Jadwal Liga Champions Malam Ini, Liverpool, City, Real Madrid, Inter, Live SCTV, Barcelona vs Juventus Besok! Resmi, Hakim Vonis Pemilik Gudang Sabu di Banjarmasin Penjara Seumur Hidup! Remaja Korban Tabrakan di Tabalong Akhirnya Diamputasi, Keluarga Pilih Ikhlas Periksa 16 Mahasiswa, Polisi Terbitkan SPDP untuk Korwil BEM Kalsel Dapat Lampu Hijau, SMA di Kalsel Belum Berani Buka Sekolah

Deflasi 3 Bulan Berturut-turut, BPS: Pertama Kali Terjadi Sejak 1999

- Apahabar.com Kamis, 1 Oktober 2020 - 17:56 WIB

Deflasi 3 Bulan Berturut-turut, BPS: Pertama Kali Terjadi Sejak 1999

Kepala BPS Suhariyanto. Foto-Humas BPS via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi deflasi 0.05 persen pada September 2020. Deflasi ini merupakan yang ketiga kalinya secara berturut-turut dari Juli hingga September 2020.

Kondisi itu sama terjadi pada 1999, di mana deflasi terjadi sejak periode Maret-September.

“Sebelumnya deflasi berturut-turut terjadi pada 1999, mulai Maret hingga September,” kata Kepala BPS Suhariyanto dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (1/10).

Ia mengatakan deflasi yang terjadi pada periode tersebut berlangsung selama tujuh bulan seiring dengan adanya pemulihan ekonomi setelah Indonesia dihantam oleh krisis finansial 1998.

Sebelumnya BPS menyatakan terjadinya deflasi sebesar 0,05 persen pada September 2020 atau sama dengan periode Agustus-Juli yang juga mengalami deflasi.

Dengan demikian, maka selama 3 bulan berturut-turut telah terjadi deflasi pada perekonomian nasional yaitu Juli sebesar 0,10 persen dan Agustus serta September masing-masing 0,05 persen.

Suhariyanto mengatakan deflasi yang terjadi selama tiga bulan berturut-turut harus menjadi perhatian khusus karena merupakan tanda-tanda dari perlemahan daya beli masyarakat.

Kondisi itu juga terlihat dari inflasi inti yang tercatat 1,86 persen atau menurun sejak April 2020. Padahal dalam periode tersebut ada momen perayaan Lebaran yang biasanya menyumbang inflasi tinggi.

“Yang perlu diwaspadai adalah inflasi inti yang turun sejak Maret. Inflasi inti rendah itu telah menunjukkan daya beli masih sangat-sangat lemah. Deflasi juga perlu diwaspadai karena sudah tiga bulan berturut-turut, artinya triwulan tiga ini daya beli rendah,” katanya.

Meski demikian ia mengakui lesunya permintaan dari masyarakat tersebut terjadi karena pemerintah melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang telah membatasi kegiatan maupun aktivitas ekonomi.(Ant)

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Harga Cabai di Banjarbaru Naik, Ternyata Ini Penyebabnya
Tak Perlu ‘Serbu’ Leasing, Begini Aturan Pengajuan Keringanan Kredit

Ekbis

Tak Perlu ‘Serbu’ Leasing, Begini Aturan Pengajuan Keringanan Kredit  
apahabar.com

Ekbis

Ketegangan di Teluk, Picu Harga Minyak Naik di Perdagangan Asia
apahabar.com

Ekbis

Harga Cabai Diprediksi Anjlok
apahabar.com

Ekbis

Ingin Berbisnis? Jangan Tunda, Modal Smartphone pun Bisa
apahabar.com

Ekbis

Pegadaian Sulap Sampah Jadi Emas di Banjarmasin
apahabar.com

Ekbis

Setelah B20, Jokowi Targetkan B30 Januari 2020
apahabar.com

Ekbis

Mahathir Sarankan Perdagangan Negara Muslim Gunakan Emas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com