Target 1 Juta Barel, Pemerintah Siap Danai Penuh Survei Seismik 3D Positif Covid-19, Cepat Sembuh Ketum PBNU Said Aqil Rupiah Jaya, Dolar Jatuh ke Level Terendah Mobil Terbelah dan Terbakar di Grand Prix Bahrain, Pebalap Prancis Ini Lolos dari Maut Bukan Kereta Api! Nih 2 Proyek Strategis Nasional Andalan Jokowi di Kalsel 2020-2024

Cerita Bocah Badut Jalanan Banjarmasin, Demi Smartphone Impian untuk Sekolah Daring

- Apahabar.com Minggu, 11 Oktober 2020 - 14:29 WIB

Cerita Bocah Badut Jalanan Banjarmasin, Demi Smartphone Impian untuk Sekolah Daring

Bocah badut jalanan Banjarmasin berkeliling mengumpulkan uang demi smartphon impian untu sekolah daring. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

Berada di bawah terik matahari, ia nampak kecapekan dan sesekali membuka topeng badut.

Sama seperti badut jalanan lainnya, tujuannya medapatkan uang dari atraksinya.

Namun, apa yang dilakukan bocah badut jalanan Banjarmasin ini, semata-mata karena ingin punya handphone.

Harapannya handphone itu bisa digunakan untuk belajar online atau sekolah daring di masa pandemi Covid-19 sekarang.

Perjuangan Si Badut Kecil di Banjarmasin dan Cita-citanya Jadi Penghafal Al-Qur’an

“Keinginan sendiri, mengumpulkan uang beli HP untuk keperluan sekolah,” ujar Rama ketika dijumpai apahabar.com, Minggu (11/10).

Anak kedua dari tiga bersaudara ini mengakui telah bekerja sebagai badut jalanan di Banjarmasin, sekitar 2 bulanan.

Ia terpaksa melakoni aktivitas tersebut lantaran kondisi perekonomian orang tuanya yang tidak memungkinkan.

Diketahui ayahnya berkerja di Dermaga Banjaraya, dan ibunya hanya menjual kue atau wadai.

Untuk itu, ia tidak mau membebankan keinginan mempunyai smartphone ke orangtuanya.

Tekadnya sangat kuat untuk memiliki smarphone sendiri dari hasil kerja kerasnya.

Hasilnya sekarang uangnya terkumpul Rp 400 Ribu. Jumlah tersebut jauh dari target harga HP yang ingin dibelinya.

“Mencari yang harga sekitar Rp 2 juta untuk kepentingan sekolah daring,” ucap Rama.

Selama ini, ia mengatakan proses belajar online atau daring hanya menumpang dengan teman sebayanya. Dari mengerjakan serta mengumpulkan tugas sekolah.

Namun ia tidak memedulikan perkataan orang yang ingin membantu memijamkan HP kepadanya. “Tidak apa apa asal bisa beli HP,” imbuhnya.

Disisi lain, Rama berkata meminjam kostum Hello Kitty tersebut dengan pengelola menggunakan sistem bagi hasil.
Apabila memperoleh uang Rp 100 ribu, dirinya hanya mendapatkan seperempat dari itu. “Sisanya untuk yang meminjamkan kostum ini,” pungkasnya.

Editor: Zainal Muttaqin - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Ribuan Jemaah Padati Haul Haji Maming bin Rahing Ke-3
apahabar.com

Kalsel

Antisipasi Gangguan Keamanan, Polres HSU Silaturahmi ke Kediaman Ulama
apahabar.com

Kalsel

Pulang dari Banjarmasin, 1 Anggota DPRD Tabalong Positif Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Kocaknya KNPI Stand Up Comedy, Menggaruk Kaki Nyamuk sampai Abah Ngelem
Umat Katolik Kalsel Berbagi Paket Sembako dan Antiseptik

Kalsel

Umat Katolik Kalsel Berbagi Paket Sembako dan Antiseptik
apahabar.com

Kalsel

Sepanjang 2019, BNPB: 3.622 Bencana Telan 475 Korban Meninggal
apahabar.com

Kalsel

Pakar Penanganan Covid-19 ULM Apresiasi Kampung Tangguh Banua
apahabar.com

Kalsel

Takut Stok Darah Kosong Selama PSBB, PMI Banjarmasin Berharap Ada Kebijakan Pemerintah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com