Mulai Esok, RS Idaman Banjarbaru Kembali Terima Pasien Baru PPKM Level IV: Banjarmasin Jauh Lebih Boros Ketimbang Banjarbaru Ssttt.. Satu Pembunuh Perawat RSDI Banjarbaru Lolos Penyergapan di Jawa Laut Cerita Relawan Banjar: Pahitnya Daun Sungkai Bisa Menyembuhkan Bantu Pasien Isoman, Menteri Muhadjir Pantau Asman Toga di Banjarmasin Utara

BMKG Ungkap Tanda-Tanda Puting Beliung

- Apahabar.com     Selasa, 27 Oktober 2020 - 08:41 WITA

BMKG Ungkap Tanda-Tanda Puting Beliung

Kondisi Situ Rawa Gede usai diterjang angin puting beliung. Foto-Okezone

apahabar.com, JAKARTA – Kepala Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Hary Tirto Djatmiko, meminta seluruh masyarakat waspada terhadap potensi angin puting beliung selama musim hujan.

Hary membeberkan tanda-tanda suatu daerah bakal diterpa angin puting beliung. Pertanda itu di antaranya, kata Hary, suhu atau udara di suatu daerah akan terasa panas satu hari sebelum diterpa angin puting beliung.

“Tanda-tanda akan terjadinya puting beliung, satu hari sebelumnya udara pada malam hingga pagi hari terasa panas dan gerah,” kata Hary kutip apahabar.com dari Okezone, Selasa (27/10).

Kemudian, sambungnya, udara sudah mulai terasa panas sejak pagi hari. Padahal, umumnya udara atau suhu mulai terasa panas mulai pukul 10.00 pagi. Saat itu, terlihat tumbuh awan Cumulus (awan putih berlapis-lapis), diantara a wan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi seperti bunga kol.

“Tahap berikutnya awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi abu-abu atau hitam yang dikenal dengan awan Cumulonimbus (CB). Pepohonan di sekitar tempat kita berdiri, ada dahan atau ranting yang mulai bergoyang cepat karena embusan angin,” katanya.

Hary menambahkan, udara akan mulai terasa dingin setelah terjadi fenomena tersebut. Biasanya, angin puting beliung diawali dengan hujan yang sangat lebat. Namun, jika hujan diawali hanya gerimis, kecil kemungkinan akan terjadi angin kencang.

“Jika 1 sampai 3 hari berturut-turut tidak ada hujan pada masa pancaroba, ada indikasi potensi hujan lebat yang pertama kali turun akan diikuti angin kencang baik yang masuk dalam kategori puting beliung maupun yang tidak,” tuturnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Kebakaran Beruntun Terus Melanda Tanah Laut

Nasional

PPNI: Beban Kerja hingga Penyaluran Insentif Jadi Masalah Para Perawat Selama Pandemi
apahabar.com

Nasional

SPBU di Ruas Jalan Tol Trans Jawa, Sumatera dan Kalimantan Segera Dibangun
apahabar.com

Nasional

Bersiap Ikuti 2 Pameran Internasional, Jokowi: Tampilkan Wajah Indoensia
apahabar.com

Nasional

Dubes China untuk Israel Ditemukan Meninggal di Rumahnya
apahabar.com

Nasional

Erick Panggil Mantan Komisioner KPK ke Kementerian BUMN

Nasional

Jika Rizieq Penuhi Panggilan Polisi, Massa PA 212 Siapkan Strategi
apahabar.com

Nasional

66 Tahun Mengabdi di Istiqlal, Mbah Parno Dihadiahi Kemenag Rumah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com