Hari Tahu Sedunia: Walhi Kalsel Desak Pemerintah Buka-bukaan soal Kontrak Tambang Raksasa Kilang Minyak Rp300 Triliun di Kotabaru Masih Angan-Angan Komandan Macan Kalsel ke Pembunuh Brutal Gambah HST: Serahkan Diri! Keselamatan Dijamin Ribut-Ribut Salah Tangkap Mahasiswa HMI Barabai Berakhir Antiklimaks Tinjau Penataan Sekumpul, Dirjen Cipta Karya Ngomel-Ngomel!

Covid-19 di AS dan Eropa Melonjak, Harga Minyak Anjlok 3%

- Apahabar.com     Selasa, 27 Oktober 2020 - 10:51 WITA

Covid-19 di AS dan Eropa Melonjak, Harga Minyak Anjlok 3%

Kilang minyak. Foto-Shutterstock

apahabar.com, JAKARTA – Harga minyak dunia turun lebih dari 3% pada hari Senin. Penurunan ini memperpanjang kerugian pekan lalu imbas melonjaknya kasus virus corona di Amerika Serikat dan Eropa.

Sementara, produksi minyak mentah Libya rebound menimbulkan kekhawatiran kelebihan pasokan.

Harga minyak jenis Brent turun USD1,31 atau 3,1% menjadi USD40,46 per barel. West Texas Intermediate (WTI) turun USD1,29 atau 3,2% menjadi USD38,56 per barel. Kedua kontrak harga minyak tersebut turun hampir 2,5% minggu lalu.

Melansir dari Okezone, Amerika Serikat melaporkan jumlah tertinggi infeksi virus korona dalam dua hari hingga Sabtu, sementara di Prancis kasus baru virus corona mencapai rekor lebih dari 50.000 pada hari Minggu. Italia dan Spanyol memberlakukan pembatasan baru untuk menekan penyebaran virus corona.

“Ini adalah hari Senin yang gelap di pasar minyak,” kata head of oil markets at Rystad Energy Bjornar Tonhaugen.

“Kami telah lama memperingatkan bahwa gelombang kedua virus corona dari langkah-langkah pembatasan virus korona yang ketat dapat diberlakukan kembali, dan itu sekarang terjadi secara nyata,” katanya.

Sementara itu, National Oil Corp (NOC) Libya pada hari Senin mengakhiri keadaan kahar pada fasilitas yang tersisa yang ditutup saat blokade ekspor minyak selama delapan bulan oleh pasukan timur.

NOC mengatakan bahwa produksi Libya akan mencapai 1 juta barel per hari (bpd) dalam beberapa minggu mendatang, peningkatan yang lebih cepat dari yang diperkirakan banyak analis. Hal itu dapat mempersulit upaya Organisasi Negara Pengekspor Minyak untuk membatasi pasokan guna mengatasi permintaan yang lesu.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Arab Saudi Umumkan Persyaratan dan Protokol Umrah
Warga Saudi

Internasional

Warga Saudi Sambut Gembira Rencana Kerajaan Gratiskan Vaksin Covid-19
Harga Minyak Naik

Ekbis

Ketatnya Pasokan AS dan Pembicaraan Biden-Xi, Harga Minyak Naik Tajam
China

Internasional

Ada Kampung Percontohan Anti-Covid-19 di Wuhan China
apahabar.com

Internasional

Bom Meledak di Masjid Kabul Saat Salat Jumat, Nyawa Imam Tak Sempat Diselamatkan
apahabar.com

Internasional

Remehkan Covid-19, Presiden Brasil Kini Tertular Virusnya
apahabar.com

Internasional

Pakar China Perkirakan 70 Persen Warga Dunia Terdampak Covid-19

Internasional

WHO: Semua Hipotesis Lain Soal Asal Usul Covid-19 Masih Terbuka
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com