Digeledah KPK, Rumah Bupati HSU Abdul Wahid Jadi Tontonan Warga BREAKING! KPK Geledah Rumah Bupati HSU, Spanduk Panjang Membentang Rumahnya Digeledah KPK, Bupati HSU Abdul Wahid Menghilang Jumlah Kesembuhan Covid-19 di Tanbu Capai 5.593 Pasien KPK Obok-Obok Rumah Bupati HSU, Kapolres Angkat Suara

Demo Susulan, Wakil Rektor ULM Banjarmasin Ingatkan Protokol Kesehatan

- Apahabar.com     Senin, 19 Oktober 2020 - 22:43 WITA

Demo Susulan, Wakil Rektor ULM Banjarmasin Ingatkan Protokol Kesehatan

Aksi Unjuk rasa penolakan Omnibuslaw di Banjarmasin. Sumber: istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Aksi demonstrasi oleh mahasiswa Kalimantan Selatan bakal kembali dilaksanakan, Selasa (20/10) besok.

Seperti diketahui, seruan aksi mimbar bebas dengan tajuk ‘Himbauan 1 Tahun Kepemimpinan Jokowi dan Ma’ruf Amin (Tetap Batalkan Omnibus Law), akan berlangsung di Jalan Lambung Mangkurat atau tepat di depan Kantor DPRD Kalsel.

Ini merupakan demo susulan, buntut kekecewaan mahasisa se Kalsel terhadap Undang Udang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja yang telah disahkan DPR RI.

Menyikapi rencana aksi tersebut, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan ULM, Muhammad Fauzi, menghimbau agar para mahasiswa tetap menerapkan protokol Covid-19.

“Masker dipakai terus menerus dan tetap jaga jarak. Insya Allah aman dan kondusif,” ucap Fauzi saat dihubungi apahabar.com, Senin (19/10) malam.

Seperti diketahui, unjuk rasa yang terjadi sebelumnya cukup alot dan berlangsung hingga malam hari.
Menghindari adanya klaster demonstrasi, ULM mewajibkan pendataan peserta aksi melalui perwakilan masing-masing fakultas.

“Yang kamis tadi hanya beberapa terdata. Besok, kita akan data sepenuhnya melalui fakultas masing-masing,” ujar Fauzi.

Syarat tersebut diajukan menyusul terjaringnya massa aksi yang dinyatakan reaktif oleh petugas kepolisian pada demonstrasi sebelumnya.

Diketahui, sebagian dari mereka adalah pelajar yang menyusup untuk ikut dalam unjuk rasa.

“Saat demo kamis lalu, ada beberapa pelajar yang diamankan ternyata reaktif Covid-19. Padahal tidak menutup kemungkinan, mahasiswa yang ikut demo sempat berinteraksi dengan pihak pelajar tersebut,” beber Fauzi.

Mengantisipasi hal tersebut, pihak ULM kemudian mengajukan persyaratan hasil rapid test bagi mahasiswa yang ikut demonstrasi hingga larut malam.
Menurut Fauzi, syarat tersebut bertujuan untuk menghindari penularan lebih meluas.

“Yang ikut demo Kamis (15/10) lalu, terutama yang sampai malam, saya minta rapid test dengan hasil non reaktif. Bila tidak, mereka tidak boleh berkegiatan di kampus karena termasuk OTG dan bisa menularkan kepada yang lain,” jelasnya.

Ditegaskannya, syarat ini juga berlaku untuk mahasiswa yang akan melancarkan aksi demonstrasi besok hari.

Khususnya, apabila kegiatan berlangsung lama dan protokol tidak diterapkan. Sebab, menurut rencana, aksi akan digelar mulai pukul 9 pagi.

“Perlu rapid test untuk antisipasi. Kecuali setelah ikut demo, 2 minggu kemudian baru ke kampus, ini tidak perlu rapid test. Yang saya larang adalah melakukan kegiatan kemahasiswaan secara offline di kampus dalam waktu 4-5 hari mendatang,” pungkas Fauzi.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kalsel

Misteri Pembunuhan Pria di Kelayan B Terungkap: Pelaku Menuntut Balas Luka Lama
apahabar.com

Kalsel

LDII Kalsel Sembelih 355 Hewan Kurban
apahabar.com

Kalsel

Antisipasi Covid-19, Pengunjung RSUD Tanbu Dilarang Masuk Area Rawat Inap
apahabar.com

Kalsel

Hadapi Pilkada, DPD PDI Perjuangan Provinsi Kalsel Bentuk Tim Penegakan Disiplin Prokes Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Ribuan Picis APD Tiba di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

45 Anggota DPRD Banjarmasin Resmi Bertugas
apahabar.com

Kalsel

Sebut Polisi Monyet, Polda Kalsel: Murni Emosi Pribadi Pelaku
Mardani H Maming

Kalsel

Pilkada Selesai, Saatnya Bersatu Membangun Tanbu, MHM: Saya Banyak Belajar dari Pak Zairullah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com