Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri Hasil Liga Champions, Tanpa Ronaldo Juventus Ditekuk Barcelona, Messi Cetak Gol, Skor Akhir 2-0

Burung Langka Berkelamin Ganda Ditemukan di Amerika

- Apahabar.com Jumat, 9 Oktober 2020 - 15:39 WIB

Burung Langka Berkelamin Ganda Ditemukan di Amerika

Burung langka Grosbeak Gynandromorph ditemukan di Amerika. Foto-Annie Lindsay/IFL Science

apahabar.com, JAKARTA – Burung yang sangat langks di temukan di Hutan Pennsylvania, Amerika Serikat. Uniknya, burung itu secara genetik berjenis kelamin ganda, setengah jantan dan setengah betina.

Burung tersebut menampilkan karakteristik berwarna cerah dari kedua jenis kelamin.

Dilansir dari IFL Science, Jumat (9/10/2020), para peneliti dari Museum Sejarah Alam Carnegie menangkap dan menyangkarkan burung unik itu pada 24 September di Cagar Alam Powdermill di Rector, Pennsylvania.

Dilansir apahabar.com dari Okezone, spesies itu dikenal sebagai burung grosbeak dada mawar (Pheucticus ludovicianus), anggota keluarga pemakan biji besar yang ditemukan di sebagian besar Amerika Utara bagian timur.

Jantan dari spesies ini dikenal dengan warna bulunya yang bagus, tetapi burung yang ditemukan ini memiliki warna bulu yang sangat khas yang berbeda di setiap sisi tubuhnya. Sisi kanan berwarna merah-kemerahan seperti jantan, sedangkan sisi kiri berwarna coklat-oranye seperti betina.

“Seluruh tim pengamat sangat senang melihat kelangkaan seperti itu dari dekat, dan menikmati pengalaman sekali seumur hidup ini. Salah satu dari mereka menggambarkannya sebagai ‘melihat unicorn’ dan yang lainnya menggambarkan adrenalin saat melihat sesuatu yang sangat luar biasa. Ginandromorfisme bilateral, meski sangat jarang, adalah normal dan memberikan contoh yang sangat baik dari proses genetik yang menakjubkan yang hanya sedikit orang temui,” kata Annie Lindsay, manajer program pita burung di Powdermill.

Hal ini terjadi karena hewan tersebut adalah contoh hewan langka dari Gynandromorphism Bilateral, di mana penampilan luar hewan terbagi di tengah berdasarkan jenis kelamin, setengah jantan dan setengah betina.

Gynandromorphy diperkirakan terjadi karena alasan berbeda pada spesies yang berbeda pula. Tetapi bagi burung, hal ini diyakini terjadi ketika telur secara tidak sengaja berkembang dengan dua inti, satu membawa Z dan yang lain W. Jika telur itu dibuahi oleh sperma yang membawa dua Z jantan kromosom, sel telur berkembang dengan kromosom ZZ (pria) dan ZW (wanita).

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Kasus Covid-19 Turun, Singapura Longgarkan Pembatasan Sosial Tahap Dua 19 Juni
apahabar.com

Internasional

Film Dokumenter Pembunuhan Jurnalis Jamal Khashoggi Tayang di Zurich
apahabar.com

Internasional

Sempat Turun, Kasus Covid-19 di Arab Saudi Kembali Naik
apahabar.com

Internasional

Covid-19 Mengganas, Angka Kematian di Brasil Lebih dari 50 Ribu Jiwa
apahabar.com

Internasional

10 Ribu Orang Turun ke Jalan Tuntut Kebebasan Pers
apahabar.com

Internasional

Tangani Pandemi Covid-19 Lebih Baik, Sistem Kesehatan Turki Dipuji
apahabar.com

Internasional

Paksa Tutup, China Ambil Alih Konsulat AS di Chengdu
apahabar.com

Internasional

PM Inggris: Kemarahan Atas Kematian Floyd Tidak Dapat Diabaikan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com