Fix, Pengeboran Migas di Mahakam Ulu Kaltim Lanjut 2021 Seruan Jokowi: Buru Pelaku Pembantaian Satu Keluarga di Sigi! Malu-maluin! Pemuda di Kotabaru Jambret Wanita demi Komix Terungkap, Korban Tewas Kecelakaan di Tapin Warga Wildan Banjarmasin INALILAHI Hujan Lebat, Pengendara Vario di Tapin Tewas

Cabup Banjar Andin: Money Politic Punya Konsekuensi untuk Paslon Maupun Pemilik Suara

- Apahabar.com Selasa, 20 Oktober 2020 - 21:02 WIB

Cabup Banjar Andin: Money Politic Punya Konsekuensi untuk Paslon Maupun Pemilik Suara

Calon bupati Banjar nomor urut 2, Andin Sofyanor saat bersilaturahmi dengan warga Kuin Kecil, Kecamatan Aluh-Aluh. Foto: Istimewa

apahabar.com, MARTAPURA – Calon bupati Banjar nomor urut 2 Andin Sofyanoor menyatakan bahwa ada pemikiran kalau ingin memenangkan pertarungan di Pilkada 2020, siapkan uang sebanyak-banyaknya untuk membeli suara masyarakat atau pemilih.

Hal itu diungkapkannya dalam pertemuan dengan warga Desa Kuin Kecil, Kecamatan Aluh-Aluh, Minggu (11/10/2020) sore.

“Nah, saya juga siap membagi-bagikan uang, jika paslon lain membagikan Rp 200 ribu per suara, maka saya bisa saja lebih besar dengan menyiapkan Rp 300 ribu per suara atau per orang,” ungkap Andin.

Namun, lanjut Andin, itu tidak akan ia lakukan mengingat konsekuensi dan sebagai pemegang mandat ulama.

Jika, di Kabupaten Banjar ada 300 ribu suara/pemilih. Tentu, 200 ribu pemilih harus terangkum untuk bisa menang. Lantas, Rp 200 ribu per suara dikalikan 200 ribu pemilih sehingga paslon harus sediakan biaya Rp 40 miliar.

“Kalau gaji bupati hanya 50 juta rupiah dikalikan setahun atau 12 bulan, tentu hanya mendapatkan 600 juta rupiah. Kalau 4 tahun jabatan menjadi 2,4 miliar. Dibandingkan 40 miliar, tentu 2,4 miliar masih jauh,” katanya.

Sedangkan paslon yang menggunakan money politic untuk meraih suara dengan membeli, tentu tak mau rugi. Seberapa pun kaya dan memiliki uang, Rp 40 miliar bukanlah sedikit.

Lalu, ada di pikirannya hanya ingin mengembalikan modal. Tidak sempat lagi sedikit pun untuk memikirkan membangun daerah.

“Masyarakat tentu tidak bisa menuntut, karena suaranya sudah dibeli,” ucap Andin.

Satu hal penting lainnya adalah, melakukan money politic dengan membeli suara pemilih, tentu dia harus seizin alim ulama dan habaib.

“Kami bisa membagikan uang Rp 300 ribu per suara kalau diizinkan alim ulama dan habaib. Tapi, itu tidak mungkin. Kami dipilih atas mandat ulama, tentu harus memiliki izin ulama untuk melakukan money politic dan itu sudah pasti melanggar peraturan,” ungkap Andin, yang juga doktor ahli hukum tata negara ini.

Usai bersilaturahmi warga Kuin Kecil dan mendengar langsung jawaban warga yang menyatakan menolak tegas money politic.

Kandidat Bupati Banjar Andin Sofyanoor beserta tim pemenangan, berpamitan untuk meneruskan perjalanan ke Desa Terapu dan Handil Baru.(*)

Polling Pilkada 2020
Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

PDIP Bakal Bocorkan Nama-Nama Calon di Pilkada Kalsel

Politik

PDIP Bakal Bocorkan Nama-Nama Calon di Pilkada Kalsel
apahabar.com

Politik

Puar Berang Soal Suara Terbanyak Jadi Ketua DPRD Kalsel: Itu Sesat !
apahabar.com

Politik

Pangkas Administrasi Berbelit, SHM – MAR Janjikan Berobat Hanya Pakai KTP
apahabar.com

Politik

Mesin Gerindra Mulai Panas, Haris Makkie: Masyarakat Ingin Apa, Kami Layani
apahabar.com

Politik

Cak Imin Yakin 98 Persen Warga NU Dukung Jokowi-Ma’ruf
apahabar.com

Politik

Kampanye di Tanah Kelahiran Desa Pulau Burung Tanbu, SHM Ingat Cerita Masa Kecil
apahabar.com

Politik

Disebut Masuk Bursa Calon di Pilkada Tanbu, Begini Respon Rooswandi Salem
apahabar.com

Politik

Jaga Soliditas, Musda X Golkar Balangan Ditunda
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com