Kecewa, Pengembang Pelaihari City Mall Ngadu ke Menkopolhukam Jalan Berlubang Km 88 Tapin Renggut Nyawa Pemuda HST Ortu Oke, Belajar Tatap Muka di SMP Banjarmasin Dimulai November Menhub Datang, Pengembangan Runaway Bandara Teweh Dibahas Kronologi Lengkap Petaka Lubang Maut di Tapin yang Tewaskan Pemuda HST

Data Kematian Saat Pandemi Disorot, Rumah Sakit Diminta Jujur

- Apahabar.com Kamis, 1 Oktober 2020 - 16:35 WIB

Data Kematian Saat Pandemi Disorot, Rumah Sakit Diminta Jujur

Ilustrasi. Foto-Kompas.com

apahabar.com, SEMARANG – Pihak rumah sakit diminta bersikap jujur mengenai data kematian pasien saat pandemi Covid-19 agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

Keresahan itu juga dirasakan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko.

“Tadi saya diskusi banyak dengan Pak Gubernur, salah satunya adalah tentang definisi ulang kasus kematian selama pandemi. Definisi ini harus kita lihat kembali, jangan sampai semua kematian pasien itu selalu dikatakan akibat Covid-19,” kata Moeldoko di Semarang, seperti dikutip dari Antara, Kamis (1/10).

Ia mengungkapkan awalnya dirinya datang menemui Ganjar Pranowo untuk membahas sejumlah hal terkait penanganan Covid-19 dan isu yang berkembang saat ini, rumah sakit rujukan “meng-COVID-kan” semua pasien yang meninggal dunia untuk mendapatkan anggaran dari pemerintah.

Moeldoko menyebutkan sudah banyak terjadi, orang sakit biasa atau mengalami kecelakaan, didefinisikan meninggal karena Covid-19 oleh pihak rumah sakit yang menanganinya, padahal sebenarnya hasil tesnya negatif.

“Ini perlu diluruskan agar jangan sampai ini menguntungkan pihak-pihak yang ingin mencari keuntungan dari definisi itu,” ujarnya.

Ganjar membenarkan adanya isu tersebut dan menimbulkan keresahan dalam masyarakat sudah pernah terjadi di Jawa Tengah.

“Tadi Pak Moeldoko tanya, itu bagaimana ya banyak asumsi muncul semua yang meninggal di rumah sakit ‘di-COVID-kan’. Ini sudah terjadi di Jawa Tengah, ada orang diperkirakan COVID-19 terus meninggal, padahal hasil tes belum keluar. Setelah hasilnya keluar, ternyata negatif. Ini kan kasihan, ini contoh-contoh agar kita bisa memperbaiki hal ini,” katanya.

Untuk mengantisipasi hal itu, Ganjar menegaskan sudah menggelar rapat dengan jajaran rumah sakit rujukan Covid-19 di Jawa Tengah dan pihak terkait yang kemudian diputuskan, untuk menentukan atau mengekspos data kematian pasien harus terverifikasi terlebih dulu.

“Seluruh rumah sakit di mana ada pasien meninggal, maka otoritas dokter harus memberikan catatan meninggal karena apa. Catatan itu harus diberikan kepada kami, untuk kami verifikasi dan memberikan ‘statement’ keluar,” ujarnya.

Dengan sistem itu, Ganjar mengakui akan terjadi keterlambatan data mengenai angka kematian.

“‘Delay’ data itu lebih baik daripada terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,” kata Ganjar.(ant)

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Indonesia Miliki Fondasi Sangat Kuat untuk Transformasi Digital
apahabar.com

Nasional

Kisah Amar Alfikar, Anak Kiai yang Jadi Transgender
apahabar.com

Nasional

Nia Ramadhani dan Ola Ramlan bakal Diperiksa Tekait Kosmetik Palsu
apahabar.com

Nasional

Hasil Autopsi Mahasiswa ITB yang Tewas Saat Penelitian di Kotabaru
apahabar.com

Nasional

BMKG: Terjadi 1.163 Kali Gempa Susulan di Ambon
apahabar.com

Nasional

Pemilu 2019, Telkomsel Catat Kenaikan Trafik di Empat Daerah
apahabar.com

Nasional

PSBB Jakarta: Anies Baswedan Berlakukan 8 Aturan Ketat Mulai Hari Ini
apahabar.com

Nasional

Wakil Ketua KEIN: Pembangunan di Papua Harus Secara Keseluruhan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com