Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel Kapolres Kapuas Terjang Banjir Bantu Korban Terdampak di Alalak

Di Tengah Pandemi, Target PAD Tabalong Capai 70,16 Persen

- Apahabar.com Rabu, 7 Oktober 2020 - 13:47 WIB

Di Tengah Pandemi, Target PAD Tabalong Capai 70,16 Persen

Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Tabalong, H Erwan. Foto- apahabar.com/Amin.

apahabar.com, TANJUNG – Di tengah pandemi Covid-19, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tabalong hingga Agustus tadi, sudah mencapai Rp 109 miliar.

Capaian itu jika jika dibandingkan dari target tahun 2020 ini sebesar yakni Rp 156 milyar lebih, maka realisasinya sudah mencapai 70,16 persen.

Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kabupaten Tabalong, H Erwan mengatakan, pendapatan tersebut berasal dari beberapa komponen. Di antaranya pajak daerah dan retribusi daerah.

Untuk pajak daerah dari target Rp 73.772.914.250 realisasinya Rp 42.280.202.412 atau 57,31 persen.

Komponennya berupa pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame, dan pajak Penerangan Jalan.

Kemudian, disamping itu, ada lagi berupa pajak parkir, pajak air bawah tanah, pajak sarang burung walet, pajak mineral bukan logam dan batuan, pajak PBB-P2, dan pajak BPHTB.

“Sementara untuk retribusi daerah dari target Rp 9.603.882.000 hingga bulan Agustus baru mencapai Rp 4.301.861.321 atau 44,79 persen,” kata Erwan kepada apahabar.com, baru-baru ini tadi.

Lebih jauh Erwan menjelaskan, untuk retribusi daerah, komponennya ada 13 macam.

Antara lain retribusi pelayanan kesehatan, retribusi pelayanan persampahan atau kebersihan, retribusi pelayanan pasar, retribusi pengujian kendaraan bermotor.

Kemudian, retribusi pelayanan parkir ditepi jalan umum, retribusi penggantian biaya cetak peta penyediaan peta tematik, retribusi pengendalian menara telekomunikasi.

Selanjutnya, retribusi tera ulang, retribusi pemakaian kekayaan daerah, retribusi pemakaian kekayaan daerah-laboratorium, retribusi pemakaian kekayaan daerah-kendaraan bermotor, retribusi pasar grosir atau pertokoan dan retribusi terminal-tempat parkir untuk kendaraan penumpang dan bus umum.

Erwan mengungkapkan masih belum optimalnya penerimaan PAD tersebut dikarenakan adanya pandemi Covid-19. Di mana ada beberapa komponen yang dilakukan relaksasi, seperti pajak hotel dan restoran.

“Diawal pandemi sempat dilakukan relaksasi untuk tidak memungut pajak hotel dan restoran atau nol persen, kemudian saat ini masih dilakukan relaksasi dikenakan pajak 50 persen,” pungkas Erwan.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Ramadan, ASN di Pemkot Banjarmasin Dapat Kelonggaran
apahabar.com

Kalsel

Pantau PSBB Banjarmasin, Kapolda Kalsel: Perlu Dukungan Masyarakat

Borneo

Kontribusi ke Daerah Minim, Pemkot Banjarmasin Bikin PKS dengan Pelindo
apahabar.com

Kalsel

IDI Galang Dana untuk APD Tim Medis di Kalsel
Prokes

Kalsel

Berani Langgar Prokes di Tanbu, Siap-siap Disanksi
apahabar.com

Kalsel

H Muhidin Melebarkan Sayap, Tunjuk Menantu Jabat Ketua DPRD Banjarmasin
Zona Merah

Kalsel

Alhamdulillah, 2 Kecamatan di Banjarbaru Tidak Lagi Zona Merah
apahabar.com

Kalsel

Tuntutan Demo di DPRD Banjarbaru, dari Prostitusi hingga Korupsi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com