3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

Cerita Wagub Kalbar Selama Tiga Pekan Dirawat Akibat Covid-19

- Apahabar.com Kamis, 29 Oktober 2020 - 22:19 WIB

Cerita Wagub Kalbar Selama Tiga Pekan Dirawat Akibat Covid-19

Wakil Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan berbagi cerita usai tiga pekan dirawat akibat Covid-19. Foto-Antara

apahabar.com, PONTIANAK – Sempat tiga pekan menjalani perawatan, Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Barat (Kalbar) Ria Norsan bertarung melawan Covid-19.

“Jadi, selama tiga pekan ini, saya dinyatakan terkonfirmasi Covid-19. Untuk pekan pertama hingga kedua, sama sekali tak merasakan gejala apapun dan saya hanya menjalani isolasi mandiri,” kata Ria Norsan di Pontianak, Kamis (29/10/2020).

Namun, memasuki pekan ke-3, dirinya merasakan sesak yang berat hingga harus dilarikan ke RS Soedarso.

“Paginya saya gowes, dari jam 06.00 sampai jam 10.00 WIB pagi, saya mungkin kecapean jadi terjadilah serangan jantung dan selama sepekan saya di RS Soedarso dan Alhamdulillah saya bisa kembali ke rumah,” ujarnya.

Di RS, kata dia, beberapa pejabat lainnya juga menjalani isolasi seperti Wakil Bupati Sujiwo dan salah satu Kepala Dinas yang juga harus dirawat karena Corona.

“Tidak enak karena ndak bisa dijenguk, syukur Alhamdulillah jantung saya membaik sehingga bisa dirawat di rumah meski tetap harus menjalani isolasi mandiri kembali di rumah dinas,” tuturnya.

Saat kembali ke rumah, diapun mengakui sempat merasakan down akibat beberapa orang bahkan orang terdekat tak berani mendekatinya.

“Tapi saya ngerti kalau orang takut, jangankan orang lain, lingkungan saya juga takut dekat saya. Makanya sakit ini sebenarnya mentalnya yang harus baik. Fikiran positif jangan stres jangan mikir yang tidak baik. Karena fikiran dan mental berpengaruh,” katanya.

Meski menjalani rutinitas di rumah dinas karena harus menjalani isolasi mandiri, diapun menjalani rutinitas kerja meski dilakukan dari rumah dinasnya dan tetap memantau pekerjaan via telepon selular.

Pikiran dan mental, diakuinya sangat berpengaruh terutama mereka yang sedang menjalani masa isolasi karena dukungan dan doa dari banyak orang sehingga ia bisa menjalani isolasi mandiri di rumah dengan penuh semangat dan keyakinan sembuh.

“Benar saya sempat merasa semua menjauhi, tapi Alhamdulillah dukungan istri anak-anak dan cucu juga banyak yang mendoakan sehingga saya semangat menjalani isolasi mandiri,” katanya.

Meski sempat merasakan sedikit terganggu akibat pikiran dan reaksi orang sekitar, Ria Norsan kembali menemukan semangat untuk sehat dan terus mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah.

“Saya makan sayur buah, minyak zaitun, semua herbal saya jalani termasuk makan yang tidak berlemak, kemudian berjemur sampai hitam kulit kemudian berolahraga, Alhamdulillah hasilnya saya sehat,” katanya sembari tertawa.

Hasil usap (swab) ketiga, saat Kadinkes Kalbar Harisson memberikan hasil dan menjelaskan jika virus sudah jauh turun di angka 5,1 dia masih menjalani isolasi mandiri hingga pada 28 Oktober ia melakukan tes usap (swab) di Klinik Sakura dan hasilnya sangat menggembirakan ia dinyatakan negatif dari Covid-19.

“Untuk itu saya menyatakan syukur Alhamdulillah karena hasil usap (swab) saya negatif sehingga di hari Senin mendatang saya siap bekerja membantu Gubernur Kalbar menjalani tugas melayani masyarakat,” katanya lagi.

Dia berpesan kepada seluruh masyarakat Kalbar jika dinyatakan positif ataupun ada keluarga yang positif agar jangan panik dan jangan dijauhi.

“Tetap patuhi protokol kesehatan, tetap didukung untuk sembuh, jangan panik dan harus yakin jika bisa sehat. Berdoa terus sembari olahraga dan makan minum sehat, Inshaallah kita terbebas dari Covid-19,” kata Ria Norsan.

Editor: Zainal Muttaqin - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Ini Alasan Pemerintah Pilih Natuna untuk Observasi WNI dari Wuhan

Nasional

Ini Alasan Pemerintah Pilih Natuna untuk Observasi WNI dari Wuhan
apahabar.com

Nasional

Jadi Menteri, Nadiem Makarim Mundur dari Gojek
apahabar.com

Nasional

Wapres Ma’ruf Harap Presiden Pilih Menteri Muda dan Kreatif
apahabar.com

Nasional

Jelang HUT KNPB, Polisi Tingkatkan Pengamanan
apahabar.com

Nasional

Tersisa Dua Perajin, Batik Melayu Terancam Tanpa Penerus
apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: Bertambah 2.858, Positif Jadi 172.053 kasus
apahabar.com

Nasional

Pemkot Surabaya Bantah Lamban Tangani Covid-19 di Sampoerna
apahabar.com

Nasional

Nuansa dan Aroma Kampanye Pilpres di Malam Munajat 212
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com