Kronologi Lengkap Penemuan Jasad Tak Utuh di Gang Jemaah II Banjarmasin Mudik Dilarang, Terminal Pal 6 Banjarmasin Tutup Rute Antarkabupaten-kota Mudik Ramadan Dilarang, Pertamina Kalimantan Tambah 3 Persen Pasokan Gas Hilang Beberapa Hari, Warga Gang Jemaah Banjarmasin Ditemukan Sudah Jadi Mayat Asyik! PNS Banjarmasin Pulang Lebih Cepat Saat Ramadan

Bom Bunuh Diri Guncang Pusat Pendidikan di Kabul Afghanistan, 24 Orang Tewas

- Apahabar.com Minggu, 25 Oktober 2020 - 15:39 WIB

Bom Bunuh Diri Guncang Pusat Pendidikan di Kabul Afghanistan, 24 Orang Tewas

Warga mengangkut peti mati berisi jenazah korban ledakan di Ghazni, Afghanistan pada Sabtu (24/10). Foto-AFP/Getty via Antara

apahabar.com, KABUL – Ledakan bom bunuh diri di sebuah pusat pendidikan di Kabul, ibu kota Afghanistan, 24 orang tewas termasuk pelajar remaja dan melukai 57 lainnya pada Sabtu (24/10).

Seorang juru bicara Kementerian Dalam Negeri, Tariq Arian, mengatakan penjaga keamanan telah mengidentifikasi seorang pembom yang meledakkan bahan peledak di jalan di luar pusat pendidikan Denmark, Kawsar-e.

Sebagian besar korban adalah pelajar berusia 15-26 tahun, menurut Kementerian Kesehatan Afghanistan. 57 orang terluka dalam serangan itu, kata kementerian dalam negeri seperti dilansir Antara.

Seorang guru di pusat Kawsar-e, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena masalah keamanan, mengatakan bahwa dia dan staf pengajar lainnya terkejut dengan serangan yang menargetkan lembaga yang telah memberikan bimbingan bagi ribuan anak jalanan menuju pendidikan tinggi.

“Semua siswa penuh energi, termasuk keluarga miskin tetapi berharap masa depan lebih cerah,” ujarnya.

Anggota keluarga berkumpul di rumah sakit terdekat, mencari orang-orang terkasih yang hilang di antara kantung-kantung mayat berisi sisa-sisa tubuh korban tewas yang diletakkan di lantai rumah sakit, sementara petugas di luar mendorong pasien yang terluka dengan tandu untuk perawatan, kata seorang saksi mata Reuters.

Serangan itu, yang dikutuk oleh NATO dan pemerintah Afghanistan, terjadi di daerah Kabul barat yang merupakan rumah bagi banyak komunitas Syiah di negara itu. Syiah adalah agama minoritas di Afghanistan yang menjadi sasaran kelompok-kelompok seperti ISIS di masa lalu.

Seorang juru bicara Taliban di Twitter membantah bertanggung jawab atas serangan yang terjadi pada waktu yang krusial, ketika tim yang mewakili pemberontak dan pemerintah bertemu di Qatar untuk mencari kesepakatan damai.

ISIS mengaku bertanggung jawab dalam pernyataan di Telegram, tanpa memberikan bukti.

Puluhan siswa tewas di daerah yang sama di Kabul dalam serangan terhadap pusat pendidikan lain pada 2018.

Serangan terbaru terjadi setelah pertempuran sengit di beberapa provinsi dalam beberapa pekan terakhir, yang telah membuat ribuan warga sipil mengungsi.

Utusan Khusus Amerika Serikat untuk Afghanistan Zalmay Khalilzad pada Minggu pagi di Twitter menyerukan pengurangan segera dalam kekerasan dan percepatan dalam proses perdamaian.

Ia mengacu pada meningkatnya kekerasan di negara itu dalam beberapa pekan terakhir, termasuk temuan oleh komisi hak asasi manusia bahwa serangan udara oleh pemerintah Afghanistan telah menewaskan 12 anak.

“Berapa banyak lagi yang bisa kita tahan, sebagai individu dan sebagai masyarakat? Berapa kali kita bisa bangkit?” tanya Shaharzad Akbar, ketua Komisi Hak Asasi Manusia Independen Afghanistan di Twitter tak lama setelah serangan Sabtu, mengatakan penargetan warga sipil adalah kejahatan perang.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Protes Hina Islam dan Rasulullah, Mahasiswa Iran Gelar Aksi di Depan Kedubes Prancis
apahabar.com

Internasional

Arab Saudi Hentikan Sementara Penerbangan Internasional
London

Internasional

Kakek 90 Tahun, Orang Pertama Divaksin Covid-19 di London
apahabar.com

Internasional

Rumahnya Ganti Fungsi, Bagimana Nasib Gli Si Kucing Penghuni Hagia Sophia?
Kudeta

Internasional

Pemimpin Kudeta Myanmar Sebut Pengambilalihan Kekuasaan Tak Dapat Dihindari
apahabar.com

Internasional

Pesawat Tempur AS Jatuh di Inggris, Pencarian Pilot Dimulai
apahabar.com

Internasional

Duh, Akun Twitter Sejumlah Tokoh Dunia Diretas
apahabar.com

Internasional

Badai Vamco Terjang Filipina, Ribuan Warga Dievakuasi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com