Tim Macan Kalsel Gerebek Wanita Buronan Kasus Penggelapan Kapal Indef: Setahun Jokowi-Ma’ruf Amin ULN Melonjak, Setiap Penduduk Warisi Utang Rp 20,5 juta Demo di Pelaihari Berbuntut Laporan Polisi, Sekda Tala Minta Maaf Harga Tiket Bioskop XXI Duta Mall Banjarmasin Turun, Simak Daftar Lengkapnya Kedai Terapung, Unggulan Wisata Baru di Barito Kuala

Di Hadapan Ratusan Massa, DPRD Kalsel Janji Desak Presiden RI Cabut UU Omnibus Law

- Apahabar.com Kamis, 8 Oktober 2020 - 12:23 WIB

Di Hadapan Ratusan Massa, DPRD Kalsel Janji Desak Presiden RI Cabut UU Omnibus Law

Ketua DPRD Kalsel H Supian HK berbicara di tengah ratusan massa yang menolak UU Cipta Kerja. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – DPRD Kalsel akhirnya berjanji mendesak Presiden RI Jokowi untuk mencabut UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Itu setelah ratusan peserta pada aksi di depan Kantor DPRD Kalsel, Kamis (8/10) berkoordinasi Ketua DPRD Kalsel, Supian HK dan Plt Gubernur Kalsel Rudy Resnawan yang juga dihadiri Ketua Komisi IV DPRD Kalsel Lutfi Saifuddin.

“Kami mendesak Presiden RI untuk mengeluarkan Perppu pencabutan UU Cipta Kerja,” ujar Anggota DPRD Kalsel, Luthfi Saifudin di tengah gelombang massa.

Pasalnya, lanjut dia, UU Cipta Kerja bakal berakibat kepada kegentingan skala nasional seluruh daerah di Indonesia. Keadaan tersebut sesuai UU Nomor 22 1945 tentang kepentingan nasional berserta bukti dokumentasi perdebatnya.

“Demikian nota kesepakatan ini dibuat dengan menuntut revolusi kedaulatan rakyat,” ucapnya.

Adapun hasil penolakan UU Cipta Kerja itu ditandatangani dan disepakati oleh Plt Gubernur Kalsel, Rudy Resnawan, Ketua DPRD Kalsel Supian HK dan Koordinator Wilayah (Korwil) BEM se Kalsel Ahdiat Zairullah.

Perjanjian ini disepakati tanggal 8 Oktober 2020 di tengah gelombang aksi.

Diketahui, massa aksi menyerbu DPRD Kalsel untuk menuntut terbitnya Perppu dan mencabut UU Cipta Karya.

Untuk itu, ia mengatakan bahwa perwakilan parlemen tersebut berangkat ke Jakarta dan bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara.

“Kita mau sekarang, bukan besok,” ucapnya.

Apabila tidak diresmikan, ia mengancam untuk tetap berada dan terus melangsungkan aksi. Hal ini disetujui oleh seluruh peserta aksi.

Pasalnya, kata dia sedari ini hanya janji belaka yang disampaikan anggota DPRD Kalsel.

Tak ada pembuktian dari wakil rakyat sehingga DPR RI mengesahkan UU Cipta Karya lewat rapat paripurna.

“Karena ini salah satu situasi genting dan gelombang aksi terus berjalan,” imbuhnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pelaku Pembunuhan di Sungai Lulut Akhirnya Tertangkap!
apahabar.com

Kalsel

Cantik Berkharisma, Sosok Serka Erma Apriyanti Prajurit Korem 101/Antasari

Kalsel

Maju Wali Kota Banjarmasin, Habib Banua Relakan Kursi Senator?
apahabar.com

Kalsel

Harga Elpiji 3 Kg di Martapura Capai Rp50 Ribu
apahabar.com

Kalsel

Server Down Warnai Hari Pertama Smart Presensi Batola
apahabar.com

Kalsel

Amankan Natal dan Tahun Baru 2019, Polda Kalsel Terjunkan 1.654 Personil Gabungan
apahabar.com

Kalsel

Spesialis Pencungkil Jok Motor Kotabaru Dicokok Polisi
apahabar.com

Kalsel

BMKG: Waspada Potensi Karhutla di Kalsel yang Mengakibatkan Kabut Asap
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com