3 Kali Diskor, Sidang Perdana Netralitas ASN Camat Aluh Aluh Berlangsung hingga Malam Sisa 85 Hari Jadi Bupati, Sudian Noor Doyan Bikin Kebijakan Kontroversial Diam-Diam, Adaro Kepincut Proyek Coal to Methanol di Kotabaru, Apa Kata Dewan? Kubah Datu Kelampaian Kembali Ditutup, Simak Penjelasan Zuriyat Gelapkan Penjualan Motor, Supervisor Marketing PT NSS Tabalong Diamankan Polisi

Cara HMI Kalselteng Tatap Omnibus Law Cipta Kerja

- Apahabar.com Rabu, 28 Oktober 2020 - 16:15 WIB

Cara HMI Kalselteng Tatap Omnibus Law Cipta Kerja

HMI Kalselteng menggelar Dialogika Omnibus Law di Gedung KNPI Kalsel, Rabu (28/10). Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Kalselteng mempunyai cara tersendiri menatap Omnibus Law Cipta Kerja.

Caranya, dengan menggelar Dialogika Omnibus Law di Gedung KNPI Kalsel, Rabu (28/10).

Ketua Umum Badko HMI Kalselteng Zainuddin mengatakan bahwa punya tujuan sendiri melakukan kajian intelektual ini.

Pertama supaya pandangan tentang Omnibus Law Objektif antara pihak penolak dan penerima, makanya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) antar kampus turut diundang sebagai peserta.

“Ketika mereka turun ke jalan, saya pikir itu sah saja tapi dalam hal menyampaikan kebenaran tidak harus di jalan,” ujarnya.

HMI sendiri, tegasnya, tidak menolak Omnibus Law secara keseluruhan.

Menurutnya, beberapa pasal yang ada Omnibus Law UU Cipta Kerja ini mempunyai nilai positif yang bisa dirasakan masyarakat.

Dari sektor perizinan, ia menilai birokrasi yang terbelit belit langsung dipangkas menjadi lebih mudah dengan hadirnya Omnibus Law.

Keputusan ini tentu membantu para pengusaha agar tidak tumpang tindih tentang perizinan suatu usaha.

“Tak semua orang menganggap pasal dari UU ini tidak memuaskan semua pihak dan mungkin hadirnya ini bisa lebih mudah dan siapa juga yang tidak senang,” ucapnya.

Sementara itu, PRESIDUM MW KAHMI KALSEL Kalsel Ani Cahyadi mengatakan telah membuat pernyataan sikap tentang UU sapu jagat tersebut. Keputusan ini bahkan ditentukan skala nasional.

Ia menyampaikan KAHMI bersifat kritis setiap apapun yang dikeluarkan dan diterbitkan oleh pemerintah, termasuk UU Cipta Kerja.

“Tujuan kita sama mengacu kepada UUD 1945 seperti memajukan kesejahteraan umum dan ikut melaksanakan ketertiban dunia,” ujarnya.

Selain itu, Ani mengajak untuk bersama sama mengkritisi UU Omnibus Law. Pasalnya UU ini dinilai tidak berpihak kepada masyarakat dan mempunyai niat untuk mempermudah birokrasi.

Menurutnya selama ini kebanyakan mekanisme mengalami tumpang tindih antara satu dan lainnya.

Hal itu segeranya dirapikan supaya memudahkan investasi dalam negeri maupun luar negeri. “Yang kami mau penyeimbangan,” ucapnya.

Perwakilan mahasiswa ULM Banjarmasin Veronika Puput Regina memandang Hari Sumpah Pemuda sangat berbeda dari orang kebanyakan.

Menurutnya pemuda sekarang lebih peka dalam memaknai arti perjuangan para pahlawan yang memerdekaan Indonesia.

Pasalnya, perjuangan tersebut belum selesai dikala kemerdekaan saja karena banyak masalah yang dihadapi para generasi muda.

“Itu adalah peran mahasiswa berpikir kritis dalam mengambil suatu tindakan. Artinya tindakan kali ini dipertanggung jawabkan dengan baik,” ucapnya.

Adapun keempat narasumber yang dihadirkan yaitu Wakil Dekan II Fisip ULM Banjarmasin Apriansyah dan Fakar Hukum Tata Negara Ichsan Anwary.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Waria Patah Tangan di Banjarmasin, PKBI Mencak-Mencak
apahabar.com

Kalsel

Disebut Mulia, Mampu Legislator Menjalankan Fungsinya?
apahabar.com

Kalsel

Saudi Tutup Umrah, Jumlah Jemaah Kalsel Belum Terpantau
apahabar.com

Kalsel

Gegara Corona, Kedai Kopi di Banjarmasin Merugi
apahabar.com

Kalsel

BPBD: Banjir Banjarbaru karena Jalur Air Tersumbat
apahabar.com

Kalsel

Pasien Covid-19 Kabur, RSDI Banjarbaru Gembok Pintu

Kalsel

Dikepung Api, Jam Terbang Heli Water Boombing Padat!
apahabar.com

Kalsel

Polres Banjarbaru Gelar Pengamanan Salat Idul Adha
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com