Tim Macan Kalsel Gerebek Wanita Buronan Kasus Penggelapan Kapal Indef: Setahun Jokowi-Ma’ruf Amin ULN Melonjak, Setiap Penduduk Warisi Utang Rp 20,5 juta Demo di Pelaihari Berbuntut Laporan Polisi, Sekda Tala Minta Maaf Harga Tiket Bioskop XXI Duta Mall Banjarmasin Turun, Simak Daftar Lengkapnya Kedai Terapung, Unggulan Wisata Baru di Barito Kuala

Dewan Pers Sesalkan Kekerasan ke Jurnalis Liput Demo UU Cipta Kerja

- Apahabar.com Jumat, 9 Oktober 2020 - 19:32 WIB

Dewan Pers Sesalkan Kekerasan ke Jurnalis Liput Demo UU Cipta Kerja

Dewan Pers sesalkan adanya kekerasan ke jurnalis dalam demo anti-Omnibus Law di Jakarta. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Kekerasan yang diduga dilakukan aparat ke jurnalis pada demo UU Cipta Kerja disesalkan Dewan Pers.

“Kekerasan pada wartawan dalam demonstrasi kemarin sangat disesalkan. Dewan Pers dan asosiasi pers konstituen Dewan Pers mendukung advokasi,” tutur Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers Dewan Pers, Arif Zulkifli dikutip apahabar.com dari CNNIndonesia.com, Jumat (9/10).

Ia menegaskan bahwa jurnalis tidak boleh dipukul, dianiaya atau diintimidasi selama menjalankan kerja-kerja jurnalistik.

Bagi jurnalis yang mengalami kekerasan atau bahkan ditangkap, disarankan berkoordinasi dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers agar bisa diberikan pendampingan hukum.

“Dewan Pers berkoordinasi dengan LBH Pers. Tolong teman-teman yang jadi korban berkoordinasi dengan LBH Pers juga supaya satu langkah, saat ini Dewan Pers sedang membahas teknis advokasinya,” ucap Arif

Dewan Pers juga merekomendasikan agar jurnalis senantiasa memakai kartu identitas selama bekerja. Hal itu perlu dilakukan guna menghindari kekerasan oleh pihak yang tak bertanggung jawab.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif LBH Pers Ade Wahyudin mengatakan ada empat jurnalis yang berdomisili di Jakarta menjadi korban kekerasan aparat keamanan saat meliput aksi demonstrasi, Kamis kemarin.

Tindak kekerasan yang dialami keempat jurnalis tersebut berupa penangkapan, penganiayaan, hingga perampasan alat kerja.

Jumlah itu juga belum termasuk kasus yang terjadi di daerah-daerah lainnya.

Ade yakin jurnalis yang bertugas di daerah di luar Jakarta juga mendapat perlakuan serupa, namun belum terdata secara lengkap.

“Di luar Jakarta banyak, belum kita dokumentasikan karena masih fokus pendampingan,” kata Ade.

Dua jurnalis CNNIndonesia.com yakni Thohirin dam Farid Miftah mengalami kekerasan fisik dan intimidasi saat meliput aksi di Jakarta dan Surabaya.

Thohirin mengaku dipukul oleh salah seorang personel. Ponselnya pun dibanting hingga pecah dan tak bisa lagi digunakan.

Selain itu, jurnalis Merahputih.com, Ponco Sulaksono diamankan saat meliput demonstrasi di sekitar Stasiun Gambir. Dia berada di Polda Metro Jaya sejak Kamis (8/10) hingga Jumat (9/10).

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Mahfud: Larangan Mudik Berlaku di Seluruh Indonesia
apahabar.com

Nasional

Amien Rais Belum Mau Komentari Pertemuan Prabowo-Jokowi
apahabar.com

Nasional

Resmi, Pegawai KPK Berubah Status Jadi ASN
apahabar.com

Nasional

Jokowi Tak Ikut Pertemuan Megawati-Prabowo Bertemu Siang Ini
apahabar.com

Nasional

Dukung PJJ, Advan Rilis Tablet Murah
apahabar.com

Nasional

Pemerintah Akan Perpanjang Batas Usia Pensiun PNS
apahabar.com

Nasional

Tsunami Selat Sunda, BNPB: 373 Orang Meninggal
apahabar.com

Hukum

Imam Masjid Ditusuk di Dada, Pisau Pelaku Ditemukan Bengkok
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com