Geger Pria di Kelumpang Kotabaru Tewas Diduga Disengat Ratusan Lebah Membeludak, Warga Barabai Terobos Kantor Disprindagkop Demi BLT UU Cipta Kerja, Ketum Hipmi Yakin Indonesia Lolos dari Midlle Income Trap Live Streaming Man City vs Porto, Link Siaran Langsung Liga Champions di SCTV-Vidio.com Malam Ini Jembatan Terpanjang Kedua Indonesia di Kaltim Sudah 90 Persen Beres

Bocah Badut Jalanan Banjarmasin, Dugaan Eksploitasi Anak di Balik Topeng Boneka Bergoyang

- Apahabar.com Selasa, 13 Oktober 2020 - 15:25 WIB

Bocah Badut Jalanan Banjarmasin, Dugaan Eksploitasi Anak di Balik Topeng Boneka Bergoyang

Bocah badut jalanan Banjarmasin dianggap sebagai salah satu bentuk eksplotasi anak. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Fenomena badut jalanan kian menjamur di Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Dengan mengenakan kostum kartun, mereka memadati setiap sudut kota berjuluk seribu sungai tersebut.

Namun siapa sangka jika di balik topeng boneka bergoyang ternyata seorang anak di bawah umur.

Satpol PP dan Damkar Banjarmasin pun lantas bertindak langsung untuk penertiban.

Nahasnya, dari jumlah yang terjaring adalah pelajar sekolah dasar (SD) atau anak di bawah umur.

“Ya ada anak di bawah umur,” ujar Kasi Operasi Pol PP dan Damkar Banjarmasin, Noor Fahmi Arif Ridha kepada apahabar.com, Selasa (13/10).

Untuk itu, ia bersikap waspada terhadap keadaan ini. Pasalnya, ada kemungkinan terjadinya dugaan eksploitasi anak yang dilakukan orangtuanya.

“Kita akan berkoordinasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempyan dan Anak (P2TP2A) bagaimana tidak lanjut dari hasil penertiban,” kata Fahmi.

Fahmi juga tidak mengetahui modus maupun alasan pelajar sekolah dasar (SD) melakoni pekerjaan badut jalanan di Banjarmasin.

Keterbatasan informasi ini karena anak tersebut tidak menerangkan alasan kepada petugas yang menjaringnya.

Mereka, lanjut Fahmi hanya berucap bahwa memerlukan uang untuk kebutuhan sehari-hari di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

“Apakah orang tuanya yang meminta atau mereka sendiri yang mau,” ucap Fahmi penuh tanda tanya.

Menurutnya, para badut yang beraktivitas difasilitas umum dan lampu merah sangat menganggu perhatian pengguna jalan.

Warga yang melintas terganggu konsentrasinya akan kehadiran mereka.

“Resiko terjadi kecelakaan begitu besar, ketika ada mereka disamping pasti fokusnya berubah,” ungkap Fahmi.

Sejauh ini, Satpol PP Banjarmasin telah menertibkan sekitar 20 badut jalanan.

Keberadaan mereka dianggap melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 14 Tahun 2015 tentang penyelenggaraan kebersihan dan ketertiban masyarakat.

“Mulai dari badut itu muncul di lapangan, sekitar 20 lebih kita jaring dengan mengamankan barang berupa kostum kepala badut,” ujar Kasi Operasi Pol PP dan Damkar Banjarmasin, Noor Fahmi Arif Ridha kepada apahabar.com.

Kemudian, Fahmi menerangkan warga yang bersangkutan pemilik kostum tersebut mendatang kantor Satpol PP dan Damkar, Jalan KS Tubun, Banjarmasin Selatan.

Tujuan mereka datang tidak lain untuk mengambil kembali kostumnya.

Namun, Satpol PP melakukan sebuah penjanjian tertulis dengannya untuk tidak mengulangi aktivitas melanggar Perda.

Dalam salah satu pasal disitu melarang suatu usaha yang melaksanakan difasilitas umum, jalan dan trafficlight atau lampu merah.

“Setelah mengeluarkan surat pertanyaan, barang yang kita amankan segera dikembalikan,” ucapnya.

Fahmi menerangkan bahwa para badut mempunyai titik-titik favorit dalam menjalankan usaha.

Dominan mereka beraktivitas di Jalan Hasan Basri, Banjarmasin Utara. Selain itu, para badut juga beoperasi disetiap lampu merah. “Alhamdulillah sudah mulai menurun,” imbuhnya.

Ditambahkan, bahwa tidak bisa memungkiri para badut jalanan tersebut menjamur di tengah pandemi.

Modus mereka sering karena alasan sulit mencari kerja sehingga terdesak kebutuhan ekonomi.

Olehnya, Satpol PP setiap pekan melakukan giat menjaring para badut tersebut. Terlebih dahulu mereka menegur.

Namun belum dapat maksimal, karena lanjut Fahmi, petugas juga terfokuskan kepada penindakan displin protokol kesehatan.

“Kita juga terbagi tugas, tapi tidak mengesampingkan untuk ketertiban dan keamanan kemasyarakat,” pungkasnya.

Editor: Zainal - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Anggota DPRD Banjarmasin Segera Dilantik, Persiapan Sudah 100 Persen
apahabar.com

Kalsel

Tewas Kehabisan Darah, Keluarga Suami di Martapura Disebut Ikhlas
apahabar.com

Kalsel

Sarniah Resmi Nahkodai BPC Hipmi Tanah Bumbu Periode 2020-2023
apahabar.com

Kalsel

Akses Menuju Wisata Bukit Batu Kian Mudah
apahabar.com

Kalsel

Temuan APK ‘Bandel’ Menurun
apahabar.com

Kalsel

Dari Pentol Bakar, Paridah Untung Rp 200 Ribu Per Hari
apahabar.com

Kalsel

Ibnu Sina Patahkan Mitos Pilwali Banjarmasin, Target Partai Demokrat di Momentum HUT ke-19
apahabar.com

Kalsel

Karhutla Mulai Terkendali, Pemprov Kalsel Bantu Pasokan Air ke Kalteng
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com