Mulai Esok, RS Idaman Banjarbaru Kembali Terima Pasien Baru PPKM Level IV: Banjarmasin Jauh Lebih Boros Ketimbang Banjarbaru Ssttt.. Satu Pembunuh Perawat RSDI Banjarbaru Lolos Penyergapan di Jawa Laut Cerita Relawan Banjar: Pahitnya Daun Sungkai Bisa Menyembuhkan Bantu Pasien Isoman, Menteri Muhadjir Pantau Asman Toga di Banjarmasin Utara

Didorong Harapan Stimulus AS, Harga Minyak Dunia Naik

- Apahabar.com     Jumat, 23 Oktober 2020 - 10:34 WITA

Didorong Harapan Stimulus AS, Harga Minyak Dunia Naik

Anjungan pengeboran Hakuryu 14 yang dioperasikan Pertamina Hulu Mahakam (PHM) untuk mengebor sumur eksplorasi PS-1X. Foto: Antara

apahabar.com, NEW YORK – Harga minyak naik dunia pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB).

Kenaikan harga minyak didorong harapan paket stimulus ekonomi di Amerika Serikat (AS). Tetapi berjuang untuk pulih sepenuhnya dari kerugian sesi sebelumnya ketika persediaan bensin AS lebih tinggi menandakan prospek permintaan yang memburuk karena kasus virus corona melonjak.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember ditutup 73 sen lebih tinggi menjadi 42,46 dolar AS per barel.

Dilansir Antara, minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember juga terangkat 61 sen menjadi menetap di 40,64 dolar AS per barel.

Kedua kontrak minyak mentah merosot lebih dari tiga persen pada Rabu (21/10/2020) dalam penurunan harian tertajam mereka dalam tiga minggu terakhir.

Kontrak berjangka memperoleh momentum pada Kamis pagi (22/10/2020) ketika Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengatakan kedua belah pihak mendekati paket stimulus ekonomi, meningkatkan ekspektasi bahwa permintaan dapat meningkat, kata Bob Yawger, direktur Energy Berjangka di Mizuho di New York.

Saham-saham di Wall Street juga naik pada Kamis (22/10/2020) dalam perdagangan berombak, saat para investor menyambut prospek lebih banyak stimulus fiskal untuk mendukung ekonomi AS yang rusak akibat pandemi, dengan lebih banyak data menunjukkan pemulihan pasar tenaga kerja yang melambat.

Stok bensin AS naik 1,9 juta barel pekan lalu, Badan Informasi Energi (EIA) mengatakan pada Rabu (21/10/2020), dibandingkan dengan ekspektasi penurunan 1,8 juta barel.

Produk keseluruhan yang dipasok mewakili permintaan rata-rata 18,3 juta barel per hari (bph) dalam empat minggu hingga 16 Oktober, kata EIA, jatuh 13 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Angka rekor harian baru infeksi Covid-19 di beberapa negara bagian AS dan di Eropa, bersama dengan penguncian virus corona lebih lanjut dan tindakan keras China pada perjalanan keluar, semuanya menjadi pertanda buruk bagi permintaan bahan bakar.

Memperburuk prospek, harapan bahwa anggota parlemen AS akan mencapai kesepakatan dengan Gedung Putih pada paket stimulus ekonomi meredup pada Rabu malam (21/10/2020) setelah Presiden Donald Trump menuduh Demokrat menahan kesepakatan kompromi.

“(Kesepakatan) mungkin memperbaiki nada permintaan selama satu atau dua minggu,” kata Lachlan Shaw, kepala penelitian komoditas di National Australia Bank.

Menambah kekhawatiran pasokan, ekspor minyak Libya dengan cepat meningkat memasuki Oktober ketika pemuatan dimulai kembali setelah pelonggaran blokade oleh pasukan timur.

Produksi Libya telah pulih menjadi sekitar 500.000 barel per hari dan pemerintah di Tripoli memperkirakan akan meningkat dua kali lipat pada akhir tahun.

Goldman Sachs memperkirakan rata-rata harga Brent naik menjadi 59,40 dolar AS tahun depan dari 43,90 dolar AS tahun ini, dan WTI naik menjadi 55,90 dolar AS dari 40,10 dolar AS per barel.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Ekbis

Pemulihan Ekonomi Pasca-Pandemi Covid-19, KPw BI Kalsel Ambil Langkah Strategis
apahabar.com

Ekbis

Bursa Kawasan Turun, IHSG Awal Pekan Diperkirakan Melemah
IUP OP Pertambangan

Ekbis

Digilas Pandemi, Investasi Kalsel Gagal Capai Target
Saham

Ekbis

Update Saham Jerman, Indeks DAX 30 Naik 49,46 poin

Ekbis

Pertumbuhan Ekonomi AS Akan Meningkat, Saham Asia Diprediski Menguat

Ekbis

Patroli Siber BPOM di Banjarmasin, Takedown Sejumlah Situs Belanja Online
apahabar.com

Ekbis

Mei 2020, Defisit APBN Capai Rp179,6 Triliun
apahabar.com

Ekbis

Jika Tidak Menguntungkan, Bank Kalsel Cabang DKI Lebih Baik Tutup
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com