Banjir Belum Reda, Warga Desa Bincau Terancam Kekurangan Makanan Update Covid-19: Belasan Warga Kapuas Sembuh, 1 Positif H2D Sidang Perdana di MK, Bawaslu RI ‘Turun Gunung’ ke Kalsel 4.840 Vial Vaksin Covid-19 Tiba di Tanah Bumbu Pengungsi Banjir Bertambah, Kalsel Perpanjang Status Tanggap Darurat

Cegah Kebutaan Akibat Katarak, Puskesmas di Kapuas Diminta Jemput Bola

- Apahabar.com Selasa, 13 Oktober 2020 - 18:28 WIB

Cegah Kebutaan Akibat Katarak, Puskesmas di Kapuas Diminta Jemput Bola

Seorang warga Kabupaten Kapuas saat menjalani operasi katarak. Foto-Istimewa

apahabar.com, KUALA KAPUAS – Pemerintah Kabupaten Kapuas, Kalteng, melalui Dinas Kesehatan saat ini tengah focus melakukan pencegahan kebutaan akibat katarak.

Sebagai langkah awal yakni dengan melakukan skrining.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, Apendi mengatakan, skrining katarak selain dilakukan di fasilitas kesehatan, diharapkan juga seluruh puskesmas dapat melakukan jemput bola.

“Melakukan skrining jemput bola ke rumah penderita melalui kegiatan program Ketupat Kuning berintegrasi dengan PIS PK atau kegiatan puskesmas lainnya,” katanya di Kuala Kapuas, Selasa (13/10).

Untuk penderita yang sudah terjaring, lanjut Apendi, diupayakan penanganan segera dengan pengobatan atau apabila diperlukan akan dilakukan operasi.

Sementara itu Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, dr Tri Setyautami mengatakan, untuk melakukan tindak lanjut pada seorang penderita katarak banyak hal yang harus dilihat.

“Selain penilaian kondisi katarak itu sendiri juga kondisi penyakit penyerta seperti hipertensi dan diabetes melitus yang harus terkontrol,” katanya.

Dari hasil skiring yang dilakukan 19 puskesmas pada tahun 2019 terdapat 211 orang penderita katarak, dan tahun 2020 ini sedang dilakukan update data oleh seluruh puskesmas di Kapuas.

Menurut Tri Utami dalam kegiatan operasi katarak, Dinas Kesehatan Kapuas menjalin kerjasama dengan berbagai pihak.

Pada tahun 2018 bekerjasama dengan Kejaksaan Negeri Kapuas, di mana sebanyak 26 orang yang dioperasi dan tahun 2019 rencananya bekerja sama dengan Polres.

“Namun karena ada kendala sehingga tertunda dan pada tanggal 25 Oktober 2020, rencananya akan dilakukan operasi terhadap 50 orang pasien bekerjasama dengan PERDAMI dan Kapal Kemanusiaan 07 AMCF,” pungkas Tri.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

DPRD Sesalkan Infrastruktur Kotabaru dan Tanah Bumbu Jauh Beda
apahabar.com

Kalsel

Motif Bentrokan Maut yang Tewaskan 2 Pemuda di Veteran Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Hari Ini Kalsel Tambah 91 Kasus Baru Covid-19, Terbanyak dari Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Cegah Gesekan di Masyarakat, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Dialog dengan Tokoh Agama
apahabar.com

Kalsel

Perkenalkan Potensi Ekspor Pertanian Buat Pelajar

Kalsel

Calon Kepala Daerah Banjarmasin Pakai Influencer, Bawaslu Turun Tangan
apahabar.com

Kalsel

Raperda Kemetrologian, Pengamat: Relevan, Banjarmasin Pusat Perdagangan
apahabar.com

Kalsel

KKN di Aluh-Aluh, Pencegahan Covid Jadi Program Mahasiswa UMM
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com