Kronologi Lengkap 2 Bocah asal Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi Belum Tentu Dibekap Sang Ibu, Biang Kematian 2 Bocah Benawa HST Jadi Misteri 16 Hari Anti-Kekerasan, Aktivis Perempuan Kampanyekan Kesetaraan Gender di Banjarmasin Suhu Tubuh Tinggi, Wali Kota Samarinda Positif Covid-19 Inalillahi, 2 Bocah di Batu Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi

Cerita Bocah Badut Jalanan Banjarmasin, Demi Smartphone Impian untuk Sekolah Daring

- Apahabar.com Minggu, 11 Oktober 2020 - 14:29 WIB

Cerita Bocah Badut Jalanan Banjarmasin, Demi Smartphone Impian untuk Sekolah Daring

Bocah badut jalanan Banjarmasin berkeliling mengumpulkan uang demi smartphon impian untu sekolah daring. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

Berada di bawah terik matahari, ia nampak kecapekan dan sesekali membuka topeng badut.

Sama seperti badut jalanan lainnya, tujuannya medapatkan uang dari atraksinya.

Namun, apa yang dilakukan bocah badut jalanan Banjarmasin ini, semata-mata karena ingin punya handphone.

Harapannya handphone itu bisa digunakan untuk belajar online atau sekolah daring di masa pandemi Covid-19 sekarang.

Perjuangan Si Badut Kecil di Banjarmasin dan Cita-citanya Jadi Penghafal Al-Qur’an

“Keinginan sendiri, mengumpulkan uang beli HP untuk keperluan sekolah,” ujar Rama ketika dijumpai apahabar.com, Minggu (11/10).

Anak kedua dari tiga bersaudara ini mengakui telah bekerja sebagai badut jalanan di Banjarmasin, sekitar 2 bulanan.

Ia terpaksa melakoni aktivitas tersebut lantaran kondisi perekonomian orang tuanya yang tidak memungkinkan.

Diketahui ayahnya berkerja di Dermaga Banjaraya, dan ibunya hanya menjual kue atau wadai.

Untuk itu, ia tidak mau membebankan keinginan mempunyai smartphone ke orangtuanya.

Tekadnya sangat kuat untuk memiliki smarphone sendiri dari hasil kerja kerasnya.

Hasilnya sekarang uangnya terkumpul Rp 400 Ribu. Jumlah tersebut jauh dari target harga HP yang ingin dibelinya.

“Mencari yang harga sekitar Rp 2 juta untuk kepentingan sekolah daring,” ucap Rama.

Selama ini, ia mengatakan proses belajar online atau daring hanya menumpang dengan teman sebayanya. Dari mengerjakan serta mengumpulkan tugas sekolah.

Namun ia tidak memedulikan perkataan orang yang ingin membantu memijamkan HP kepadanya. “Tidak apa apa asal bisa beli HP,” imbuhnya.

Disisi lain, Rama berkata meminjam kostum Hello Kitty tersebut dengan pengelola menggunakan sistem bagi hasil.
Apabila memperoleh uang Rp 100 ribu, dirinya hanya mendapatkan seperempat dari itu. “Sisanya untuk yang meminjamkan kostum ini,” pungkasnya.

Editor: Zainal Muttaqin - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Lagi, Pasien Sembuh Covid-19 di Tanbu Bertambah Pagi Ini
apahabar.com

Kalsel

Dini Hari, Pria di HST Bersimbah Darah Diserang Saat Tidur
apahabar.com

Kalsel

Simpan Sabu di Kotak Sekring Listrik, Tukang Pijat di Martapura Diciduk Polisi
apahabar.com

Kalsel

Amankan Haul Guru Sekumpul ke 14, Polda Kalsel Terjunkan 22 Ribu Petugas Gabungan
apahabar.com

Kalsel

Diguyur Hujan, Ribuan Warga Banjarmasin Tetap Bertahan di Patung Bekantan
apahabar.com

Kalsel

Resmi Jabat Wabup HST, Berry: Save Meratus
apahabar.com

Kalsel

Siang Ini Kalsel Diwarnai Hujan Lokal
apahabar.com

Kalsel

Cegah Karhutla, Polsek Tambang Ulang Rutin Ingatkan Warga
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com