Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Hasil Liga Champions, Tanpa Ronaldo Juventus Ditekuk Barcelona, Messi Cetak Gol, Skor Akhir 2-0 Alasan Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin Terancam Batal Beredar Video 62 Menit Operasi Pembakaran Halte Sarinah Saat Demo Anti UU Omnibus Law, Sosok Pelaku Terekam?

Dibangun Miliaran, Jembatan di Sungai Telan Besar Batola Proyek Mubazir

- Apahabar.com Rabu, 14 Oktober 2020 - 17:16 WIB

Dibangun Miliaran, Jembatan di Sungai Telan Besar Batola Proyek Mubazir

Jembatan beton di Desa Sungai Telan Besar, Kecamatan Tabunganen, justru menjadi proyek mubazir. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Akibat perubahan kebijakan, sebuah jembatan beton di Desa Sungai Telan Besar, Kecamatan Tabunganen, justru menjadi proyek mubazir.

Jembatan tersebut diketahui selesai dibangun Juli 2007. Namun kemudian tidak pernah lagi digunakan selama bertahun-tahun, karena bukan jalan utama desa.

Akibatnya sebagian besar jembatan ditumbuhi semak belukar, hingga pohon pepaya, pisang dan pepohonan liar.

Padahal biaya yang digunakan untuk membangun jembatan tersebut tidak sedikit. Menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU), jembatan itu menghabiskan biaya Rp3 miliar.

“Sebenarnya sebelum tidak lagi digunakan, jembatan itu berfungsi menuju pelabuhan perikanan,” jelas Amberin, Kepala Desa Sungai Telan Besar.

“Namun setelah tak dipakai selama beberapa tahun berselang, bahan bangunan pelabuhan itu diambil orang yang tidak bertanggungjawab. Itu termasuk bangunan gudang es dan penampungan ikan,” tambahnya.

Agar jembatan tidak mubazir, warga setempat berharap instansi terkait membangun kembali pelabuhan perikanan atau malah pelabuhan pariwisata.

Namun keinginan warga agar dilakukan pembangunan ulang pelabuhan perikanan, tampaknya tidak terwujud dalam waktu dekat.

“Memang jembatan tersebut merupakan akses menuju Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) di Tabunganen,” jelas Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DKPP) Batola, Rahmanuddin Murad, Rabu (14/10).

“PPI itu sebelumnya merupakan aset Batola. Namun sejak 2014, pengelolaan diambilalih Pemprov Kalimantan Selatan,” imbuhnya.

Perubahan kewenangan itu berkaitan dengan Undang-Undang No.23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah. Salah satunya mengatur perluasan kewenangan provinsi di sektor kelautan.

Kalau semula kewenangan provinsi dari 4 hingga 12 mil, diperluas menjadi 0 hingga 12 mil. Kebijakan ini juga secara otomatis menghapus kewenangan kabupaten/kota.

Imbas selanjutnya adalah perubahan nomenklatur. Dinas Kelautan dihilangkan, sehingga yang tersisa adalah Dinas Perikanan.

“Padahal sebelum penerbitan Undang-Undang tersebut, APBD Batola beberapa kali diserap untuk operasional PPI Tabunganen,” urai Rahmanuddin.

“Seandainya kewenangan sudah dikembalikan ke Batola, insyaallah pelabuhan itu bisa kembali difungsikan. Selain melalui APBD, kami juga berjuang melalui APBN,” tegasnya.

Penjelasan dari DKPP, sejalan dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Batola.

“Memang pembangunan jembatan dan jalan itu awalnya untuk mendukung pelabuhan perikanan yang dikelola Dinas Kelautan dan Perikanan,” sahut Kepala Dinas PUPR Batola, Saberi Thanoor, melalui Kabid Bina Marga Edi Supriyadi.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Batola

Mirip Organ Kewanitaan, Begini Khasiat Bunga Telang dari Danda Jaya Batola
apahabar.com

Batola

Komitmen Dukung Paman Birin, DPD Golkar Batola Pede Menang Besar
apahabar.com

Batola

Belum Pasti Berangkat, CJH Barito Kuala Tetap Menjalani Tes Kebugaran
apahabar.com

Batola

Tetap Nol Kasus, Tugas Berat Menunggu Tabukan
apahabar.com

Batola

Sudah Pilih Lokasi, Peserta Seleksi CPNS Batola Tinggal Tunggu Jadwal
apahabar.com

Batola

Tepat 17 Agustus, Si Kembar Pengantin dari Marabahan Ini Dilahirkan
apahabar.com

Batola

Demi Pilgub Kalsel, Disdukcapil Batola Kejar Perekaman Data Ribuan Warga
apahabar.com

Batola

Cegah Penyebaran Covid-19, Rutan Marabahan Tunggu Rapid Massal
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com