VIDEO: Polisi Rilis Tersangka Pencurian Hp Rosehan di Pesawat Sengketa Kepemilikan Kampus Achmad Yani, Gugatan Adik Berlanjut di PN Banjarmasin Magrib, Mayat di Jembatan Kayu Tangi Gegerkan Warga Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin: Waktu Belajar Dipangkas, Sehari Hanya 5 Jam Sehari Jelang Penutupan, Pendaftar BLT UMKM di Batola Capai 5.000 Orang

Dahnil Anzar: UU Cipta Kerja Jadikan Industri Pertahanan Dinamis

- Apahabar.com Selasa, 13 Oktober 2020 - 17:58 WIB

Dahnil Anzar: UU Cipta Kerja Jadikan Industri Pertahanan Dinamis

Dahnil Anzar Simanjuntak. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Juru bicara Menteri Pertahanan Dahnil Anzar Simanjuntak menyebutkan Omnibus Law UU Cipta Kerja klaster pertahanan yang merevisi beberapa pasal dari UU Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan menjadikan sektor ini dinamis dan progresif untuk investasi.

Menurut dia, dengan revisi Pasal 11 dari UU Industri Pertahanan melalui UU Cipta Kerja menjadikan pihak swasta bisa ikut berkontribusi, berkreativitas, dan berinvestasi lebih besar bagi pertahanan negara.

“Dan harus dilihat, ketika UU Nomor 16 dibuat 8 tahun lalu, saat itu kondisi BUMSwasta lokal bidang pertahanan belum dinamis seperti sekarang,” ujarnya.

Terkait adanya kemungkinan perubahan Daftar Negatif Investasi (DNI), kata Dahnil, nantinya di ranah Peraturan Pemerintah, Kemhan tetap menjadi kendali regulasi dan pengawasan, dan tentu Kemhan tegas berdiri bagi kepentingan nasional.

“Industri Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) dari hulu sampai hilir tetap dikontrol penuh oleh Kemhan. Semua nanti akan diatur teknisnya dalam aturan turunan seperti Perpres, PP atau Kepmenhan,” kata Dahnil.

Dia menambahkan, perlu dipahami bahwa perubahan Industri Pertahanan dalam UU Ciptaker ini sudah sesuai dengan Instruksi Presiden Joko Widodo dalam HUT Ke-75 TNI, di mana untuk menguasai lompatan teknologi terkini harus mengubah kebijakan belanja pertahanan menjadi investasi pertahanan.

“Jadi tidak benar bahwa industri pertahanan kita diberikan kepada asing. Kemhan yang ‘mengendalikan-mengatur’ terkait industri pertahanan di Indonesia,” ucapnya.(Ant)

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tak Berkategori

Kasus Red Notice Djoko Tjandra, Bareskrim Tahan Irjen Napoleon dan Tommy Sumardi
apahabar.com

Tak Berkategori

Jelang MotoGP Catalunya 2020 Akhir Pekan, Adik Marc Marquez Makin Pede, Live Trans7

Tak Berkategori

Kelola Objek Wisata, Pemuda Mantewe Sudah Bisa Bangun Cafe
apahabar.com

Tak Berkategori

Yuk, ‘Trekking’ ke Lembah Kahung
apahabar.com

Tak Berkategori

Mau Umrah Backpacker, Apa Saja yang Perlu Disiapkan?
apahabar.com

Tak Berkategori

Diduga Unggah Konten Sara, PDIP Banjarmasin Niat Laporkan Akun Facebook Ryan Saputra ke Polisi
apahabar.com

Tak Berkategori

Liburan ke Yogyakarta? Berikut 6 Penginapan di Yogya dengan Harga Terjangkau dan Lokasi Strategis
apahabar.com

Tak Berkategori

Via Vallen Penuhi Panggilan Polda Jatim
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com