Mulai Esok, RS Idaman Banjarbaru Kembali Terima Pasien Baru PPKM Level IV: Banjarmasin Jauh Lebih Boros Ketimbang Banjarbaru Ssttt.. Satu Pembunuh Perawat RSDI Banjarbaru Lolos Penyergapan di Jawa Laut Cerita Relawan Banjar: Pahitnya Daun Sungkai Bisa Menyembuhkan Bantu Pasien Isoman, Menteri Muhadjir Pantau Asman Toga di Banjarmasin Utara

Coca-Cola Setop Produksi 200 Merek Minuman

- Apahabar.com     Sabtu, 24 Oktober 2020 - 16:55 WITA

Coca-Cola Setop Produksi 200 Merek Minuman

Coca-Cola menghentikan produksi 200 merek minuman. Foto-Pixabay

apahabar.com, JAKARTA – Kabar datang dari Coca-Cola yang akan menghentikan sekitar 200 merek minuman produksinya. Keputusan tersebut membuat perusahaan ini mengurangi produksi hampir separuh merek miliknya.

Pihak Coca-Cola menyampaikan, merek yang terkena penyetopan didominasi minuman dalam kategori ‘hydration’. Beberapa merek ternama kemungkinan besar akan terkena imbasnya. Berdasarkan catatan, pendapatan Coca-Cola saat ini didominasi merek terbesarnya, seperti Coke, Sprite, dan Fanta.

“Minuman kategori itu mencakup merek-merek seperti Dasani, Powerade, dan Smart Water, lebih dari setengah merek minuman produksi kami, secara kolektif hanya menghasilkan 2 persen pendapatan keseluruhannya,” kata CEO Coca-Cola, James Quincey, dikutip dari Republika, Sabtu (24/10).

Coca-Cola memutuskan hal ini agar dapat menggali potensi terkuat untuk menumbuhkan basis konsumen mereka. Mereka juga akan meningkatkan frekuensinya dengan dorongan margin.

Meski menghentikan beberapa merek, perusahaan akan terus mengeksplorasi kategori minuman baru. Coca-Cola akan meluncurkan Topo Chico Hard Seltzer di Amerika Latin pada kuartal ketiga, melalui perjanjian dengan Molson Coors Beverage Co. Coca-Cola juga akan meluncurkan produk itu di AS pada paruh pertama 2021.

Pendapatan bersih pada kuartal Coca-Cola hingga September turun 9 persen menjadi 8,7 miliar dolar AS. Penurunan jumlah minuman ini terkena imbas karena sejumlah restoran yang masih tutup, dan masyarakat belum memilih untuk makan di luar.

Namun, menurut survei Refinitiv, perusahaan akan menembus ekspektasi pendapatannya dengan pendapatan sekitar 300 juta dolar AS lebih tinggi dari prediksi analis. Coca-Cola mencatat penurunan volume yang paling kecil ada pada minuman ringan bersoda, termasuk Sprite dan Fanta, keduanya hanya turun sebesar satu persen.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Penjual Sate Keluhkan Harga Ayam Naik
apahabar.com

Ekbis

Dampak Banjir Jakarta, Soetta Siap Layani 21 Rute Pengalihan Bandara Halim
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Ditutup Stagnan, Terpengaruh Aksi Demo Tolak UU Cipta Kerja
Ayam Keprabon Express

Ekbis

Dalam 5 Tahun Buat 60 Cabang, Begini Rahasia Bisnis Ayam Keprabon Express
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Melemah Dipicu Kekhawatiran Gelombang Kedua Covid-19
apahabar.com

Ekbis

Anggota DPR Minta Minyak Goreng Wajib Kemasan Tak Membebani Rakyat

Ekbis

Pejabat The Fed Bikin Pernyataan, Rupiah Langsung Menguat
apahabar.com

Ekbis

Besok, BI Kembali Layanani Penukaran Uang Rusak
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com