Usai Beasiswa 1000 Doktor, SHM Bakal Cetak Ribuan Sarjana Baru di Tanah Bumbu Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri

Cabuli Anak Tiri di Hutan, Ayah dari Lamandau Kalteng Diamankan

- Apahabar.com Jumat, 9 Oktober 2020 - 18:36 WIB

Cabuli Anak Tiri di Hutan, Ayah dari Lamandau Kalteng Diamankan

Ayah tega mencabuli anak tirinya di hutan diamankan. Foto-Ilustrasi/Shutterstock

apahabar.com, LAMANDAU – Seorang ayah tega mencabuli anak tirinya di hutan. Tersangka berinisial AA, warga Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah (Kalteng) kini diamankan polisi.

Kapolsek Lamandau Ipda Herman Panjaitan mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dari keluarga atas dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur yang diduga dilakukan oleh ayah tiri korban.

“Kita menerima laporan dari korban terkait adanya kasus pencabulan, setelah kita melakukan penyelidikan, terduga pelaku tindak kejahatan seksual ini menyerahkan diri ke Polsek Lamandau,” kata Ipda Herman dikutip apahabar.com dari Okezone, Jumat (9/10).

Dijelaskan Kapolsek, pada Minggu 4 Oktober 2020 pelapor bernama AN, warga Kecamatan Lamandau, Kalteng mendatangi Mapolsek Lamandau, melaporkan kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur yang dialami oleh keponakannya.

Kejadian tersebut pada saat pelaku mengajak korban M (14) melihat perangkap hewan ke hutan. Setibanya di hutan, korban disuruh mengambil daun untuk alas duduk.

Lalu tiba-tiba pelaku memeluk badan korban dan melepas baju serta pakaian korban dengan sambil mengancam menggunakan sebilah parang.

“Kalau kamu buka mulut, akan kubunuh,” ucap pelaku sebagaimana disampaikan Ipda Herman.

“Berkat laporan keluarga korban dan keterangan dari beberapa saksi, kemudian kami menangkap pelaku untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut,” jelasnya.

Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat pasal 81 ayat ( 3 ) UURI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang no. 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Dengan ancaman 15 tahun penjara dan denda Rp.15 miliar.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Hukum

Satgas Antimafia Bola Periksa Vigit Waluyo
apahabar.com

Hukum

Operasi Sikat Intan 2019, Polres Banjarbaru Amankan Miras Hingga PSK
apahabar.com

Hukum

Santai di Stadion Murakata, Warga Lunjuk HST Diciduk Polisi
apahabar.com

Hukum

Plt Ketua Umum PSSI jadi Tersangka
apahabar.com

Hukum

Guru Bomber Gereja di Surabaya Hanya Dihukum 10 Tahun Penjara
apahabar.com

Hukum

Oknum Polisi Pencabul Siswi di Banjarbaru Dijebloskan ke Rutan Banjarbaru
apahabar.com

Hukum

Dalang Penimbunan BBM di Batola, Polisi Kantongi Tiga Nama

Hukum

Sembunyikan 25 gram Sabu dalam Plastik Snack, Sopir Truk Diringkus
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com