dilansir Antara, Minggu (18/10).

MJO adalah penjalaran gelombang atmosfer ekuator dari barat ke timur. Hasil analisis kondisi dinamika atmosfer terkini menunjukkan adanya aktivitas MJO di atas wilayah Indonesia, yang merupakan klaster awan berpotensi hujan.

Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG memprakirakan dalam periode sepekan ke depan terjadi peningkatan curah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.

Pada periode 18-24 Oktober 2020 dampak MJO berpotensi terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat.

Kondisi yang sama juga berpotensi terjadi di Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.

BMKG sebelumnya telah menginformasikan bahwa saat ini tengah terjadi fenomena La Nina di Samudera Pasifik dengan intensitas sedang (moderate).

Pemantauan BMKG terhadap indikator laut dan atmosfer menunjukkan suhu permukaan laut mendingin minus 0,5 hingga minus 2,5 derajat Celcius selama tujuh dasarian terakhir (70 hari), diikuti oleh dominasi aliran zonal angin timuran yang merepresentasikan penguatan angin pasat.

Bagi Indonesia, La Nina yang terjadi pada periode awal musim hujan ini berpotensi meningkatkan jumlah curah hujan di sebagian besar wilayah.

Dampak La Nina terhadap curah hujan di Indonesia tidak seragam, baik secara spasial maupun temporal, bergantung pada musim/bulan, wilayah, dan kekuatan La Nina.

Selain pengaruh sirkulasi angin monsun dan anomali iklim di Samudera Pasifik, penguatan curah hujan di Indonesia juga turut dipengaruhi penjalaran gelombang atmosfer ekuator dari barat ke timur berupa gelombang MJO dan Kelvin, atau dari timur ke barat berupa gelombang Rossby.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

UI Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia Versi Webometrics 2020
apahabar.com

Nasional

Idham Azis Janji Bakal Ungkap Kasus Novel Baswedan
Jokowi

Nasional

Ketika Presiden Jokowi Gaungkan Benci Produk Asing
apahabar.com

Nasional

3 Fakta Baru Seputar Uang Khusus Rp 75.000
apahabar.com

Nasional

Tak Takut Tekad Bangun Papua Makin Membara
apahabar.com

Nasional

WNI yang Dievakuasi dari Wuhan Akan Dikarantina di Pangkalan Milter Natuna
apahabar.com

Nasional

Mau Pulsa Gratis Rp150 Ribu Per Bulan Mulai September Hingga Desember 2020? Begini Syaratnya
apahabar.com

Nasional

New Normal, Jokowi: Beradaptasi Bukan Berarti Menyerah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com