2021, Kemenhub Kaji Wacana Pembangunan Bandara di Barabai HST Kalsel Cara Nonton Live Streaming El Clasico Barcelona vs Real Madrid di Bein Sport & Vidio.com Malam Ini Jam Tayang & Link Live Streaming UFC 254 Khabib vs Gaethje di ESPN+, Duel Dua Juara! Jadwal Timnas U16 Indonesia vs UEA Malam Ini, Live NET TV & Live Streaming Mola TV, Prediksi Skor! Kontroversi Pencopotan Sekda Tanah Bumbu, Ombudsman: Jangan Lampaui Kewenangan

Desa Haratai Dibuka, Akses Menuju Jalur Pendakian Halau-halau Masih Ditutup

- Apahabar.com Selasa, 13 Oktober 2020 - 19:14 WIB

Desa Haratai Dibuka, Akses Menuju Jalur Pendakian Halau-halau Masih Ditutup

Sanno, seorang tokoh temuda sekaligus tokoh adat Dusun Kadayang, Desa Haratai, Kecamatan Loksado, Kabupaten HSS. Foto-apahabar.com/Ahc27

apahabar.com, KANDANGAN – Meski wilayah adat Desa Haratai sudah bisa dikunjungi wisatawan, namun jalur pendakian di Puncak Halau-halau masih belum dibuka untuk umum.

Salah satu jalur pendakian Puncak Halau-halau di Gunung Basar melewati RT 3 Desa Haratai, tepatnya di Dusun Kadayang.

“Kami saat ini belum mengizinkan pendaki ataupun wisatawan yang ingin ke Puncak Halau-halau,” ucap Sanno, salah seorang tokoh adat Dusun Kadayang.

Jalur pendakian gunung tertinggi di Kalimantan Selatan (Kalsel) itu berada di wilayahnya yang saat ini sedang populer. Namun, pihak adat di Dusun Kiyu yang menjadi jalur perlintasan lainnya masih belum bisa membuka akses jalan.

“Kami harus berkoordiasi dengan tokoh-tokoh adat di sana sebelum membuka,” ucapnya, Selasa (13/10) saat di datangi di objek wisata Air Terjun Haratai.

Hal itu agar tidak terjadi benturan peraturan, sebab jika salah satu pihak masih melakukan penutupan, sementara pihak lain sudah membuka, maka akan terjadi hal yang sia-sia.

Secara administratif, Dusun Kiyu merupakan wilayah Desa Hinas Kiri, Kecamatan Batang Alai Timur, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

Gunung Basar sendiri berada di perbatasan wilayah Kabupaten HSS, HST, dan Kotabaru, sehingga pihaknya tidak bisa membuka secara sepihak dari jalur wilayahnya.

Biasanya, sebelum adanya pandemi Covid-19 tiap jelang akhir pekan maupun libur panjang, puncak gunung dengan ketinggian 1901 meter di atas permukaan laut (MDPL) itu ramai didatangi para pendaki maupun kelompok pecinta alam.

Terkait hal itu, Sanno pun mengimbau para pendaki sebaiknya menahan diri jika ingin pergi ke Puncak Halau-halau. Jika bersikeras, bisa saja mereka dikenakan sanksi adat.

Dia menegaskan, jika ada yang nekat mendaki Gunung Basar dengan jalur alternatif lain dan kedapatan warga melewati wilayah Dusun Kadayang akan diminta kembali pulang.

“Kalau mau jalur baru lain, tetap saja akan melewati kampung kami. Malah lebih jauh, belum sampai sudah kehabisan logistik,” ujar Kepala Seksi Pemerintahan (Kasi Pem) Desa Haratai itu kepada apahabar.com.

Ia menyebutkan jika ada warga yang nekat mendaki melalui desa tetangga, kemungkinan 5 hari baru sampai ke puncak.

Sanno mengatakan sebenarnya sudah banyak orang yang ingin mendaki ke Puncak Halau-halau. Namun, dengan terpaksa ia melarangnya.

“Banyak yang menghubungi, menanyakan kapan dibuka. Namun kita masih belum bisa,” tuturnya.

Kendati demikian, warga luar yang ingin berkunjung ke Dusun Kadayang sudah diperbolehkan mengikuti status pembukaan wilayah Desa Haratai.

Saat mengunjungi Dusun Kadayang, warga diminta tetap menerapkan protokol kesehatan.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

HSS

Lepas CJH Kabupaten HSS, Achmad Fikry: Jaga Kebersamaan
apahabar.com

HSS

Berbagai Komunitas se-HSS Gelar Maulid Nabi
apahabar.com

HSS

Simak Pesan Bupati Fikry untuk Dewan Hakim MTQ Ke-47 HSS
apahabar.com

HSS

Bupati HSS Hadiri Sertijab 3 Camat
apahabar.com

HSS

Bupati HSS Minta Warganya Melapor Jika Tak Punya Beras
apahabar.com

HSS

Ribuan Jemaah Hadiri Haul Syekh Samman Al Madani di Kandangan
apahabar.com

HSS

Dua Pelajar Kandangan Berprestasi di LKS  
apahabar.com

HSS

168 PNS HSS Terima SK Kenaikan Pangkat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com